Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bakpia Kukus Tugu Jogja Rasa Keju

[Artikel 1#, kategori Oleh-oleh] Akhirnya makan roti ini tanpa khawatir. Apalagi sudah nahan diri untuk tidak mengeluarkan uang membeli jajanan (padahal lagi hemat). Sayang bukan rasa cokelat, tapi bersyukur itu tetaplah sebuah kenikmatan.

Selama ini, Bakpia Kukus Tugu Jogja sering dapat saat orang bawah atau keluarga datang membawanya dari Jogja. Sayang, itu biasanya makan hanya 1 atau 2 saja.

Namun saat anak pemilik rumah datang hari Jumat kemarin, saya malah dapat 1 kotak. Wah, mata saya berbinar-binar karena ini untuk saya semuanya.

Isinya 10 biji, dan hanya bertahan selama 2 hari. Kenikmatan dari buah kesabaran (hanya makan nasi dan mie setiap hari). Dikasih ini, kok ya senang.

Kira-kira berapa ya harganya?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini