Postingan

Menampilkan postingan dengan label branding

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ketika Branding Gagal

Gambar
[ Artikel 155#, kategori dotsemarang ] Lagi, dan ini semakin intens. Apa yang sudah dibangun dari waktu ke waktu, bertahan dengan modal keteguhan dan berdiri paling tinggi, ternyata tidak dapat membantu. Hanya sebuah nama, dotsemarang kembali terpinggirkan. Parahnya, itu tidak sekali. Saya tak menyangka akan berada di titik ini. Terdiam, kesal sendiri dan dunia seolah tidak adil. Seperti sebuah karakter yang punya nama besar, namun karena dia miskin, ia dikucilkan karena dianggap tidak setara.  Apalagi, alasannya demi harga diri. Karakternya tetap disalahkan karna dianggap tidak punya upaya dan harus seragam dengan mereka yang dilabeli berbayar. Branding gagal Semua yang saya katakan di media sosial maupun di blog tentang branding seakan sia-sia. Apalagi dijadikan contoh sebagian orang. Gimana mau jadi panutan jika diri sendiri gagal. Luar biasa dampaknya. Perjalanan panjang yang sudah dibangun secara khusus dengan cukup banyak merasakan penderitaan kalah dengan kenyataan. Waktu be...

Tahun 2020, Brand Image dotsemarang yang Masih Gagal

Gambar
[ Artikel 9#, kategori branding ] Entah kenapa kehidupan saya seolah berulang-ulang kembali. Kalau bukan soal hubungan asmara, ya soal dotsemarang. Padahal ini sudah menjelang akhir tahun 2020, masa tahun 2021 bakal kembali mengulang. Sebuah pesan dari mahasiswi datang saat saya sudah siap tidur di awal malam. Saya tidak menyalahkan mereka, yang menghubungi saya tentunya. Tentang bagaimana dotsemarang yang masih direkomendasikan sebagai media online. Entah kali ini siapa yang rekomendasikan? Bila menarik ke belakang tahun 2018 , situasinya sama dengan yang saya alami malam ini. Seorang mahasiswa mendapatkan rekomendasi dari dosen mereka tentang daftar media online di Kota Semarang. Salah satunya dotsemarang. Dan kejadian ini kembali terjadi. Setiap tahun padahal ada tumbuh media online baru di Kota Semarang, kenapa daftar rekomendasi yang dimiliki, entah siapapun, tidak ada yang mau memperbarui. Kegagalan brand image Dulu, mungkin saya bangga nama dotsemarang begitu dikenal dan banyak...

Branding Konten

Gambar
[ Artikel 8#, kategori branding ] Yang saya pahami adalah melihat sesuatu yang dianggap menarik, lalu menjadikannya sebuah konten. Setelah itu, menyalurkannya ke saluran-saluran platform (blog, media sosial, video pendek dan sebagainya). Dan selesai sampai di situ. Saya mencoba sesuatu yang baru, meski sering melakukannya. Ini benar-benar fokus pada membuat konten yang tidak pernah disadari sebelumnya bahwa itu menarik. Tujuannya adalah menarik perhatian dari semua sisi dan menjadikannya lebih hadir di online. Karena pasar yang dituju memang berada di online, internet dan media sosial. Contoh hotel Ketika mendapat tawaran gratis menginap di hotel, saya tidak mungkin hanya menuliskan ulasan pengalaman saya menginap. Bila saya tidak punya kekuatan pengaruh, khususnya di internet , tentu tidak ada yang melirik cerita saya. Malah hal yang saya lakukan sudah banyak dilakukan orang lain. Lebih berpengalaman, berpengaruh dan lebih besar. Saya, hanya terdepak dan bagian kecil saja. Semua orang...

[TikTok] Menggiring Positif, Malah Jadinya Kembali Negatif

Gambar
[ Artikel #21, kategori Media Sosial ] Semenjak terinspirasi dengan pemasaran, saya menjadikan saluran media sosial sebagai alat untuk menarik perhatian. Tidak terkecuali TikTok yang punya ladang pemirsa dengan segmen umur 14-22 tahun. Mereka adalah generasi Z. Beberapa kali saya bicara dengan orang-orang pemasaran, seperti hotel. Kesan negatif yang terekam dalam pikiran mereka memang sudah tertanam jauh saat aplikasi ini hadir awal-awal. Saya berusaha keras untuk meyakinkan mereka meski akhirnya ditolak mentah-mentah. Orang-orang pemasar memang butuh banyak informasi agar mereka mengerti keadaannya yang dulu dan sekarang sudah berbeda. Bermaksud menggiring lebih baik Januari 2020, TikTok mendadak buming kembali. Orang-orang banyak membicarakannya dan akhirnya memutuskan membuat.  Saya adalah orang yang cukup senang dengan melihat pertumbuhan ini disekitar. Apalagi jumlah pengguna TikTok yang terus mengerjar Facebook dan memepet Istagram. Cukup bagus untuk ...

Salah Branding

Gambar
[ Artikel 6#, kategori branding ] Sebagai pemilik blog, sudah seharusnya saya terus berusaha menjual diri (branding) kepada orang-orang yang belum mengenal dotsemarang. Bertahun-tahun berbicara soal ini, rupanya saya melupakan sesuatu di awal tahun. Bulan Januari, beberapa proposal datang ke dotsemarang. Bahkan ada yang datang dari Malang. Dulu mungkin saya sangat bangga dan bahagia, namun sekarang tidak. Semua proposal yang datang, terpaksa saya tolak. Kebanyakan dari kampus. Saya tahu itu adalah proses pembelajaran, tapi kalian juga harus mengerti bahwa dari waktu ke waktu, setidaknya ada perubahan. Buat anggaran untuk kerja sama. Apakah dotsemarang adalah komunitas blogger? Selain proposal, pesan WA dan Facebook juga datang dengan sebuah pertanyaan tentang komunitas blogger Semarang. Saya tidak mengerti mengapa dotsemarang masih dianggap komunitas. Beberapa tahun menulis tentang branding dotsemarang sebagai personal blog, ternyata masih sulit ditemukan info yang saya b...

Hancurnya Personal Branding

Gambar
[ Artikel 5#, kategori branding ] Menjaganya dengan sepenuh hati tak berarti akan terus bertahan. Salah satunya yang dapat menghancurkan malah bukan dari diri sendiri. Orang lain, orang yang tak kita duga dan malah sangat dipercaya. Ini harus dipikirkan dari sekarang. Sudah berapa lama kamu menjual diri ( branding ) agar orang lain menilai kamu seperti apa yang kamu inginkan? Apakah itu seorang praktisi, pemain bola profesional, artis, selebgram, Youtuber hingga seperti saya, bloger. Personal branding keliatannya mudah, apalagi berada di lingkungan yang tepat. Meski akhirnya nilai itu mudah didapat, sayangnya masih mencakup skala kecil. Nilai merek kita hanya untuk orang-orang yang kita kenal saja. Hancur karena faktor luar Saat sedang berusaha membangun, kita terus bertahan dan menaikkan level kita ke tingkat level tertinggi. Saat sudah sampai tangga yang membuat kita dikenal, kita malah dihadapkan untuk bertahan. Agar tidak terpeleset saat berada di tangga yang p...

Alasan Membangun Personal Branding di Instagram

Gambar
[ Artikel 4#, kategori branding ] Kondisinya adalah ingin bekerja sama yang berarti bicara profesional, bukan tentang hubungan yang ingin diajak jalan untuk berkencan. Dan branding diri di sinilah sangat berguna, apalagi seorang profesional maupun pekerja hingga publik figur. Membangun branding sekarang ini gampang-gampang susah. Terutama lewat Instagram. Karena arah saya dari awal sudah mengenal branding untuk membantu dotsemarang agar lebih besar, maka postingan ini saya harap kamu yang membacanya sudah mengerti merek diri atau personal branding. Nilai kepercayaan Ketika saya mendapatkan pesan atau DM di akun Instagram saya, apalagi personal, saya pasti akan mengecek galeri akun Instagram-nya. Terutama hubungannya dengan promosi atau kerja sama. Apakah itu benar akunnya? Tempat kerja hingga aktivitasnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Contohnya, seorang marketing hotel. Apakah ada gambar dirinya dengan tempat kerjanya? Seperti apa gambaran dirinya dengan pek...

