Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...

Rantai Sepeda Putus



Udah semangat-semangatnya ke kantor, rantai sepeda malah putus. Nasib orang baik emang gak tahu nasibnya, ada saja hambatan dan penghalang untuk sesuatu yang ikhlas dilakuin. Tapi, hikmahnya yang mengajarkan banyak pelajaran untuk menjadi kuat.


Saya mulai membawa sepeda saya berjalan. Ini orang sama sepeda kok jalannya bareng. Senyum indah, saya tebarkan kala mereka melihat saya menuntun si Sepeda. Jarak bengkel dengan rumah, sangat dekat jadi tak banyak keringat yang diperas.

Sepeda saya berikan sama si tukang bengkel, ia menerima dan langsung mengerjakannya. Nggak sampai 5 menit, rantai udah kelar diperbaikin. Cuma bayar 2 ribu. Baik banget nih om tukang. Rambut panjang ala harley davidson, tetap hati seperti samson masuk kota.

Selama 5 menit, saya sedikit berpikir, bengkel ini selalu ramei. Buka dari pagi hingga sore, bengkel ini sangat konsisten. Tapi, tetap aja bengkel ini kecil dan tidak terlalu bagus. Bermanfaat bagi orang memang tidak harus besar, dari kecil seperti inipun, bengkel ini udah banyak memberi manfaat.

Sama seperti dotsemarang sekarang ini. Hanya bermodal kos-kosan, saya selalu belajar bagaimana memberi terbaik bagi kota ini. Alangkah indahnya, melihat kota ini lebih baik daripada masa lalu ketika saya datang untuk pertama kalinya. Mudahan, kantor dotsemarang bisa bermanfaat seperti bengkel ini.

Begitulah cerita saya disela-sela rutinitas aktivitas yang saya kerjakan setiap hari. Kadang pake motor, jalan kaki maupun bersepeda. Semua memiliki resiko. Semua memiliki kelebihan. Tinggal kita mau ambil yang mana untuk setiap kelebihan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

Akhirnya Mereka Mudik Juga

Pria (Tidak) Berharga

[Review] One Day, Film Korea Tentang Pertemuan Pria dengan Wanita Koma yang Menjadi Roh