Postingan

Menampilkan postingan dengan label kantor kecil

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Lebih Banyak Tisu

Gambar
Kadang sudah semangat berapi-api malah tertimpa sakit. Ada-ada saja hari ini. Sukses tubuh ini jarang sakit dalam beberapa bulan, masa harus mengalah dengan sakit pilek yang kecil.

Telur dan Mie

Gambar
Sukses dengan telur dan mie, kepercayaan diri tumbuh lagi untuk berkreasi kembali. Kali ini yang menjadi korban adalah mie goreng.

Nasi dan Telur

Gambar
Ada-ada saja kelakuan saya untuk menghemat keuangan. Demi menghemat, saya rela tidak makan siang dengan menggunakan uang. Malah bawa bekal sendiri dari rumah dan dibawa ke kantor. Menu sederhana sih, tapi cukup membuat kenyang. haha... rabu, 25 september 2013

Melawan Waktu dan Kata Hati

Gambar
Memang benar, keluar dari zona nyaman itu tidak enak. Seperti yang saya alami malam ini (24/9). Sendiri, sepi dan seolah mati rasa *kaki kebanyakan duduk. Disini, kantor dotsemarang, saya masih sendiri. Mencoba melawan waktu dan hati terkecil yang berkata, *ayoo pulang*. Melawan waktu itu seperti terkekang oleh kenikmatan. Mana ada pekerjaan yang sampai lembur harus dikantor kecuali orang bodoh yang terus meyakini keyakinan yang masih gamang alias tidak tentu. Melawan waktu ibarat juga, meninggalkan waktu makan malam. Padahal siang belum ada makan kecuali teh manis sambil ditemani para gadis. Terkahir, melawan kata hati. Ini paling berat dalam sebuah karir seseorang. Bagaimana kasur memanggil untuk ditiduri. Bagaimana rasa sendiri yang menyelimuti yang menginginkan kehadiran banyak orang disekitar. Semua itu saya lawan malam ini. Demi apa....?? Demi dotsemarang, itu saja. Demi buku-buku yang bertebaran dilantai kantor ini Demi pekerjaan yang kini tidak sesederhana...

Tarif Sewa Kantor "Naik"

Gambar
Kenaikan harga BBM yang akhirnya naik ternyata berimbas dengan naiknya tarif sewa kantor (Kos). Tarif dasar listrik menjadi penyebab utamanya karena sektor inilah yang sering digunakan. Jadi, mikir apakah akan terus bertahan atau pindah.

Rehat Dulu Bulan Puasa

Gambar
Akhirnya, lantai kantor ini bersih juga setelah beberapa hari tidak didatangin. Maklum, ini bulan puasa dan agak malas. Seharusnya tambah semangat sih, tapi mau gimana lagi. Udah pewe dirumah sendiri. Hanya ada suara tv yang sedang menyiarkan berita dan suara kipas yang paling berisik diantaranya. Selain saya yang ada disini, tak ada lagi suara-suara tawa dan ketak-ketik bunyi keyboard. Kini, kantor ini sudah berdebu. Seperti ditinggal penunggunya. Ismi direhatkan dulu Siapa yang tak kenal Ismi sekarang ini dimanapun ia berada kecuali mereka yang belum kenal dotsemarang atau kofindo. Sebelum puasa, dengan berart hati, saya harus merehatkan ia sejenak. Wanita berjilbab ini saya suruh fokus kuliah untuk satu semester. Itu artinya, aktivitasnya bersama dotsemarang terhenti saat ini termasuk kegiatan kofindo. Sebenarnya banyak faktor yang membuatnya saya rehatkan sejenak. Rehat disini bukan berarti menghilangkan ia dari daftar nama di dotsemarang cuma benar-benar istiraha...

CEO, Founder & Jurnalis n moderator, All in 1

Gambar
Saya tak bermaksud menyalahi kodrat untuk mengambil semua tugas. Yang saya tahu, dotsemarang harus bergerak. Mau sama siapa atau tanpa siapapun. Setidaknya, inilah dedikasi saya untuk sebuah pekerjaan. Saya hampir selesai membaca buku detikcom tulisannya pak Sapto. Beliau adalah orang detikcom saat awal-awal berdiri. Dari buku tersebut rasanya saya cengeng kalau mengeluh saat ini. Beliau lebih hebat lagi meski pekerjaannya fokus sama jurnalis dan internet. Membangun dari awal sebuah trend tentu harus berdarah-darah atau juga malah dapat keberuntungan. Tahun 2013, tahun dimana semuanya bekerja dan teman-teman saya mulai meninggalkan saya, pikiran saya hanya fokus, mau dibawa kemana dotsemarang. Sebagai CEO, saya menghandle berbagai pekerjaan yang biasa dilakukan dengan bertemu klien, menghandle konten, rekan dan event. Sedangkan sebagai founder, nilai tanggung jawab saya adalah mempertahankan bahwa dotsemarang tetap ada. Lalu jurnalis, mengingat saya sekarang hanya berempat, ada Ismi, A...

Keteteran Juga!

Gambar
Pagi Menerjang, seolah tertelanjangi. Duh, kebangun dipagi hari itu dah biasa, tapi kalau kebangun di kantor ini, kok jadi aneh. Badan kok remuk semua. Niatnya berkonsentrasi malah hidup kayak terasi, sepi dan basi.

Akhirnya, Tinggal Berdua

Gambar
Saya bangga sekali dengan apa yang saya kerjakan. Membangun kerajaan saya sendiri seperti mereka, orang-orang hebat yang udah berbuat. Saya kagum dengan google yang katanya saat berdiri dimulai dari garasi rumah. Rintangan terus mereka dapatkan, dan sekarang? Lihat saja, siapa mesin pencari raksasa saat ini. Jadi ingat waktu ditelpon orang rumah, khususnya ibu. Orang yang paling berharap anak-anaknya menjadi berguna meski dideadline untuk lulus dahulu. Saya hanya bilang, ini lho saya punya kantor sendiri dengan belasan orang didalamnya. Mereka bukan sekedar bekerja tapi mengikat diri sebagai keluarga. Waktu ternyata berlalu tanpa malu. Bulan Maret 2013, tepat ulang tahun dotsemarang. Saya sekarang cuma berdua. Orang-orang yang begitu dibanggakan kini hanyalah sebuah status di timeline atau photo kenangan yang tersimpan rapi di album facebook. Entahlah, semua orang berhak mengklaim diri mereka adalah benar. Tapi tak pernah ada yang merasa ada bersama dengan dotsemarang....

Kantor Kebanjiran, Syukurlah!

Gambar
Semarang benar-benar masuk dunia dalam berita. Istilah yang populer digunakan dalam sebuah program televisi, dunia dalam berita, di era TVRI masih mendunia. Kemarin, perjalanan hari kedua dibulan Maret (1/3), kota ini diserang banjir dimana-mana. Alhasil, kantor dotsemarang juga ikut kebanjiran. Semua berawal dari sore yang begitu indah. Tak begitu banyak orang memprediksi, kota industri ini akan dihinggapi banjir yang cukup besar. Lupakan berita beberapa hari kemarin kala stasiun Tawang kebanjiran, tapi banjir ini, pertama kalinya mengungguli daftar klasmen sementara untuk paling besar. Dampaknya, saat saya pulang ke rumah *sendiri, jalanan yang lempeng menjadi bergelombang. Ah, mungkin ini hanya disini saja. Saya sampe lupa kalau kantor akan terkena dampaknya. Sabtu pagi (2/3), saya seperti biasa datang ke kantor sekedar menuntaskan tugas sebagai blogger. Pemandangan yang tak biasanya cukup membuat perasaan was-was. Kasur, lemari dan beberapa perangkat lainnya ada dilua...

Mengawinkan Modem Dengan Router Wifi di Kantor

Gambar
Saya adalah tipe orang yang suka berimprovisasi. Seperti gambar ini, mengawinkan modem internet merek nokia dengan modem router Wifi yang memiliki fasilitas Hotspot, dan powerbank. Hasilnya, internetan dengan wifi.

Nonton Film India Berdua

Gambar
Sore dikantor, Rois & Amar asyik berdua nobar film india. Kebenaran ada film baru dari Sharukhan yang judul nya Jab Tak Hai Jaan. Wah, saking romantisnya film ini membuat mereka Nonton berdua :)

Makan Pizza Bareng

Gambar
Alhamdulillah ada rejeki sedikit bisa ajak rekan-rekan kantor makan disini. Mudahan dengan kedekatan ini bisa semangat bekerjasama dalam tim.

Harus Terus melangkah

Gambar
Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. Tetap semangat untuk memulai hal yang dimulai dari kecil agar menjadi besar.

Hambatan Pertama Dalam Karir Profesional

Gambar
Tak peduli apapun pekerjaan kita, moral etika profesional harus dijunjung tinggi. Hanya dengan integritas yang kuat, jenjang karir dan kualitas kesuksesan kita pasti akan meningkat.

09:00 - Antara Obsesi dan Ambisi

Gambar
Karena obsesi, waktu bagi saya adalah uang. Waktu seolah bekerja disekitar saya tanpa mengenal ampun. Waktu tak mengenal belas kasih atau menunggu. Yang jelas, waktu lebih saya hormati ketimbang pacar sekalipun.

Kerja Keras di hari Sabtu - Dampak LBI

Gambar
Andai saya disuruh milih, hari sabtu rasanya pengen tidur seharian. Namun, itu hanya mimpi disiang bolong. Program Liga Blogger Indonesia harus dikerjakan. Saya bersama teman-teman harus menseleksi satu demi satu setiap postingan. Inilah suasana dikantor di hari sabtu.

Anggota Komunitas Harus Tahu Visi Komunitas

Gambar
Seberapa besar cinta anggota terhadap komunitas? Seberapa besar pengorbanan anggota terhadap komunitas? Jika tidak memiliki hati dalam berkomunitas, pastilah senang-senang didapat. Sedikit pengalaman menarik di sabtu (5/11) sore. Manusia hakekatnya adalah makhluk sosial. Mahkluk yang tidak bisa hidup sendiri. Jika sendiripun, pasti tetap berinteraksi. Ditambah dengan adanya media sosial, kebanyakan orang sekarang kepo sendiri meski senang dengan diri sendiri.

Menjadi Pionir

Gambar
Gemericik air diluar kantor sepertinya menghangatkan suasana yang ada didalam. Dua orang laki-laki berada dikantor memberi kesan janggal bagi orang yang melintas begitu saja. Untungnya ini kantor bukan tempat mesum atau karaoke plus-plus.

Boxer, kantor dan gladiator

Gambar
Perkiraan cuaca hari ini terang. Tapi saya tidak menyangka jika terangnya matahari harus berimbas celana panjang yang mau saya pakai malah bolong dibelakang. Tragisnya, celana ini celana terakhir yang bisa saya gunakan untuk ke kantor. Nasib apesnya lagi, pakaian laundry ketinggalan di kantor, kemarin. *histeriss tapi gak juga sih