Postingan

Menampilkan postingan dengan label kenangan

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Juke Beneran Dijual

Gambar
[ Artikel 63#, kategori rumah ] Kenapa sih orang-orang mudah membuang sesuatu yang memilki kenangan sangat berarti. Jika masalah ekonomi jadi penentu, lalu bagaimana dengan kendaraan yang saya miliki, tapi bukan saya yang menjualnya? Rasanya saya tidak akan melupakan kejadian motor yang dijual seumur hidup saya. Tapi, sudahlah. Cukup saya saja yang menyimpannya.  Juke akhirnya dijual Tahun 2020, sebenarnya saya sudah mengucapkan selamat tinggal pada mobil merah yang dimiliki anak sang pemilik rumah. Eh, ternyata tidak jadi dijual saat itu. Nah, sekarang. Itu benaran terjadi. Sangat cepat, sat set tanpa saya sadari malah. Memang sih kondisinya sudah tidak bagus lagi. Sudah seharusnya untuk dijual, apalagi ini kendaraan yang memiliki kondisi 5 tahun kudu ganti biasanya. Berbeda dengan para kolektor seperti mobil mewah atau klasik, mereka pasti tidak peduli dengan berapa lama kendaraannya. Sedih juga sih merelakannya dijual meski bukan milik pribadi. Sudah tidak ada lagi mobil warna m...

Mio Menghilang

Gambar
[ Artikel 2#, kategori kenangan ] Entah apa yang dipikirkan seseorang yang tanpa sadar melakukan sesuatu hal yang tidak bisa dinalar. Seakan baik-baik saja dan tanpa dosa. Saya menangis karenanya dan kembali mengutuk diri sendiri betapa sulitnya mempercayai seseorang. Sepertinya saya tidak pernah berubah sejak tinggal di Ibu Kota ini. Saya tidak meyangka kekhawatiran saya terjadi. Saya tahu keadaannya memang sudah diwanti-wanti untuk segera menjual motor kesayangan yang sudah saya miliki awal datang ke Kota Semarang, Mio. Namun bukan begitu caranya. Mio saya menghilang tanpa ada pemberitahuan kepada saya sebagai pemiliknya. Parahnya, itu diberikan begitu saja kepada orang lain. Kenangan, perjuangan dan sejarah panjang Saya ingin marah sejadi-jadinya dengan apa yang dilakukannya. Namun rasanya percuma dan mio yang sudah tidak akan bisa kembali pulang. Semisal kembali pun, apa yang harus saya lakukan karena kondisinya tidak bisa digunakan. Saya berperang dengan akal sehat sendiri. Sa...

Mio, Sebuah Kenangan

Gambar
[ Artikel 1#, kategori kenangan ] Kendaraan pertama yang saya miliki saat tinggal di Kota Semarang awal-awal adalah Mio putih ini. Bukan hanya sebagai teman, tapi sebuah kenangan yang masih tinggal bersama saya. Sayang, ia sekarang tidak terurus. Orang-orang rumah meminta saya segera menjualnya. Entah apa yang mereka pikirkan tentang kendaraan ini yang terbelengkalai di belakang rumah. Rongsokan, motor tidak bisa dipakai atau sampah? Kenangan Lagi, saya diminta untuk segera menyingkirkan barang paling berharga yang saya miliki. Jual saja, itu permintaan yang sering saya dengar setahun belakangan ini. Mereka seperti melihat sampah yang menganggu pemandangan tanpa melihat saya sebagai pemiliknya. Memang saya dibelikan waktu itu, tapi haknya tetap milik saya sebagai pemilik. Terlalu banyak kenangan yang dibuat dengan kendaraan merek Yamaha ini. Dari perjuangan kuliah, pacaran hingga membangun rekan-rekan sampai luar kota. Kenangan tidak bisa dibeli dan tidak bisa diulang kembali. Itu yang...