Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Awal Bulan Maret 2025, Madrid Tumbang di Kandang Real Betis dengan Skor 2-1

[Artikel 78#, kategori Real Madrid] Entah kenapa rasanya tiap awal bulan Real Madrid selalu kalah. Bulan Februari kalah di kandang Espanyol, bulan ini malah di kandang Betis. Yang buat kalah malah gol dari sang mantan, Isco. Tendangan pinaltinya tak mampu ditepis Cortoa.

Akhir-akhir ini lagi malas menulis tentang Real Madrid meski ada banyak momen bagus yang seharusnya diabadikan. Semisalnya menang dan lolos ke babak 16 besar UCL setelah melawan Manchester City. Lalu, hattrick Mbappe di UCL dan sebagainya.

Waktu pertandingan yang tidak disukai

Madrid datang dalam kondisi pincang, terutama lini tengah. Tidak ada Bellingham karena masih akumulasi kartu merah yang didapat. Lalu, Ceballos yang baru-baru ini cedera dan dikabarkan harus menepi lebih dari 2 bulan.

Pertandingan yang dilangsungkan Minggu dini hari (2/3), jam setengah satu malam adalah waktu yang saya tidak sukai. Nanggung sekali. Kenapa tidak jam 2 atau 3 pas jam bangun.

Jadinya saat menyaksikan tim bermain, nontonnya malas-malasan. Antara ingin tidur lagi atau sambil memaksakan melek ingin nonton. Namun semalas-malasnya, saya sempat nge-post di Threads. Ya, meski tidak banyak seperti biasanya.

Kalah segalanya

Selama bermain, karena kesimbangan lini tengah sudah goyah, permainan Madrid sangat sulit berkembang. Padahal lini tengah masih ada Modric dan Cama. Entah kenapa tidak membantu sama sekali kali ini.

Lini serang meski menurunkan penyerang terbaiknya seperti Vini, Mbappe dan Rodrygo, juga tak mampu berbuat banyak. Seakan mereka terlalu tergesa-gesa.

La Liga memang lebih sulit ketimbang kompetisi Liga Champions. Sulit untuk menyalahkan keadaan atau Ancelotti. Jika sudah begini, malah ingat Mourinho. Beliau akan melakukan apa saja untuk menghindari kekalahan meski harus bermain bertahan.

...

Semoga bulan Maret, saya tidak malas-malasan menulis tentang Real Madrid lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger