Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal dan Jam Karet


[Artikel 37#, kategori futsal] Saya sudah paham bahwa datang ke acara pasti waktunya molor. Meski begitu, saya usahakan datang lebih awal. Saya tidak menyangka bahwa keterlambatan dalam wadah futsal pun ikut berlaku. Apakah ini kebiasaan atau hanya bawaan?

Jumat terakhir bulan Juli, orang-orang datang terlambat. Alasannya tentu saja banyak, apalagi para pekerja yang masih menyempatkan turut datang ditengah kepulangan mereka.

Saya tidak bisa protes meski waktu adalah uang. Apalagi dibayar diakhir permainan. Yang saya bahas adalah tentang bagaimana waktu diperlakukan.

Bila datang ke acara, kita disuruh maklum karena pembicara atau pejabat yang membuka sedikit terlambat, maka saya pikir futsal tidak demikian.

Hanya akhir-akhir ini keterlambatan seolah menjadi kebiasaan. Apakah cuma saya berpikir datang lebih awal karena terlalu menyukai futsal? Atau karena saya tidak ada aktivitas seperti mereka, seperti bekerja.

Tentunya kebiasaan dapat diubah. Tak masalah. Yang ditakutkan adalah itu menjadi bawaan. Semuanya diperlakukan sama, mau datang ke acara atau aktivitas lainnya. Hey, itu tidak baik.

...

Syukurlah, bermain futsal meski terlambat tetap berlangsung. Perlahan-lahan satu demi satu, orang-orang berdatangan. Kami seolah menunggu orang penting untuk melengkapi jumlah yang bermain.

Mereka tetaplah orang-orang keren buat saya. Tidak mudah menyisihkan waktu di era sekarang.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini