Postingan

Menampilkan postingan dengan label pria35tahun

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Teman Bicara

Gambar
[ Artikel 6#, kategori pria 35 tahun ] Apa kabar saya hari ini sebagai pria yang tahun ini kembali berganti umur? Tidak terasa, sudah harus bersiap merelakan pergi masa pria 35 tahun. Bagaimana, udah nemu seseorang yang bisa diajak sebagai teman bicara? Khususnya wanita? Saya bersyukur keadaan saya baik-baik saja dan masih diberikan kesehatan yang luar biasa. Saya harap begitu untuk diri saya di masa depan saat kembali membuka halaman ini. Seberapa baik pria? Dia datang tidak sengaja dan bukan orang baru kenal. Kami pernah bertemu, tapi hanya sekedar bertegur sapa. Karena kami kembali dipertemukan, saya pikir sedikit berkorban untuknya.  Saya kembali menjadi pria baik, mengeluarkan rupiah yang biasanya saya simpan untuk masa depan. Wajar ketika membangun hubungan melakukan banyak hal dan semua itu agar menjaga hubungan tetap terjalin. Hanya saja, saya tidak begitu baik kala kembali dilukai. Saya tidak ingin bucin seperti yang sudah-sudah. Yang pasti, saya tidak suka saat menar...

Lelah Juga Mengejar Cinta

Gambar
[ Artikel 5#, kategori pria 35 tahun ] Saya memutuskan rehat sejenak, memikirkan apa yang saya lakukan sekarang seperti tidak ada bedanya dengan yang kemarin. Berusaha, peduli, terlihat baik, menjadi lebih humoris, kekanak-kanakan dan segalanya dipertaruhkan ( alah paling bayar ongkos driver) . Lelah juga menjadi saya yang sekarang. Dia ternyata tetap mengabaikan saya. Pesan yang belum centang biru, meski kami sudah bertemu. Boleh dibilang, saya sedang menaruh minat kepadanya. Semenjak putus dengan mantan beberapa bulan lalu, akhirnya saya bisa lepas dari bayang-bayang mantan. Mantan memang yang terbaik, tapi dia sudah bukan milik saya dan sudah punya kekasih lagi. Ketika ada kesempatan datang, saya mengambilnya. Saya berusaha melakukan pendekatan. Toh, pengalaman masa lalu begitu banyak mengajarkan. Sangat mudah buat saya mendekatinya seharusnya. Terlalu baik Ia sangat baik, sering merespon dan mudah diajak berbicara. Namun pengalaman mengajarkan, bertemu lawan jenis yang terlalu baik...

Tips Mendapatkan Teman Saat Usia 30 Tahun

Gambar
[ Artikel 4#, kategori pria 35 tahun ] Meski kondisi setiap orang berbeda, terutama pria, saya harap tips ini berguna. Apalagi kondisinya seperti saya yang masih belum menikah dan lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.  Semakin bertambahnya usia, saya sadar tidak lagi ingin melakukan apapun yang berhubungan dengan banyak orang. Terutama hubungan pertemanan intens seperti saat berusia 20-an.  Mengenang saat itu, rasanya sangat menyenangkan. Bahkan rela tidak pulang hanya ingin merasakan kebahagiaan bersama teman-teman. Wajar kebersamaan saat itu dianggap sebagai keluarga kedua. Bergabung dengan klub, sesuai kesukaanmu   Saat ini saya benar-benar fokus pada karir. Melupakan pertemuan tidak penting dan berusaha menjaga pola hidup sehat sebagai aset berharga (investasi). Pertemanan yang saya ambil pun, lebih mencari untung ruginya sekarang. Apabila berhubungan dengan pekerjaan, saya pasti datang. Bila tidak, saya lebih baik baca komik di kamar seharian. Namun di...

Kekhawatiran Tentang Uang dan Keluarga

Gambar
[ Artikel 3#, kategori pria 35 tahun ] Andai waktu bisa diputar lagi, rasanya tidak ingin menyia-nyiakan uang. Apalagi bukan lahir dari golongan orang berada. Malah yang ada, orang tua utang sana-sni. Imbasnya sekarang, gali lubang tutup lubang.  Di umur 35 tahun, kekhawatiran belum menikah adalah hal besar yang ada dalam pikiran. Setiap pria maupun wanita bahkan. Hanya saja, kekhawatiran tentang uang adalah paling terdepan saat ini. Puncak segala puncak, terutama menyangkut keluarga. Tidak kompeten Andai orang tua memiliki kekuatan finansial, berapa rupiah pun yang saya dapatkan tentu sangat senang. Tapi sayang sebaliknya. Sebesar apapun yang didapat, sadar tidak sadar keluarga memerlukan. Bila ada sih tidak masalah. Nah kalau nggak ada, seakan dianggap tidak berbakti. Satu sisi sedang berusaha, satu sisi didorong pada ketidakputusasaan.  Percuma bekerja kalau tidak ada uangnya. Percuma mengejar passion, kalau akhirnya dipinjam uangnya tidak bisa. Dan seterusnya. Saya be...

Mandi Jam 2 Pagi

Gambar
[ Artikel 2#, kategori pria 35 tahun ] Tidak terasa tahun ini sudah memasuki tahun keenam di mana saya rutin mandi sebelum subuh. Dan sekarang setelah beberapa hari kemarin resmi berumur 35 tahun, saya pun masih rutin mandi dini hari. Kali ini jam 2 pagi. Apakah itu sangat dingin? Tidak juga, itu karena sudah biasa. Dan kondisi rumah juga bukan di dekat pegunungan. Saya jadi ingat saat nginap di hotel Garuda yang lokasinya berada di bawah gunung Telomoyo. Sumpah itu dingin banget. Nginjak lantai jam 2 pagi seperti mau jalan di sungai yang membeku jadi es. Meski dinginnya sampai ke hulu hati, saya tetap mandi. Ada air hangat di sana. Membangunkan diri Tentu mandi jam 2 pagi tidak masuk akal buat sebagian orang. Namun untuk saya yang bekerja dini hari, bangun pagi adalah tantangan yang berat. Kantuk hingga perasaan malas yang jadi satu kemasan, plus semisal ada kegiatan yang membuat tubuh lelah , bangun rasanya berat sekali. Mandi dini hari adalah salah satu cara untuk membangunkan dir...

Pria Menyedihkan

Gambar
Apa kabar saya hari ini yang ketika ditanya teman futsal suruh bawa teman untuk nambah pemain dijawab tidak punya teman? Bingung jadinya saat didesak karena tim benar-benar pas-pasan orangnya. Menyedihkan bila mundur ke belakang ketika masih banyak orang mengaku teman dan berseliweran di sekitar. Begitulah siklusnya, apalagi buat saya yang kebanyakan di rumah dan bekerja sendiri tanpa terlibat banyak orang. Membangun pertemanan di usia sekarang hanyalah sebuah kebutuhan karena adanya kepentingan. Lebih dari itu, saya memilih menyendiri dan bersenang-senang dengan sepi. Hari ini, perjalanan pria cancer telah berakhir dan berganti dengan tema pria menyedihkan . Entah apakah itu beneran menyedihkan atau hanya kiasan belaka bahwa di umur sekarang saya belum bisa seperti kebanyakan pria yang bangga dengan keluarga dan kemapanannya. Sekali seumur hidup, saya ingin sekali menikah. Tapi apa daya, semua kembali kepada Yang Maha Kuasa. Tak ada kekuatan kecuali ketulusan yang bisa ditawarkan. Sa...