Postingan

Menampilkan postingan dengan label keuangan

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger

Gambar
[ Artikel 26#, kategori Keuangan ] Bulan Juni ini membawa saya pada sebuah titik yang tidak pernah saya duga sebelumnya tahun ini. Untuk pertama kalinya, tagihan bulanan saya resmi menembus angka di atas 1 juta rupiah. Angka yang bagi sebagian orang mungkin terdengar kecil, namun bagi seorang konten kreator independen yang arus kas masuknya sedang seret di tahun 2026 ini, angka tersebut terasa begitu menekan dada. Ini adalah keputusan pinjaman tunai ketiga saya melalui SeaBank sepanjang tahun ini. Sebuah langkah darurat yang terpaksa diambil. Siklus Berkejaran dengan Angka Jujur saja, pinjaman ketiga ini hadir bukan untuk memenuhi keinginan, gaya hidup, atau barang-barang tersier. Mayoritas dari dana ini langsung dialokasikan untuk menutup tagihan dari pinjaman bulan-bulan sebelumnya—sebuah siklus klasik yang jamak disebut "gali lubang tutup lubang". Namun, di balik kepedihan siklus tersebut, ada rasa syukur karena dana ini juga yang memastikan kebutuhan premier saya tetap te...

💸 Mengambil Pinjaman Kedua di Tahun 2026: Sebuah Langkah Berat demi Bertahan

Gambar
[ Artikel 25#, kategori Keuangan ] Tahun 2026 baru saja dimulai, namun sebuah keputusan sulit harus kembali diambil. Sulit dipercaya rasanya harus kembali menempuh jalur ini begitu cepat. Secara realistis, meski ada pemasukan dari pekerjaan, nyatanya angka-angka yang masuk belum mampu menutup seluruh kebutuhan yang ada. Keputusan untuk mengambil pinjaman baru ini dilakukan sebagai langkah darurat demi menutupi tagihan pinjaman online lainnya. Ini adalah sebuah lingkaran yang saya sadari konsekuensinya: tagihan akan semakin membengkak. Ada rasa ketidakpastian yang besar mengenai bagaimana hari-hari ke depan akan berjalan saat waktu jatuh tempo itu tiba. Realita dan Harapan di Tengah Tekanan Berharap pada bantuan keluarga, dalam hal ini Bapak, juga bukan perkara mudah. Ada dilema besar ketika melihat kondisi beliau yang sebenarnya juga sedang tidak baik-baik saja, namun di sisi lain masih harus memikul beban untuk anggota keluarga yang lain. Harapan saya saat ini adalah munculnya pintu-p...

🏠 Harapan yang Menepi di Awal Tahun

Gambar
[ Artikel 24#, kategori Keuangan ] Awal tahun 2026 ini terasa sedikit berbeda. Saat sedang menempuh perjalanan menuju sebuah acara, ponsel saya bergetar. Karena kebetulan jalanan sedang sepi, saya memutuskan menepi sejenak untuk memeriksa WhatsApp. Ada dua pesan masuk dari nama yang sangat familiar: pemilik rumah—atau lebih tepatnya, keluarga sendiri. Isi pesannya seragam, menanyakan kontak seseorang yang berkaitan dengan urusan perumahan. Jujur, ada sedikit debar di hati. Apakah ini pertanda baik? Dengan sabar, saya cari kontak yang dimaksud, mengirimkannya kembali, dan melanjutkan perjalanan dengan sejuta spekulasi di kepala. Ternyata Memang "Nothing" Saya sempat mengira instruksi tadi adalah pembuka untuk kabar baik lainnya. Namun, setelah ditunggu, ternyata memang tidak ada apa-apa. Termasuk rutinitas kecil yang biasanya ada: jatah bulanan . Biasanya, si bungsu—anak pemilik rumah—rutin membagikan paket kecil berisi mie instan, kopi, atau teh . Namun, hingga detik ini, su...

🧗 Memilih Bertahan: Realitas Blogging dan Pinjaman Pertama di Tahun 2026

Gambar
[ Artikel 23#, kategori Keuangan ] Andai saja arus kas masuk berjalan rutin, tentu saya tidak akan kembali menyentuh pinjaman. Namun, realitas pekerjaan yang sedang lesu memaksa saya untuk mengambil langkah ini. Bagi sebagian orang, pinjaman online (pinjol) mungkin dianggap bukan solusi, bahkan dicap sebagai penyakit yang perlahan menggerogoti hidup. Namun, dalam posisi terjepit, saya memilih untuk melangkah sembari berucap bismillah . Mari tetap berjalan. Dulu, ungkapan "mati satu tumbuh seribu" terasa heroik. Kini, frasa itu justru memiliki konotasi negatif jika dikaitkan dengan siklus pinjol yang seolah tak ada habisnya. Saya sadar sepenuhnya saat mengambil pinjaman baru di awal tahun 2026 ini. Menghidupi aktivitas blogging dan keseharian memang butuh modal yang nyata. Kuota internet, biaya transportasi, hingga asupan makanan dan minuman yang baik demi menjaga mood menulis, semuanya membutuhkan biaya. Bergantung pada Keberuntungan dan Kerja Keras Saya bukan seorang pewari...

🍜 Sajian Mie Instan di Bulan ke-14 Perjalanan Keuangan Saya

Gambar
[ Artikel 22#, kategori Keuangan ] Menyentuh Garis Finis... atau Garis Lapar?  Sungguh, saya sempat membayangkan sudah lama sekali tidak menyentuh mie instan dalam bungkus. Perasaan ini muncul begitu saja, apalagi setelah saya selesai bermain bola di lapangan mini soccer . Rasa lelah bercampur lapar memang kombinasi yang berbahaya. Padahal, jika diingat-ingat, bulan lalu saya sudah memakannya. Dorongan itu akhirnya tidak tertahankan. Setelah pulang, saya memaksakan diri membeli satu bungkus: mie goreng Cap Sukses yang dimasak dengan tambahan telur. Rasa lelah yang mendera, berpadu dengan perut yang kosong, menjadikan masakan sederhana ini terasa sangat nikmat . Momen kecil yang berharga. Rezeki Tak Terduga dari Jatah Bulanan Keluarga Beberapa hari kemudian, saya justru menjadi orang yang tidak sabaran. Mengapa? Karena saya mendapat jatah bulanan belanja dari keluarga . Saya sampai lupa sendiri bahwa keluarga punya kebiasaan belanja rutin tiap bulan. Dari sekian banyak makanan dan ...

📱 Cicilan HP Lunas: iPhone 6S Sampah dan Realita Kerja Blogger

Gambar
[ Artikel 21#, kategori Keuangan ] Waktu terasa melesat begitu cepat. Tanpa terasa, cicilan HP yang saya mulai tepat Desember 2024, akhirnya terbayar lunas juga di bulan ini, Desember 2025. Proses setahun penuh ini memang tidak mudah, terutama mengingat kenyataan pahit: HP yang saya cicil itu sekarang malah berakhir menjadi sampah . Rasa lega kini perlahan menghampiri. Ya, sedikit lega, karena jujur saja, masih ada beberapa tagihan cicilan lain yang siap menyambut di tahun 2026. Bukan lagi soal gadget , tetapi bebannya terasa sama. Dulu, saya sering membayangkan menulis blog sebagai jalan pintas menuju penghasilan besar. Saya bermimpi menabung, menjadi kaya, memiliki kekuatan finansial , dan segala khayalan indah lainnya. Namun, kini saya hanya bisa berpasrah diri pada realita. Tujuan utama kerja sebagai blogger malah berubah menjadi alat untuk melunasi cicilan tiap bulan. Sebuah dilema besar yang harus dihadapi. Saya merasa terperangkap justru karena hal-hal yang tidak saya rencan...

Pinjaman Ketiga di Tahun 2025

Gambar
[ Artikel 20#, kategori Keuangan ] Kali ini, saya memutuskan untuk mengambil pinjaman lagi, tetapi bukan dari SeaBank Pinjam. Saya beralih ke SPinjam milik Shopee karena pertimbangan biaya yang lebih ringan dan jadwal pembayaran yang baru dimulai bulan depan. Lantas, bagaimana kondisi finansial saya saat ini? Belakangan ini, saya merasa terbiasa dengan siklus "gali lubang tutup lubang." Meskipun saya menyadari risikonya, saya sulit menolak ketika segala harapan terasa jauh dari kenyataan. Jika bukan karena terpaksa, saya pun tidak akan mau mengambil pinjaman ini. Terutama karena sejak pinjaman kedua di bulan Mei lalu, cicilan bulanan saya sudah sangat besar. Dengan adanya pinjaman ketiga ini, saya hanya bisa berharap rezeki saya selalu lancar agar bisa terus menambal semua kebutuhan. Saya tetap berjuang dalam kondisi sekarang, terutama dengan profesi saya sebagai blogger . Jika ditarik mundur, keputusan saya untuk menggunakan pinjaman online  berawal dari ulah dua adik saya ...

Juli 2025, Penghasilan Adsense Terendah!

Gambar
[ Artikel 172#, kategori dotsemarang ] Pagi ini saya buka dashboard Google Adsense, dan… astaga, rasanya kayak ditampar realita. Penghasilan blog di bulan Juli 2025 ini bikin rekor terendah sepanjang sejarah ngeblog saya. Bayangin, cuma Rp7.000! Iya, tujuh ribu rupiah, bukan tujuh juta.  Bukan cuma di bawah ekspektasi, tapi udah di bawah tanah! Selama ini saya pikir penghasilan belasan ribu per bulan di tahun 2025 udah cukup bikin nelangsa. Eh, ternyata Juli kasih kejutan: lebih rendah lagi! Buah yang jatuh dari pohon ternyata bisa lebih jauh dari yang dibayangkan, ya.  Dengan Rp7.000, mau beli apa? Beras 1 kg aja masih kurang, apalagi mimpi beli kopi kekinian biar bisa nulis blog sambil ngopi-ngopi estetik. Sebagai blogger sejati (atau mungkin blogger nekat?), realita ini bikin saya mikir keras.  Dulu, mimpi ngeblog itu tentang berbagi cerita, pengalaman, sambil nyanyi-nyanyi kecil kalau Adsense ngasih gajian. Tapi sekarang? Jalan menuju payout Rp1,3 juta dari Goog...

Merayakan Satu Tahun Keuangan (Entah Apa yang Dirayakan)

Gambar
[ Artikel 18#, kategori Keuangan ] Sudah setahun berlalu, ya? Rasanya baru kemarin saya memulai babak baru ini. Babak di mana duit bulanan dari pemilik rumah tiba-tiba lenyap, digantikan dengan kenyataan pahit yang bikin isi dompet kering. Awalnya kaget, tapi lama-lama saya mulai terbiasa dengan keadaan ini. Setidaknya, saya masih berharap ada cahaya di ujung terowongan. Ini bermula sejak pemilik rumah pensiun. Otomatis, jatah bulanan yang selama ini jadi napas saya ikut terhenti. Sejak saat itu, setiap hari adalah perjuangan. Saya bahkan sampai menuliskan semua drama ini dalam sebuah catatan harian yang saya beri judul: Seni Bertahan Hidup . Tujuannya sederhana, agar saya tidak merasa sendirian dan barangkali, cerita ini bisa berguna bagi orang lain yang mengalami nasib serupa. Gali Lubang, Tutup Lubang Dulu, impian saya setinggi langit. Berharap dari blogging bisa beli apa pun yang saya mau. Sekarang, dapat sedikit penghasilan saja sudah bisa membuat saya menarik napas lega. Sepan...

11 Bulan: Mata Air di Padang Pasir

Gambar
[ Artikel 17#, kategori Keuangan ] Kedatangan pemilik rumah—keluarga—bagaikan mata air yang menyegarkan di tengah padang pasir kehidupan. Apakah ini akhir dari penantian panjang, atau hanya oase sementara?  Bulan ke-11 menjadi titik balik, memutus rantai kepasrahan dan mengajarkan hikmah berharga: kesabaran adalah kunci. Selama kita bertahan, esok yang lebih baik pasti tiba. Indah pada waktunya. Kelegaan Sementara Kehadiran mereka membawa kehidupan baru. Berat badanku bertambah, seolah aku kembali ke masa sebelum bulan ke-11 ini. Meja makan yang biasanya sepi kini penuh hidangan mewah.  Stok dapur yang tadinya sunyi kini berlimpah. Pemandangan langka yang menghangatkan hati, mengobati rindu akan kebersamaan dan kelezatan yang lama hilang. Bayang-Bayang Ketidakpastian Namun, meski perut terpuaskan, dompetku masih kosong. Penghasilan sebagai blogger belum stabil, pemasukan pun serupa fatamorgana—terlihat dekat, namun sulit digapai.  Ketika keluarga pergi nanti, aku tah...

10 Bulan

Gambar
[ Artikel 16#, kategori Keuangan ] Di tengah ketidakpastian keuangan, saya terpaksa mengambil risiko besar. Pilihan lain seolah tak ada. Berharap pemasukan bulanan kembali seperti dulu terasa mustahil. Semoga keberuntungan di bulan Mei ini segera datang. Sudah bulan kesepuluh. Pemasukan rutin yang saya nantikan tak seberapa, tapi cukup untuk membeli beras 5 kg seharga 75 ribu rupiah. Entah apa yang ada di pikiran mereka? Saya seperti terjebak dalam situasi yang saya ciptakan sendiri. Meminta bantuan bukan pilihan, apalagi sekadar berharap—itu terasa jauh lebih tidak mungkin. Hemat, hemat, hemat! Belakangan, saya menjual beberapa barang untuk menambal keuangan. Fokus saya kini adalah mengurangi pengeluaran sebisa mungkin. Namun, nafsu makan saya justru meningkat. Apakah karena menu harian hanya nasi dan tempe? Saya mulai khawatir, terutama setelah mengambil pinjaman kedua di tahun ini. Pengeluaran bulanan terus melampaui pendapatan. Saya bertahan, tapi rasanya seperti terkekang. Tahun 2...

Pinjaman Kedua di Tahun 2025

Gambar
[ Artikel 15#, kategori Keuangan ] Benar-benar tidak ada pilihan dan saya melakukannya yang seharusnya tidak dilakukan. Bebannya lebih besar. Dan saya harap dapat melewatinya kelak apabila yang dikhawatirkan terjadi. Keuangan saya benar-benar semakin rusak. Niat baik saya ingin membantu orang tua, si Bapak , malah berujung nestapa. Beliau terus beralasan ingin mengembalikan dan juga dengan meng-imingi nominal besar nantinya saat sudah waktunya. Kenyataannya, saya terdesak. Waktu bayar pinjaman online tiap bulan sudah diujung tanduk. Uang yang diharapkan kembali untuk memberi nafas sesaat juga tak kunjung datang. Akhirnya memutuskan gali lubang tutup lubang kembali. Mari kita catat hari ini, 7 Mei 2025. Jika dihitung-hitung, uang pinjol ini akan berakhir masa pinjamnya tahun depan. Dan ini pinjaman kedua tahun 2025. Benar-benar kudu bayar double.  Dan uang ini akan hanya bertahan hingga bulan Agustus jika sampai saya masih tidak ada pemasukan. Saya malu kepada diri sendiri, apa...

9 Bulan : Dapat THR?

Gambar
[ Artikel 14#, kategori Keuangan ] Lebaran Idulfitri yang diharapkan ternyata tidak sesuai. Momen bahagia yang dibagikan seakan hanya pemanis bagi yang merayakan. Tertunduk lesu karena harus mencari ide agar dapat terus bertahan hidup dari hutang. Saya tidak menyangka di umur sekarang masih mendambakan diberi THR atau Tunjangan Hari Raya. Padahal dari segi umur sudah tidak muda lagi dan dianggap mandiri. Namun kenangan indah masa anak-anak yang begitu menyenangkan ternyata hanya jadi beban di umur sekarang. Saya pikir dapat mengulangnya kembali, ternyata benar-benar seakan disuntik mati.  Permasalahan lain Bulan ini sudah berjalan ke-9, beberapa bulan lagi akan genap setahun. Dari sisi kalender masehi, ini pun belum setengah tahun. Tapi perasaan was-was makin mengkhawatirkan. Gagalnya mendapatkan THR memang sudah diprediksi meski tetap berharap lebih. Saya pasrah dengan keadaan dan terus bersabar sambil mengharap keajaiban. Saat menunggu, keputusan meminjamkan uang sisa kepada...

