Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...

Tahun ke-15 dotsemarang, Ombak yang Menerjang

[Artikel 169#, kategori dotsemarang] Hanya karena orang lain tidak mengakui atau memujinya, bukan berarti tidak ada nilainya melakukan hal yang kau sukai. Ini adalah kalimat yang saya ambil dari percakapan komik tentang bagaimana tiap kata tersebut adalah penyemenangat untuk menjalani titik baru hari ini.

Selamat datang usia baru dotsemarang yang ke-15 tahun. Saya selalu menantikannya tiap pergantian tahun di bulan Maret tanggal 3. Bertambah usia artinya perjalanan baru.

Terjangan ombak

Akhir bulan Februari, saya bertemu dengan salah satu pegiat media sosial yang dulunya juga seorang bloger. Kami bertemu di sebuah acara komunitas yang sedang merayakan satu dekade perjalanan mereka sebagai komunitas bloger perempuan Semarang.

Niat saya memulai percakapan adalah untuk mendengar pengalamannya berbicara tentang akun yang dikelolanya yang akhirnya menjadi yang paling besar di Kota Semarang.

Namun seperti yang sebelum-sebelumnya, apa kabar dengan dotsemarang yang masih mengagungkan platform blogging sebagai kendaraan utama. Mengapa tidak fokus saja sama media sosial yang lebih jelas penghasilannya katanya.

Saya tidak memungkiri dan beberapa kali terdiam. Bukan untuk merenung apa yang disampaikan, tapi kebimbangan apakah sudah seharusnya meninggalkan blogging atau terus bertahan di tengah ketidakpastian.

Ketika masih sekuat tenaga mempertahankan dotsemarang hingga tahun ke-15, kisah saya pun juga tak kalah dramatis. Seakan semesta menyuruh saya menyerah dengan keyakinan yang hanya membuat menderita.

Itu semua diibaratkan terjangan ombak di laut. Apakah saya goyah? Belum-belum. Saya masih bertahan hingga tulisan ini dibuat sekarang.

Regresi

Mengurus dotsemarang hingga usia 15 tahun mirip mengasuh seorang anak. Bertambahnya usia, kebutuhannya semakin besar dan tuntutannya juga tidak kalah banyak. Realistis, tapi entah kenapa terasa manis.

Tiap saya merasa jatuh agar menyerah, saya selalu melihat ke belakang bagaimana masa lalu yang saya alami begitu luar biasa. Saya mengenangnya, meski tahu bahwa sekarang saya hanyalah pecundang.

Jika ada pilihan mundur ke masa lalu seperti kisah di dalam komik yang dikenal dengan regresi benaran ada, saya pasti akan mengambilnya.

Saya akan bangun ulang dotsemarang lebih baik lagi. Lebih profesional dan tentu, tidak perlu memikirkan nasib orang-orang yang pada akhirnya pada pergi juga apabila rasa penasaran mereka sudah berkurang.

📸 Gambar masa lalu awal-awal dotsemarang masih di bawah bendera blogdetik.

...

Selamat ulang tahun dotsemarang yang ke-15. Ombak yang menerjang kali ini memang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Saya akan terus bertahan dan menjaganya sekuat tenaga. Tahun ini, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lilin atau tepuk tangan.

Saya harap tidak jatuh dan tenggelam.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

Akhirnya Mereka Mudik Juga

Perjalanan Pulang Pergi ke Hotel The Wujil Resort & Conventions