Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Naik Ojek Online Ke Tempat Bermain Futsal


[Artikel 34#, kategori futsal] Bila disuruh memilih, saya lebih suka naik sepeda saja sebenarnya. Namun beberapa kondisi seperti yang saya tulis di halaman ini, mau tidak mau, terpaksa menggunakan Ojek online atau Ojol. 

Jumat pertama bulan puasa, saya terpaksa menggunakan Ojol karena ada undangan berbuka puasa dari salah satu hotel yang ada di Semarang. Biasa, launching menu.

Selain memangkas waktu, meski akhirnya terlambat juga, hitungan tarifnya masih terjangkau bila menggunakan dompet digital.

Membayangkan naik sepeda saat pulang dari acara, kebenaran lokasinya lebih jauh, bukan hanya fisik saya saja yang bakal kelelahan, tapi pikiran saya juga.

Memaksa bermain futsal

Kondisi kedua selain ada acara adalah saat tubuh tidak enak badan untuk mengendarai sepeda dari rumah ke tempat futsal.

Saya jadi ingat dua minggu sebelumnya, saat saya memaksakan diri tetap pergi futsal dengan Ojol. Meski akhirnya tubuh sempat akan pingsan di jalan setelah usai bermain, setidaknya saya tidak tepar di jalan bila itu mengendarai sepeda.

Sungguh itu pengalaman yang tidak mengenakkan hari itu. Apalagi driver yang ditunggu malah nyasar. Terpaksa mengganti perusahaan ojol lainnya.

...

Bermaksud berhemat terkadang kalah dengan keinginan. Keinginan untuk bermain, keinginan untuk datang tidak terlambat dan keinginan menyemangati diri agar tubuh tetap bergerak. Meski seminggu sekali.

Harga yang sebenarnya bila memiliki kendaraan sendiri mampu bertahan beberapa hari sudah tidak relevan sekarang ini. Orang-orang tidak ingin ribet.

Uang memang penting, tapi yang lebih penting lagi, uang dapat menyelesaikan masalah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini