Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Sakit


Sakit kali ini benar-benar mengkhawatirkan ketimbang sakit pilek yang sering datang. Bukan saja menghambat aktivitas, tapi juga dotsemarang. Saya harap penyakit ini tidak datang lagi.

Jumat yang dinanti mendadak jadi sesuatu yang menakutkan. Beberapa hari berkegiatan rupanya membuat tubuh drop. Dan tak menyangka setelah kegiatan terakhir di acara launching menu buka di hotel Harris Semarang, tubuh harus menderita.

Jadwal futsal yang seharusnya tempat bersenang-senang sambil berkeringat jadi sebuah kebimbangan. Main atau nggak. Kondisi tubuh terasa aneh yang dimulai dari mencret. 

Apakah kebanyakan makan yang dicampur-campur tadi saat di hotel? Atau karena memang kondisinya pada saat pulang yang saat itu hujan sangat mempengaruhi.

Futsal dan mau pingsan

Akhirnya memutuskan futsal meski telat datang. Futsal kali ini juga untuk mencoba sepatu baru. Semacam debut buat sepatu.

Karena tubuh yang tidak enak, menuju lapangan tidak menggunakan sepeda. Namun naik transportasi online.

15 menit bermain tubuh sudah sangat lelah. Orang-orang yang saya kasih tahu tentang sakit yang saya alami mulai bergurau tentang saya. Awas tuh bocor celananya.

Futsal berakhir dan kini waktunya pulang. Tidak perlu basa-basi, tubuh yang sudah tidak kuat langsung meminta izin untuk langsung pulang.

Di jalan dengan Ojol, hampir saja saya pingsan. Mendadak menggigil, perut mulai mual, tubuh sangat dingin dan perut yang tidak bisa tertahan.

Sampai rumah, saya langsung menuju toilet dan berakhir sudah malam itu dengan banyak istirahat. Sabtu seharian, tubuh tidak bisa digerakkan. 

Kepala sangat pusing, otot tubuh mendadak kaku dan perut masih mules. Saya sangat berharap punya seseorang untuk menengok saya. Namun itu hanya bayangan saja.

...

Saya mulai khawatir ketika tubuh ini kembali drop. Dotsemarang benar-benar terbelengkalai. Tidak update sama sekali. Ada perasaan bersalah namun harus ditinggalkan.

Semoga penyakit seperti ini tidak datang lagi atau masalah serupa. Sehat selalu buat saya. Amin!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini