Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

8 Bulan : Berkah Ramadan

[Artikel 13#, kategori Keuangan] Bulan puasa tahun 2025 jadi berkah tersendiri yang sangat patut disyukuri. Momennya terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Rasanya ini yang terbaik, meski dengan sedikit usaha untuk mendapatkannya.

Tahun ini, ramadan jatuh di 1446 H. Undangan acara bukber sudah datang jauh-jauh hari. Saya senang bahwa para pemasar hotel yang mengenal saya masih mengingat dan mengajak dotsemarang untuk hadir. Saya rasa kekuatan jaringan pertemanan masih jadi andalan ketimbang nilai portofolio dotsemarang itu sendiri.

Berkah ramadan

Bulan Maret jadi perjalanan ke-8 yang saya tulis tentang keuangan pasca reformasi keuangan yang saya alami. Saya benar-benar menyedihkan sekarang. Bertahan dari waktu ke waktu tanpa penghasilan. Namun saya malah tetap menikmatinya.

Bulan puasa jadi sebuah anugerah tersendiri karena minimnya keuangan membuat saya bisa berhemat dan menikmati hidup lebih baik lagi.

Saya tidak akan malu berkata bahwa perut saya lebih baik semenjak kedatangan bulan puasa. Maklum, sejak hari pertama hingga halaman ini saya terbitkan, saya terus berbuka puasa di luar rumah.

Terutama di masjid. Ya, ibaratkan ada makan gratis apabila kita buka puasa di Masjid tiap menjelang maghrib. Makanannya buat saya terasa lebih mewah dari biasanya yang saya makan hanya mengandalkan tempe dan timun.

Ini adalah berkah ramadan. Yang perlu saya lakukan hanyalah mengunjungi masjid-masjid, terutama yang punya nilai sejarah di Kota Semarang.

Seperti terlihat negatif yang saya lakukan. Tapi, aktivitas buka puasa di Masjid bukanlah kegiatan dadakan seperti dibayangkan. Saya sudah melakukannya dalam 5-8 tahun belakangan. Tujuannya tentu untuk mengisi konten di blog dotsemarang.

Tantangan

Terasa menyenangkan, tapi terkadang jarang diperlihatkan bahwa untuk menuju tiap masjid setiap hari terkadang saya harus berjuang saat hujan datang.

Apalagi kendaraan yang saya pakai masih sepeda. Beberapa masjid ada yang jaraknya mudah dijangkau. Lalu, ada beberapa masjid lainnya yang jaraknya sangat jauh. Untuk ukuran saya yang terbiasa bersepeda memang itu tidak masalah.

Selain kedua hal tersebut, cuaca dan jarak, tantangan lainnya adalah saya harus dikejar waktu. Saya harus keluar rumah minimal jam setengah 4 apabila jarak masjidnya sedikit jauh.

Bila agak dekat, waktu keluar rumahnya sekitar jam 4-an. Saya harus tiba di masjid sekitar jam 5 sore agar bisa mengikuti pengajian atau ceramah. Ada banyak edukasi dan pemahaman yang dapat menambah wawasan saya apabila mengikutinya.

Jadi, saya pergi berbuka di masjid tidak sekedar mengejar sesuap nasi agar perut saya bisa terisi demi perbaikan gizi. Lebih dari itu, saya ingin juga meningkatkan pengetahuan dan mendapatkan pahala.

...

Sangat menyenangkan perjalanan di bulan ke-8 ini. Menderitanya dapat, klimaksnya juga dan usaha kerasnya agar tidak menyerah dengan keadaan juga dapat dirasakan. Termasuk sisi kesehatan karena saya terus bergerak setiap hari.

Alhamdulillah, Allah masih baik dengan saya di bulan ini. Semoga dosa-dosa saya bisa diampuni karena belum menjalankan perintahnya dengan sempurna.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet

📌 Sekali Seumur Hidup: Menjaga Asa Menikah di Usia 40 Tahun