Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jogja

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tiba-tiba Ke Jogja: Liputan ASUS Media Gathering 2025!

Gambar
[ Artikel 36#, kategori Dibalik Layar ] Siapa sangka, saya tiba-tiba melakukan perjalanan solo ke Yogyakarta, bukan buat jemput keluarga seperti biasa, melainkan untuk sebuah kesempatan besar: liputan event ASUS di Hotel Tentrem, 13 Agustus 2025. Capek? Pasti. Tapi seru? Jelas banget! Yuk, simak cerita perjalanan saya yang penuh drama, tawa, dan sedikit pusing ini.  Panggilan dari ASUS Indonesia Beberapa hari sebelum berangkat, saya dapat pesan dari seseorang yang cukup dekat, orang penting dari ASUS Indonesia. Bukan cuma sembarang undangan, tapi kesempatan emas untuk meliput product launch terbaru mereka di Jogja.  Bagi yang tahu perjalanan saya di dotsemarang, pasti sudah tahu bahwa dotsemarang memang dekat dengan ASUS, termasuk kesempatan pakai perangkat mereka untuk optimasi konten. Jadi, undangan ini bikin jantungan sekaligus bangga! Tapi, jujur, perjalanan ini nggak gampang. Dompet agak menjerit, dan waktu juga mepet. Saya sampai rela skip futsal Selasa malam biar b...

Ketika Sarapan di Hotel Tapi Lupa Kalau Tidak Ada Fasilitas Sarapan Saat Pesan Kamar Lewat Aplikasi

Gambar
[ Artikel 20#, kategori Lucu ] Seumur-umur nginap di hotel, baru kali ini merasa lucu dan sedikit khawatir saat sarapan pagi. Saya pikir nginap di hotel yang letaknya tengah kota dan label bintang 3 pasti dapat fasilitas sarapan. Namun yang terjadi? Saya merasa geli sendiri dan tertawa sambil mau nangis juga. Dengan langkah percaya diri turun ke bawah menuju ruang sarapan yang jadi satu sama lobi ini, saya mengambil sarapan. Ambil ini, itu dan duduk dengan wajah kelaparan. Lalu, saya mengabarin kerabat untuk segera sarapan lewat WhatsApp. Duar... salah satu kerabat yang booking hotel baru kasih tahu jika hotel ini dipesan lewat aplikasi tidak include fasilitas sarapan. Hahaha.... makanan di piring sudah habis. Ini tinggal mau makan roti. Kenapa baru bilang coba. Padahal di kamar saat ngobrol dengan pemilik rumah, disuruh sarapan aja paginya katanya. Memang tidak masalah, toh, nanti tinggal bayar saja. Jadi, aman kok. Ya, benar sih. Namun tetap saja ini lucu buat saya yang beberapa kali...

Kembali ke Jogja: Pulang

Gambar
[ Artikel 15#, kategori Jogja ] Saya pikir masih sempat bermain futsal Selasa malamnya. Tapi, malah sudah harus pergi lagi ke Jogja. Padahal rencana pulang dari bandara Jogja hari Kamis (25/4), eh malah liburan dulu. Maafkan saya rekan-rekan futsal saya. Selasa menjelang siang (23/4), akhirnya kami akan kembali ke Jogja. Pemilik rumah yang datang sejak akhir bulan Maret harus sudah kembali ke Kota Samarinda melalui bandara Jogja.  Kenapa harus selalu pergi lewat Jogja? Itu karena penerbangan pesawat dari Jogja bisa langsung ke Kota Samarinda. Sedangkan jika dari Kota Semarang, maka masih harus tiba di Kota Balikpapan. Sedangkan jarak Samarinda dan Balikpapan jika tanpa tol waktu tempuhnya bisa 2 jam lebih. 3 hari 2 malam Kali ini tidak menginap di apartemen seperti biasanya. Melainkan menginap di salah satu hotel. Yang ikut ngantar kali ini ada si menantu dan cucu kesayangan pemilik rumah. Jadinya, hotel menjadi alternatif terbaik untuk kali ini. Dulu ketika harus pergi ke J...

Akhir Bulan Maret 2024 Kembali Pergi Ke Jogja

Gambar
[ Artikel 14#, kategori Jogja ] Akhirnya mereka kembali seperti yang sudah diberitahukan awal tahun sebelumnya. Namun yang tidak disangka adalah kedatangan mereka lebih cepat dari rencana yang saya bayangkan. Pemilik rumah datang, bersiap dengan waktu yang tidak santai. Sabtu menjelang siang (30/3), saya kembali ke Jogja menjemput keluarga. Kali ini yang jemput agak lengkap karena si bungsu juga ikutan. Tumbenan, tapi bersyukur jika saya lelah nanti dalam perjalanan, bisa gantian nyetir jadinya. Meski kenyataannya saya tidak terganti. Bandara Jogja Semakin sering ke bandara baru Jogja yang jaraknya butuh 2 jam apabila pergi dari pusat kotanya. Sedangkan dari Kota Semarang, saya butuh waktu maksimal 3-4 jam. Tergantung kecepatan di jalan dan macet kendaraan. Selama perjalanan, semuanya lancar. Meski begitu saya tetap menggunakan peta online sebagai petunjuk jalan. Oh ya, saya punya tips agar hape seperti Zenfone 5 yang suka panas bagian belakangnya ini bisa tetap adem meski dicoloka...

Mampir Mal Hanya Untuk Pup

Gambar
[ Artikel 17#, kategori Lucu ] Jika dipikir lagi, ini kejadian lucu yang saya alami. Ini terjadi saat saya sedang di Jogja. Suasananya sangat ramai, maklum momen natal. Tapi isi perut sudah di ujung tanduk, sulit ditahan lagi. Hari ke-2 atau tanggal 25 Desember 2023. Kami memutuskan jalan-jalan sebelum esok harinya pulang. Ada banyak tujuan kali ini. Apalagi ada grup ibu-ibu dan anak muda, saya yang hanya driver hanya mangut-mangut saja saat disuruh ke sana atau ke sini. Mendadak sakit perut Ini Jogja, bukan Kota Semarang. Semakin sering saya ke sini, ternyata Jogja sangatlah luas daerahnya. Entah itu sedang berada di Kabupaten Sleman atau pusatnya, itu tetaplah saya sebut Jogja. Tempat-tempat yang kami kunjungi saat itu, letakya jauh-jauh. Apalagi tempat kami menginap dan Pakuwon Mall Joga. Rute yang ditempuh berliku-liku karena masih mengandalkan google map sebagai teman perjalanan. Nah, di sini sialnya. Sebelum tiba di tempat yang dituju, perut saya mules. Entah kenapa perjalana...

Syukur Futsal Libur, OTW Semarang

Gambar
[ Artikel 12#, kategori Jogja ] Menikmati libur di Jogja akhirnya berakhir juga. Saya dan rombongan hari ini, Selasa (26/12) , akan kembali ke Kota Semarang. Untunglah jadwal futsal malam harinya libur, jadi lebih tenang karna tidak merasa bersalah. Sebagian orang yang datang dalam rombongan besar akan berpisah. Namun sebelum itu, seperti biasa, makan di Gudeg Sagan Jogja . Rasanya tak lengkap ke Jogja tanpa menyantap kuliner ini. Futsal hari Selasa libur Salah satu alasan libur futsal kali ini tentu adalah momen Hari Natal. Sebagian besar rekan futsal saya merayakannya. Tentu tak elok bagi mereka baru merayakannya, esoknya langsung bermain. Futsal itu sangat melelahkan dan kadang bisa dihantui cedera. Keputusan libur jadi hal penting bagi semua orang, termasuk saya yang sedang di Jogja. Bagi saya bermain futsal adalah cara bersosialisasi yang sekarang hobi berdiam diri di dalam kamar (depan laptop). Karena tidak ada agenda futsal, saya tidak perlu buru-buru saat pulang dari Jogja ...

Menginap di Flory Hotel Jogja

Gambar
[ Artikel 11#, kategori Jogja ] Ini pertama kalinya menginap di hotel bintang 3 yang beralamat jalan Ringroad Selatan nomor 19 ini. Hotelnya lumayan luas dan dapat menampung banyak kendaraan saat tiba di halaman muka bangunannya.  Akhirnya kami tiba juga di Jogja. Saya pikir akan menginap di apartemen seperti biasanya, ternyata tidak. Kami semua, termasuk rombongan lain diinapkan di hotel yang bangunannya seperti kos-kosan ini. Itu artinya jangan berharap hotel ini memiliki gedung tinggi. Bisa dilihat beberapa gambar betapa simple-nya hotel ini yang ternyata juga sudah memiliki fasilitas kolam renang yang menarik. Untuk fasilitas sudah cukup lengkap, termasuk akses WiFi free. Ini sangat saya butuhkan, mengingat akses internet yang bisa digunakan akan terbatas. Saya menyukai juga konsep air galon yang disediakan. Tamu hotel yang kehabisan air, meski sudah disediakan 2 botol air mineral di dalam kamar , bisa mengambil air lebih di galon. Dan sudah ada air panasnya. Cocok nih buat kop...

Natalan di Jogja

Gambar
[ Artikel 10#, kategori Jogja ] Bukan berarti saya merayakan Hari Natal sebenarnya. Maksudnya saat pergi ke Jogja, bertepatan dengan Hari Natal esok harinya. Tentu, saya punya cerita dalam perjalanan kali ini yang membuat sedikit was-was dan khawatir. Aktivitas keluarga yang datang , berlanjut ke Jogja. Namun perjalanan kali ini dibagi dua. Pemilik pergi dengan rombongan bus, sedangkans saya mengendarai mobil pribadi bersama keluarga lain. Macet parah di tol Kami terpaksa memutar arah saat mengetahui perjalanan kali ini yang menggunakan tol terlihat kemacetan parah. Kata keluarga lain 'mending macet di jalan biasa ketimbang di jalan tol.' Macet di jalan, bisa berhenti di mana saja tanpa khawatir. Seperti kebelet ingin pipis atau mau pup. Apalagi kalau bensin kendaraan sedang sekarat, pengendara tidak perlu bingung. Sebaliknya apabila masih di tol, bakal sulit dibayangkan. Saya pun hanya mangut-mangut karena kursi driver diserahkan kepada saya. Saya tidak menyangka momen macet p...

Pertama Kali Merasakan Gempa

Gambar
[ Artikel 9#, kategori Jogja ] Sudah 16 tahun saya tinggal di Kota Semarang, namun merasakan gempa untuk pertama kalinya baru saja akhir bulan Juni kemarin. Itu pun di Jogja, saya bukan bangga. Hanya saja sangat waspada saat itu. Jumat sore, tanggal 30 Juni , saya dan seluruh penghuni rumah kembali ke Jogja usai merayakan Iduladha di Kota Semarang. Ya, mereka kembali pulang dan penerbangannya dilakukan lewat bandara Jogja. Kali ini istri si bungsu juga ikut pulang bersama anaknya. Sedangkan si bungsu yang jarang ikut nemanin ke Jogja, memutuskan ikut mengantar.  Gempa Saya tidak menyangka terjebak dalam kemacetan panjang setelah tiba di Jogja yang sekalian mencari makan malam. Kami dari Semarang berangkat sore hari, makanya ini baru tiba malamnya. Saat menunggu, saya sempat dibuat terpengarah dengan keadaan kendaraan di depan saya yang bergoyang. Dalam hati berbicara 'apaan sih kok goyang-goyang', di jalan pula yang banyak orang-orang. * mungkin kamu mengerti maksud saya . 😅 ...

Dulu ke Jogja Berwisata, Sekarang Seperti Rutinitas Saja

Gambar
[ Artikel 8#, kategori Jogja ] Saya sudah menginjak pedal gas semaksimal mungkin, namun tetap saja terlambat sampai di bandara Jogja baru. Minggu ketiga bulan Juni, saya kembali ke kota pelajar. Ini kali ke-4 dalam setahun ini mengunjungi Jogja. Orang rumah datang lagi dan berencana lebaran iduladha di Kota Semarang. Mau tidak mau, saya harus menjemput mereka di Joga karena menggunakan penerbangan lewat sana. Bukan Kota Semarang. Rutinitas Saya memikirkannya dalam perjalanan yang kali ini sendirian. Pergi ke Jogja seakan rutinitas saja dan dipastikan akhir bulan Juni ini akan kembali mengantar mereka yang lagi-lagi pulang lewat bandara Jogja. Dulu, mengunjungi kota gudeg ini karena ingin berwisata atau ada acara penting yang berhubungan dengan dunia blogging. Saya tidak menyangka tahun 2023, ini malah jadi ruitinitas saja. Terlambat Saya sudah dipesanin dari awal untuk berangkat lebih awal dari Kota Semarang menuju bandara oleh pemilik rumah. Namun apa boleh dikata. Sang menantu yang j...

Mendadak Ke Jogja

Gambar
[ Artikel 7#, kategori Jogja ] Belum sebulan, sudah harus pergi lagi ke Jogja. Nasib ketika harus mengambil alih pekerjaan yang ditinggalkan seseorang. Ada cerita apa lagi kali ini? Senin pagi (22/5), saya mendapatkan pesan via WhatsApp dari pemilik rumah yang mengabarkan untuk bersiap pergi ke Jogja. Rencananya besok hari Selasa pagi beliau tiba di Jogja lewat bandara baru. Karena mulai keseringan bolak-balik Semarang Jogja, saya tidak perlu risau seperti sebelumnya. Hanya saja kali ini harus sendiri. Berbeda sebelumnya yang harus pergi bersama istri anak si pemilik rumah. Kendaraan kali ini yang dipakai adalah si merah (sebelumnya si hitam). Serba dadakan Oke, saya siap. Karna masih besok, saya agak santai menjalani hari Senin dulu. Namun mendadak saja dikabarin lagi jika kedatangannya dipercepat menjadi Senin sorenya. Duh..😅 Saya bingung dengan apa yang dipikirkan pemilik rumah, seakan saya tidak ada aktivitas saja. Saya mulai kalut karena aktivitas dotsemarang jadi terganggu. ...

Mudik Ke Jogja

Gambar
[ Artikel 6#, kategori Jogja ] Bulan April bukan saja penuh tantangan saat konsisten dengan dotsemarang. Tapi, benar-benar sangat menderita. Usai drama laptop dijual karena bayar hutang, kedatangan pemilik rumah bulan puasa dan sekarang kudu mudik ke Jogja setelah lebaran. Eh, kok mudik? Kali ini saya punya alasan kenapa blog dotsemarang jumlah statistiknya merosok tajam ketimbang bulan sebelumnya. Keluar kota, begitulah rasanya. Mudik ke Jogja Pemilik rumah yang datang di bulan puasa, sudah harus kembali ke Samarinda. Pulangnya, tentu lewat Jogja. Sungguh saya tidak menyukai kondisi ini, namun juga tidak bisa berkata tidak. Kami berangkat hari Rabu, tanggal 26 April. Saya sempat khawatir karena keberangkatan kali ini adalah saat-saat mudik lebaran. Sebagian masyarakat pasti sedang berada di jalan karena akan kembali usai lebaran. Apakah akan kena macet di jalan tol? Syukurlah, tidak. Selama perjalanan cukup lancar. Malah sisi jalan sebaliknya yang terlihat pemandangan kemacetan. Kami ...

Jogja dan Batal Puasa

Gambar
[ Artikel 5#, kategori Jogja ] Masih tidak bisa konsisten berpuasa, kali ini gagalnya karena otw ke Jogja. Semenjak mengambil tugas jemput pemilik rumah yang lebih suka datang lewat bandara Jogja, mau tidak mau , saya harus melakukan perjalanan dari Kota Semarang. Karena jauh, saya terpaksa memutuskan tidak berpuasa. Saya mengerti betapa besar dosa saya karena tidak konsisten berpuasa. Jadi, mari dengarkan cerita lainnya yang tak perlu membahas tentang hal tersebut. OTW bandara YIA Saya berangkat dari rumah setengah 6 pagi dengan harapan sebelum pukul 9 sudah tiba di bandara. Karena bukan kali pertama ke bandara YIA, saya sedikit santai. Apalagi saya tidak sendiri. Ada istri dan anak si bungsu yang menemani.  Kali ini saya tidak kelewatan melintas jalan tol yang sebelumnya melewati sampai Kopeng.  Ternyata setelah keluar tol Bawen, jalan yang digunakan adalah rute Magelang. Kemudian, rutenya sama seperti saat melewati Kopeng. Saya sempat dejavu dan beranggapan rute yang kali i...

Malam Tahun Baruan di Jogja?

Gambar
[ Artikel 4#, kategori Jogja ] Perjalanan akhirnya kembali dilanjutkan sesuai rencana. Dua hari di Bumiayu cukup mengesankan, tapi sudah harus disudahi. Lagian sewa hotel juga hanya 2 hari saja. Mari berangkat ke Jogja, apakah akan menghabiskan malam tahun baru di Kota Gudeg? Bila berangkat melewati jalur utara dengan tol, maka perjalanan dari Bumiayu menuju Yogyakarta dilalui lewat jalur selatan. Map siap sedia, apalagi kendaraan punya fitur akses yang mudah dihubungkan dengan smartphone. Perjalanan dengan google map Terakhir kali ke Jogja itu tahun lalu, atau bulan Desember 2021 . Masih mending saat itu karena perjalanan dari Kota Semarang. Dan sekarang, dari Bumiayu yang rutenya benar-benar tidak saya ketahui. Ya, ini kali pertama saya melakukannya. Mau tidak mau, google map jadi pendamping. Untungnya saya sudah mempersiapkan sebelum berangkat dengan mengunduh peta offline. Kita tidak tahu apa yang terjadi di perjalanan, apalagi sampai kehilangan sinyal. Keputusan tepat ternyat...

Bakpia Kukus Tugu Jogja Rasa Keju

Gambar
[ Artikel 1#, kategori Oleh-oleh ] Akhirnya makan roti ini tanpa khawatir. Apalagi sudah nahan diri untuk tidak mengeluarkan uang membeli jajanan (padahal lagi hemat). Sayang bukan rasa cokelat, tapi bersyukur itu tetaplah sebuah kenikmatan. Selama ini, Bakpia Kukus Tugu Jogja sering dapat saat orang bawah atau keluarga datang membawanya dari Jogja. Sayang, itu biasanya makan hanya 1 atau 2 saja. Namun saat anak pemilik rumah datang hari Jumat kemarin , saya malah dapat 1 kotak. Wah, mata saya berbinar-binar karena ini untuk saya semuanya. Isinya 10 biji, dan hanya bertahan selama 2 hari. Kenikmatan dari buah kesabaran (hanya makan nasi dan mie setiap hari). Dikasih ini, kok ya senang. Kira-kira berapa ya harganya? Artikel terkait : Nginap Di Hotel Saja

Pergi ke Jogja

Gambar
[ Artikel 33#, kategori Amir ] Ia melepaskan semua tanggung jawab ketika telpon itu datang untuk bersiap. Entah sejak kapan dedikasinya diberikan begitu besar kepada beliau. Pekerjaannya ditinggal, apalagi tanggung jawabnya di rumah.  Ketika saya sangat berharap ia membantu saya memegang sapu atau membersihkan sebagian rumah, meski akhir pekan , ia hanya tidur menghabiskan hari libur bila tidak bekerja. Namun anehnya, ia sangat bersemangat pergi kala malam menjemput atau sok sibuk sendiri dengan melenggang bersama si merah. Hari ini, Jumat (10/12), pemilik rumah datang. Seperti biasa ia langsung pergi ketika dihubungi. Pelajarannya hari ini Orang-orang terlihat baik, penuh tanggung jawab dan berdikasi sebenarnya bukan karena ia seperti itu wujud aslinya. Seperti melihat 2 karakter. Entah kenapa orang seperti ini ada. Saya harap wujud aslinya tidak menjadi bumerang bagi dirinya. Artikel terkait : Bawa Mobil Pulang Pergi Ke Gunung Kebiasaan Lagi Lainnya

Jogja

Gambar
[ Artikel 15#, kategori keluarga ] Tahun baru ini sebenarnya penuh dengan tantangan karena Corona. Tapi keluarga sepertinya tidak terpengaruh. Pergantian tahun, mereka pergi ke Jogja. Syukurlah, tidak terjadi apa-apa dengan mereka hingga tulisan ini saya buat. Jogja, bukan sesuatu yang membuat penasaran lagi. Kota ini sudah sering kali dikunjungi, meski 5 tahun terakhir rasanya sudah tidak lagi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya lebih memilih menikmati malam pergantian tahun lebih nyaman di rumah sendiri (Semarang). Apalagi tidur di awal malam dan bangun di tengah malam.  Seperti tidak ada hal istimewa terjadi, tapi suasana yang tenang dan tidak diribetkan berbagai hal semisal suasananya ramai bersama keluarga adalah kemewahan yang saya dambakan. Saya kembali menolak ajakan ikut sama seperti tahun lalu di malam pergantian tahun baru, saat itu keluarga memilih Dieng. Entah apakah keajaiban atau panggilan diri, beberapa bulan kemudian, saya juga ke Dieng.  Hanya dengan 1...