Persepsi Personal Branding yang Salah Kaprah

Gambar
[ Artikel 3#, kategori branding ] Saya pikir orang-orang yang berada di lingkungan yang membicarakan branding akan memahami apa itu personal branding. Nyatanya, tidak. Saya mau protes, tapi takut terjadi argumen dan memalukan. Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan si pembicara saat saya menghadiri sebuah acara di mal. Tema yang diangkat sebenarnya sangat menarik, maka itulah saya datang. Personal branding itu tentang orang Padahal sudah jelas, personal itu bicara tentang pribadi atau perorangan. Tapi entah kenapa itu jadi barang atau produk yang menjadi penjelasannya. Sebagai bloger yang memainkan kata personal branding, saya tidak terima. Saya jadi orang jahat rasanya hari itu dengan senyum kecil ala penjahat sadis. Tentu saya tidak menampakkan itu, karena saya juga tidak ingin melakukannya. Cukup tahu dan terus mendengarkan kemana arahnya yang terus salah. Pembicara yang terus menjawab pertanyaan moderator tentang personal branding semakin membuat saya geme...

Tips Branding Offline, Datang Ke Berbagai Acara dan Pertemuan

Gambar
[ Artikel 2#, kategori branding ] Hari ini saya menulis 'caption' terlalu panjang di Instagram. Itu bukan berarti saya mencintai Instagram lebih dari blog. Saya hanya kebawa perasaan dengan tema branding diri. Baru sadar, kategori ini sangat sedikit di blog. Beberapa waktu lalu, saya memposting status di Twitter tentang betapa tidak menariknya menyebut diri sebagai bloger lagi saat ini. Padahal awal - awal ngeblog, saya punya mimpi menjadikan blog sebagai sebuah profesi. Tidak terasa, 10 tahun berlalu, saya sudah berada digaris impian saya. Garis yang tidak mudah ditempuh begitu saja. Banyak perjuangan untuk menuju garis tersebut. Semakin dicari, semakin hilang kesempatanmu Tahun 2018 ini, menyebut bloger sangat murah rasanya. Itu buat saya maksudnya. Berbeda dengan lainnya yang masih mahal. Meski platform yang digunakan sudah berbayar tiap tahun dan iklan yang seharusnya menjadi timbal balik dari kerja kerasnya membuat konten di platformnya. Bloger yan...

Pelajaran, Menjaga Citra Itu Sangat Penting di Era Media Sosial

Gambar
[ Artikel 1#, kategori branding ] Hari ini saya dipertontonkan betapa kejamnya sebuah kampanye brand. Saya sebenarnya sudah melihat baru-baru ini bagaimana para milenial berpindah tempat kerja dengan entengnya. Kini, saya kembali melihat betapa mudahnya bloger berpindah hati.  Saya tak berpikir kejadian ini berlanjut pada suatu tindakan. Semut dikasih gula, sah-sah saja mereka tergiur untuk datang. Begitulah akhir bulan ini saya melihat sebuah kejadian menarik.  Kejadian ini bukan saja menegaskan betapa milenial sulit setia pada satu merek, tapi juga tentang komunitas yang dibangun bahwa atas nama cinta dan pemberian pun, kata setia tetap akan terpengaruh. Orang-orang yang mencibir selama ini rasanya akan tertawa bahagia. Citra yang dibangun dalam sekejap mata berubah menjadi petaka. Tak selamanya setia itu indah katanya. Saya jadi memikirkan bagaimana kebersamaan waktu jaman Blogdetik dulu. Kami bersama, satu atap, mengatakan setia dan cinta dalam satu ik...