8 Bulan : Berkah Ramadan

Gambar
[ Artikel 13#, kategori Keuangan ] Bulan puasa tahun 2025 jadi berkah tersendiri yang sangat patut disyukuri. Momennya terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Rasanya ini yang terbaik, meski dengan sedikit usaha untuk mendapatkannya. Tahun ini, ramadan jatuh di 1446 H. Undangan acara bukber sudah datang jauh-jauh hari. Saya senang bahwa para pemasar hotel yang mengenal saya masih mengingat dan mengajak dotsemarang untuk hadir. Saya rasa kekuatan jaringan pertemanan masih jadi andalan ketimbang nilai portofolio dotsemarang itu sendiri. Berkah ramadan Bulan Maret jadi perjalanan ke-8 yang saya tulis tentang keuangan pasca reformasi keuangan yang saya alami. Saya benar-benar menyedihkan sekarang. Bertahan dari waktu ke waktu tanpa penghasilan. Namun saya malah tetap menikmatinya. Bulan puasa jadi sebuah anugerah tersendiri karena minimnya keuangan membuat saya bisa berhemat dan menikmati hidup lebih baik lagi. Saya tidak akan malu berkata bahwa perut saya lebih baik semenjak kedat...

7 Bulan : Agak Tenang ?

Gambar
[ Artikel 12#, kategori Keuangan ] Usai mendapatkan pinjaman baru kemarin, keuangan setidaknya agak tenang. Namun meski begitu, harus hati-hati karena bila tidak malah jadi bumerang. Bismillah, semoga ada pemasukan yang datang bulan ini. Pinjaman baru memang membuat lega. Hanya saja, saya harus melewatinya dengan membayarnya tiap bulan hingga tahun depan.  Jika tidak ada pemasukan, sama saja bunuh diri. Situasinya sekarang seperti sedang berperang melawan waktu. Ide saya adalah 3 bulan ke depan, saya masih bisa membayar cicilannya. Namun setelah itu, akan jadi pertaruhan. Entah apakah harus menjual barang atau kembali mengambil cicilan demi menutup lubang beberapa bulan ke depannya lagi. Jika ngambil lagi, resikonya adalah cicilan bulannya semakin bertambah. Namun kabar baiknya, harapannya masih panjang. Mirip beli masa aktif kartu seluluer. Yah, saya harap baik-baik saja dan sangat berharap ada pekerjaan yang masuk untuk dotsemarang. Artikel terkait : Pinjaman Baru di Tahun 2025 ...

Penghasilan Bulan Januari 2025 dari dotsemarang

Gambar
[ Artikel 11#, kategori Keuangan ]  Saya hanya ingin menuliskannya saja sebagai catatan kelak dikemudian hari sebagai perbandingan. Jangan mengasihi karena ini terasa sulit, tapi itulah perjalanan. Kadang kita hanya perlu memberi dorongan semangat atas usaha kerasnya. Bukan menghakimi dengan mengatakan idealis. Apa yang bisa diharapkan dengan uang 14 ribu dalam sebulan apabila bicara penghasilan yang diperoleh? Beli paket internet saja tidak cukup. Kecuali, untuk beli beras 1 kg dan itu pun hanya mampu bertahan sepekan. Tahun ini, saya ingin mencatat penghasilan dari Adsense dotsemarang tiap bulannya. Seperti saya menulis statistik bulanan aset yang dimiliki dotsemarang di blog khusus di sini. Jika saya mengejar uang sejak dulu, mungkin saya tidak menjadi bloger yang tulus dengan misi mengenalkan Kota Semarang lewat tulisan. Saya pasti memilih menjadi pekerja kantoran saja. Bismillah, semoga penghasilan dari adsense dotsemarang bulan berikutnya bisa melebihi bulan ini. ... Saya se...

Pinjaman Baru di Tahun 2025

Gambar
[ Artikel 10#, kategori Keuangan ] Babak baru perjalanan saya dengan pinjol baru saja dimulai. Padahal baru dilunasin di awal bulan Februari. Seperti yang saya katakan di artikel sebelumnya , saya ibarat gali lubang tutup lubang. Menghela nafas sejenak. Saya sangat berhati-hati untuk kali ini. Tidak memakai uang sembarangan meski rasanya juga sulit. Setelah dihitung-hitung, saya punya nafas hanya hitungan kurang dari 5 bulan. Semoga saja ada pemasukan dalam perjalanannya. Alasan kembali pakai pinjol Dulu saya bisa beralasan karena musibah . Sekarang rasanya ini adalah solusi dari berbagai kisah-kisah yang dijalanin. Sulit untuk mengakui bahwa aktivitas saya sebagai bloger hanya berdasarkan cinta dan rasa syukur. Karena ujung-ujungnya, saya tetap butuh uang. Dengan uang, saya bisa makan dan beli paket internet. Fokus saya tahun ini adalah keduanya. Selain itu, saya sudah tidak dapat subsidi dari rumah yang saya tinggalin seperti yang biasanya berjalan dari tahun 2007 saat menginjakk...

6 Bulan : Tantangan Tahun 2025

Gambar
[ Artikel 9#, kategori Keuangan ] Tidak terasa sudah setengah tahun berlalu dan sekarang sudah berganti tahun. Sulit, tapi harus dijalanin. Kisah yang entah sampai kapan akan berakhir saat usia semakin bertambah matang. Konsistensi terus diuji. Jika sebelumnya hanya soal koneksi internet dan perangkat (laptop), kini dana yang dipotong dengan alasan sudah tidak mendukung. Dampaknya? Yang biasa tidak memikirkan isi dapur karena selalu tersedia, sekarang harus mencari cara agar tetap ngebul. Satu sisi sangat menderita karena makan apadanya. Namun sisi lain melihat kemewahan yang tak bisa dilukiskan lewat kata-kata. Tantangan tahun 2025 Jika ini adalah ujian semata, maka selamat! Saya terpukul dan tidak berdaya. Memang di luar sana ada yang lebih menderita, tapi itu mereka. Ini tentang saya, jalan yang saya pilih untuk bertahan atas nama yang saya bangun sejak awal. Saya sudah melepas nilai saya sebagai sarjana yang menjadi titik awal saya melangkah di kota ini. Saya ditinggal banyak o...

5 Bulan: Besar Pasak Daripada Tiang

Gambar
[ Artikel 8#, kategori Keuangan ] Tidak terasa sudah dipenghujung akhir tahun 2024. Awal tahun yang menggembirakan mendadak berubah drastis menjadi kabar yang memilukan. Pukulan yang sangat kuat sampai tidak terkira, saya harap mengawali tahun 2025 ada jalan baru yang menyelamatkan hidup saya. Semua orang mengalaminya, termasuk saya. Hanya saja saya tidak mengira itu begitu cepat terjadi dan membuat saya tanpa persiapan. Tidak ada pembicaraan atau peringatan, mengalir begitu saja. Saya yang selalu standby, dibuat goyang terombang-ambing. Nasib orang tidak ada yang tahu. Besar pasak daripada tiang Setelah melakukan hal ekstrim dengan cara menjual salah satu aset paling berharga , saya terlena. Manajemen keuangan yang sudah saya atur, mendadak runtuh begitu saja. Padahal saya punya rencana yang akan sedikit menyelamatkan perjalanan saya di tahun 2025, meski hanya beberapa bulan saja. Saya sadar dengan apa yang dilakukan. Bahkan, berkali-kali berantem dengan kata hati untuk menunjukkan ma...