Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Alasan Membangun Personal Branding di Instagram


[Artikel 4#, kategori branding] Kondisinya adalah ingin bekerja sama yang berarti bicara profesional, bukan tentang hubungan yang ingin diajak jalan untuk berkencan. Dan branding diri di sinilah sangat berguna, apalagi seorang profesional maupun pekerja hingga publik figur.

Membangun branding sekarang ini gampang-gampang susah. Terutama lewat Instagram. Karena arah saya dari awal sudah mengenal branding untuk membantu dotsemarang agar lebih besar, maka postingan ini saya harap kamu yang membacanya sudah mengerti merek diri atau personal branding.

Nilai kepercayaan

Ketika saya mendapatkan pesan atau DM di akun Instagram saya, apalagi personal, saya pasti akan mengecek galeri akun Instagram-nya. Terutama hubungannya dengan promosi atau kerja sama.

Apakah itu benar akunnya? Tempat kerja hingga aktivitasnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Contohnya, seorang marketing hotel. Apakah ada gambar dirinya dengan tempat kerjanya? Seperti apa gambaran dirinya dengan pekerjaan sebagai marketing. Dan tentu saja, wajahnya secara utuh dari kaki hingga kepala. *Termasuk rekan dan teman-temannya.

Semua itu adalah nilai sebuah kepercayaan untuk menerima pesan yang masuk dan kemudian dilanjutkan. Tidak mungkin bukan, galeri akun instagram isinya kucing dan lalu mengirimkan pesan kerja sama? 

Branding, langkah awal

Semua informasi tentang membangun personal branding sudah sangat banyak di mesin pencari. Membangun branding di media sosial, khususnya Instagram, sangatlah penting. Apalagi berhubungan dengan pekerjaan.

Meski orang lain tidak berhak mengatur apa yang kamu bagikan, branding adalah langkah awal agar orang-orang menaruh kepercayaan pada dirimu dari offline ke online dan sebaliknya.

Pikirkan itu bila masih belum atau bingung bagaimana mengurus akun Instagram. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini