Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tahun ke-15 dotsemarang, Ombak yang Menerjang

[Artikel 169#, kategori dotsemarang] Hanya karena orang lain tidak mengakui atau memujinya, bukan berarti tidak ada nilainya melakukan hal yang kau sukai. Ini adalah kalimat yang saya ambil dari percakapan komik tentang bagaimana tiap kata tersebut adalah penyemenangat untuk menjalani titik baru hari ini.

Selamat datang usia baru dotsemarang yang ke-15 tahun. Saya selalu menantikannya tiap pergantian tahun di bulan Maret tanggal 3. Bertambah usia artinya perjalanan baru.

Terjangan ombak

Akhir bulan Februari, saya bertemu dengan salah satu pegiat media sosial yang dulunya juga seorang bloger. Kami bertemu di sebuah acara komunitas yang sedang merayakan satu dekade perjalanan mereka sebagai komunitas bloger perempuan Semarang.

Niat saya memulai percakapan adalah untuk mendengar pengalamannya berbicara tentang akun yang dikelolanya yang akhirnya menjadi yang paling besar di Kota Semarang.

Namun seperti yang sebelum-sebelumnya, apa kabar dengan dotsemarang yang masih mengagungkan platform blogging sebagai kendaraan utama. Mengapa tidak fokus saja sama media sosial yang lebih jelas penghasilannya katanya.

Saya tidak memungkiri dan beberapa kali terdiam. Bukan untuk merenung apa yang disampaikan, tapi kebimbangan apakah sudah seharusnya meninggalkan blogging atau terus bertahan di tengah ketidakpastian.

Ketika masih sekuat tenaga mempertahankan dotsemarang hingga tahun ke-15, kisah saya pun juga tak kalah dramatis. Seakan semesta menyuruh saya menyerah dengan keyakinan yang hanya membuat menderita.

Itu semua diibaratkan terjangan ombak di laut. Apakah saya goyah? Belum-belum. Saya masih bertahan hingga tulisan ini dibuat sekarang.

Regresi

Mengurus dotsemarang hingga usia 15 tahun mirip mengasuh seorang anak. Bertambahnya usia, kebutuhannya semakin besar dan tuntutannya juga tidak kalah banyak. Realistis, tapi entah kenapa terasa manis.

Tiap saya merasa jatuh agar menyerah, saya selalu melihat ke belakang bagaimana masa lalu yang saya alami begitu luar biasa. Saya mengenangnya, meski tahu bahwa sekarang saya hanyalah pecundang.

Jika ada pilihan mundur ke masa lalu seperti kisah di dalam komik yang dikenal dengan regresi benaran ada, saya pasti akan mengambilnya.

Saya akan bangun ulang dotsemarang lebih baik lagi. Lebih profesional dan tentu, tidak perlu memikirkan nasib orang-orang yang pada akhirnya pada pergi juga apabila rasa penasaran mereka sudah berkurang.

📸 Gambar masa lalu awal-awal dotsemarang masih di bawah bendera blogdetik.

...

Selamat ulang tahun dotsemarang yang ke-15. Ombak yang menerjang kali ini memang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Saya akan terus bertahan dan menjaganya sekuat tenaga. Tahun ini, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lilin atau tepuk tangan.

Saya harap tidak jatuh dan tenggelam.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger