Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Rantai Sepeda Putus



Udah semangat-semangatnya ke kantor, rantai sepeda malah putus. Nasib orang baik emang gak tahu nasibnya, ada saja hambatan dan penghalang untuk sesuatu yang ikhlas dilakuin. Tapi, hikmahnya yang mengajarkan banyak pelajaran untuk menjadi kuat.


Saya mulai membawa sepeda saya berjalan. Ini orang sama sepeda kok jalannya bareng. Senyum indah, saya tebarkan kala mereka melihat saya menuntun si Sepeda. Jarak bengkel dengan rumah, sangat dekat jadi tak banyak keringat yang diperas.

Sepeda saya berikan sama si tukang bengkel, ia menerima dan langsung mengerjakannya. Nggak sampai 5 menit, rantai udah kelar diperbaikin. Cuma bayar 2 ribu. Baik banget nih om tukang. Rambut panjang ala harley davidson, tetap hati seperti samson masuk kota.

Selama 5 menit, saya sedikit berpikir, bengkel ini selalu ramei. Buka dari pagi hingga sore, bengkel ini sangat konsisten. Tapi, tetap aja bengkel ini kecil dan tidak terlalu bagus. Bermanfaat bagi orang memang tidak harus besar, dari kecil seperti inipun, bengkel ini udah banyak memberi manfaat.

Sama seperti dotsemarang sekarang ini. Hanya bermodal kos-kosan, saya selalu belajar bagaimana memberi terbaik bagi kota ini. Alangkah indahnya, melihat kota ini lebih baik daripada masa lalu ketika saya datang untuk pertama kalinya. Mudahan, kantor dotsemarang bisa bermanfaat seperti bengkel ini.

Begitulah cerita saya disela-sela rutinitas aktivitas yang saya kerjakan setiap hari. Kadang pake motor, jalan kaki maupun bersepeda. Semua memiliki resiko. Semua memiliki kelebihan. Tinggal kita mau ambil yang mana untuk setiap kelebihan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet