Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pria 31 Tahun

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menikahi Wanita Berarti Menikah Dengan Semua yang Menyayanginya

Gambar
[ Artikel 10#, kategori pria 31 tahun ] Saya seperti terdampar di sebuah tempat yang tidak ada jaringan Internet. Saya seperti hidup tak segan, mati pun enggan. Padahal kehilangan beberapa hari tidak menulis bukan karena itu penyebabnya. Ketakutan tentang kehilangan motivasi menulis blog rasanya mulai terasa gejalanya. Lama nggak update blog, saya malah membawa tulisan yang agak berat bagi nalar yang merasa benar. Saya banyak bertemu orang-orang ini yang entah sejak kapan yang awalnya saya hormati berubah tidak hormat karena mengurusi hidup orang lain. Mereka seolah paling benar karena sudah melakukan. Saat tulisan ini tuangkan, saya sedang bersepeda membeli makanan kucing. Jembatan yang saya lewati penuh warna-warni yang seolah mengatakan begitulah hidup yang harus manusia jalani. Tiap berpapasan dengan pengendara sepeda motor khususnya wanita yang terlihat menarik saya selalu tertarik dan rasanya, ingin segera menikahinya. Konyol dan bodoh. Pemikiran itu akhirnya dip...

Fisik yang Menipu

Gambar
[ Artikel 9#, kategori pria 31 tahun ] Beberapa bulan menjelang pergantian umur, saya sepertinya merasa malu-malu ketika berjumpa dengan banyak orang yang baru bertemu tidak menyangka saya sudah berumur 30 tahun ke atas.  Saya yakin, kamu pun begitu saat pertama bertemu saya. Ini bukan satu atau tiga kali, berkali-kali. saya harus memaklumi semua pemikiran mereka dan mengakui bahwa fisik saya memang menipu. Seharusnya itu adalah sebuah pujian dan didambakan banyak orang yang mengagungkan hidup abadi alias ingin dilihat awet muda. Saya sempat berpikir ke sana. Hanya saya untuk menyetujuinya, saya ragu dan khawatir. Saat bermain futsal jumat kemarin (9/2), fisik saya kembali drop dan tak menyelesaikan permainan yang lama saya nanti akibat cedera. Seminggu libur tak menyangka bahwa stamina saya kedodoran. Kembali Futsal dan Cedera Pemain senior yang awalnya bermain dengan saya dan sudah selesai, berganti tim , bertanya tentang umur saya yang terlihat muda namun m...

Kekhawatiran Terhadap Waktu yang Semakin Cepat

Gambar
[ Artikel 8#, kategori pria 31 tahun ] Berada di umur segini ( 31 tahun ), saya mulai lebih banyak memikirkan waktu. Entah karena saya saja yang banyak melakukan aktivitas dan tanpa sadar waktu berjalan lebih cepat. Atau memang bumi yang semakin berubah yang berdampak waktu jadi lebih cepat dari biasanya. Tanpa pasangan, meski saya merindukan suasana saat berdua , saya semakin sadar bahwa hidup saya kurang menarik, hampa dan sedikit berantakan. Melihat dapur yang tidak pernah beres, miris rasanya sebagai pria. Waktu seolah tertawa dan tak pernah berbohong bahwa orang yang tidak mengikuti iramanya akan tertinggal dan tanpa ampun. Saya berharap punya mesin waktu memikirkan waktu. Andai saya mengerti bahwa semakin dewasa seorang pria maka ia semakin khawatir soal waktu, mungkin saya tidak akan banyak menghabiskan waktu dengan percuma. Masa remaja untuk menemukan jati diri, masa muda untuk menemukan waktu abadi (karir dan pasangan) dan masa tua untuk menikmati hasil. Saya...

Berkencan Dengan Penyiar Radio

Gambar
[ Artikel 17#, kategori cinta ] Lama tak bercerita tentang cinta. Jangankan bicara cinta, untuk berkencan saja sangat sulit akhir - akhir ini. Yah, berkencan. Kata yang paling nyaman dikatakan saat mengajak seorang wanita duduk berdua di depan mata sambil bicara tentang kehidupan.  Saya ingin mundur ke belakang dengan latar suasana lampu remang - remang. Tenang, masih banyak orang disekitar dan tempatnya bukanlah sesuatu yang negatif seperti yang kamu pikirkan. Ini tempat sebenarnya sering saya lewati, letaknya berada di pusat kota. Dimana banyak orang-orang suka. Waktu itu cuaca sangat cerah dan saya sudah bersama seorang wanita. Segelas kopi yang kami pesan dengan laptop di atas meja, kami sedang ngobrol ngalur ngidul. Impian saya berkencan dengan penyiar radio sepertinya terkabulkan. Semoga harapan tersebut tidak berakhir tragis seperti yang sudah - sudah. Ia bukan wanita idola yang biasa ada di televisi saat iklan Shampoo dengan rambut hitam indah. Ia tertutup ...

Impian Pernikahan Pria 10%

Gambar
[Artikel 6#, kategori pria 31 tahun] Saya memikirkan bagaimana keluarga saya saat menikah nanti. Si Istri adalah wanita modern yang menyukai pekerjaannya dan baginya, pekerjaan adalah hidupnya. Sosok seperti ini mengingatkan saya pada istri David Beckham. Sedangkan saya sendiri? Menikah, semua orang menginginkannya. Begitu juga saya, meski diusia saat ini tidak mudah. Tapi saya tetap berharap beberapa tahun mendatang, saya bisa menikah dengan seorang wanita (tentu saja). Saya suami yang akan menghabiskan banyak di dalam rumah Kenyataannya tidak seperti apa yang saya bayangkan bila merujuk profesi saya saat ini, blogger. Terkadang saya malah kebanyakan keluar rumah saat ada liputan, undangan launching atau mendatangi event yang tidak terduga.  Tapi sejatinya, saya menyukai rumah. Ngeblog paling nyaman memang di rumah. Bila lelah ngeblog, saya akan beraktivitas layaknya ibu rumah tangga seperti bersih-bersih dapur, kamar mandi, memasak air, hingga memotong rumput ...

Usia Anak, Salah Satu Alasan Cepat Nikah

Gambar
Seperti biasa, saya terlibat obrolan seru dengan pengemudi taksi berbasis aplikasi online yang beberapa kali saya gunakan. Malam ini, saya mendapat driver pria muda yang umurnya lebih tua dari saya namun beda beberapa tahun saja. Obrolan kami malah nyasar tentang alasan menikah. Saya baru selesai berkunjung ke Jateng Fair 2017. Entah karena saya apes salah milih hari atau memang waktunya kurang tepat, pengunjung masih sepi-sepi saja. Pikiran saya malah galau, bagaimana saya menulis ini bila panggung yang saya lewati tadi, benar-benar tanpa penonton (selain operator dan panitia). Mobil yang saya pesan sudah tiba beberapa saat setelah saya menunggu di depan pintu gerbang. Kami sempat terlibat obrolan seru tentang dunia blogging. Saya pikir pertanyaan blog dari dulu sampai sekarang masih sama, bagaimana mendapatkan penghasilan dari blog?  Saya jadi bingung menjelaskannya. Mungkin nanti saya buatkan artikel lain, mengingat pertanyaan ini selalu dilontarkan kepada saya....

Sensitif Terhadap Dapur yang Kotor

Gambar
[ Artikel 4#, kategori Pria 31 tahun ] Katanya kalau nggak kotor itu nggak belajar. Sampai istilah tersebut diplesetkan menjadi sesuatu yang menyeramkan terhadap perempuan. Bisa kamu tebak sendiri maksud saya tersebut dengan kata-kata noda. Apakah kamu pemerhati dapur seperti saya? Sebagian pria, salah satunya saya, paling tidak suka melihat dapur berantakan akhir-akhir ini. Selain terlihat jijik, ada perasaan nggak nyaman saat berada di sana. Mungkin sudut pandang saya benar, tapi tidak dengan orang lain yang sedang berusaha menghasilkan karya lewat masakannya. Ada dua persepsi yang membayangi saya soal dapur kotor. Apakah saya harus memaksakan semua penghuni dapur untuk membersihkan setelah memasak, yang artinya ini bisa terlihat saya jahat. Dan satunya lagi, membiarkan tetap berantakan sampai orang yang memasak tadi sadar sendiri. Kedua opsi tersebut sepertinya tidak bakal terjadi. Dan saya sebaiknya melakukan apa yang dikatakan hati nurani saya sendiri. Setidaknya,...

[Masih] Pria Biasa

Gambar
[ Artikel 3#, kategori Pria 31 Tahun ] Awal Agustus, ini berarti saya sudah melewati hari-hari krusial sebagai pria dewasa berumur 31 tahun. Tidak ada bedanya keseharian saya dengan umur sebelumnya, kecuali memikirkan bagaimana bekerja lebih keras lagi.  Saya masih mencintai Pagi, Dan saya juga masih rutin bersepeda Rutinitas dini hari saya juga masih sama. Yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah angka 1 dibalik umur saya. Serius, saya tak banyak berubah. Tapi saya bersyukur, rambut saya masih tebal. Beberapa minggu perjalanan saya diumur yang bertambah ini, saya bertemu dengan seseorang dari masa lalu. Seorang wanita cantik, tubuh ideal dan kini, ia lebih religi ketimbang beberapa tahun lalu. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk mengucapkan apa kabar. Karena orangnya memang ramah, komunikasi kami sangat lancar. Hanya saja saat disinggung soal masa depan, perempuan kenalan saya ini yang masih single sudah punya impian sendiri seperti apa pria pe...

Pria Kadaluwarsa (31 Tahun)

Gambar
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, meski sebelumnya saya sudah mengucapkan selamat datang pada diri saya sendiri lewat postingan yang saya post bulan Juni kemarin. Lewat halaman ini, saya ingin mengucapkan kembali 'Selamat datang pria kadaluwarsa' yang tahun ini berusia 31 tahun.  Sudah dengar lagu Too Long to be Alone yang dinyanyikan OM PMR feat Kunto Aji. Lagu yang bisa kamu lihat di bawah ini nanti merupakan karya Orkes Moral Pengantar Minum Racun, gubahan dari lagu “Terlalu Lama Sendiri” yang diciptakan dan dipopulerkan oleh OM PMR feat Kunto Aji. Liriknya nyentil banget dengan kehidupan saya saat ini. Tapi tetap asyik didengarin, balutan musik yang terdengar mirip dangdut dan suara khas Kunto Aji membuat siapa saja pasti menyukainya. Lalu, apa hubungannya dengan lagu ini dan diri saya saat ini yang merayakan kehidupan baru untuk tulisan di blog ini? Itu...lirik lagunya. Bunyinya seperti ini : Sudah terlalu lama sendiri lama-lama bisa jadi m...

Selamat Datang Pria Kadaluwarsa (31 Tahun)

Gambar
Sepertinya saya harus sudah bersiap mengucapkan selamat tinggal pada catatan saya ' Selamat Datang Pria Masa Kini (30 Tahun) ' yang saya posting setahun lalu. Dan saya sudah punya penggantinya yang nantinya akan menemani saya tahun ini hingga tahun depan. Semoga saya bisa lebih baik lagi. Bicara kadaluwarsa tentu bicara tentang hal-hal yang sudah basi alias sudah lewat dari tanggal masa produksinya. Bila dikaitkan dengan ide saya ini, pria kadaluwarsa, saya memaknainya sebagai pria yang lewat dari masa nikah idealnya saja.  Saya sempat berharap beberapa tahun lalu bahwa saya punya impian menikah di usia 30 tahun. Namun seiring waktu, angka 30 ini akan segera berakhir. Saya tidak menyesal dengan diri saya yang selalu melihat teman-teman seangkatan sudah pada menikah dan punya anak. Tapi sebagai pria, tetap saja ada kesedihan tersendiri. Setidaknya melihat mantan bahagia lebih baik ketimbang mendengar lagu ST12 yang sedih mendayu-dayu saat ditinggal pasangannya men...