Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ban Sepeda Bagian belakang Mendadak Kempes

[Artikel 28#, kategori sepeda] Untung saja keluar rumah bukan saat mau berangkat futsal. Bisa kacau jadinya. Pagi hari ketika ban sepeda mendadak kempes, apesnya setelah diperiksa di bengkel ternyata sangat parah.

Kamis pagi (27/1), niat hati ingin berbelanja kebutuhan, malah harus ikut antri di bengkel sepeda dekat rumah. Sudah ngantri, tidak ada tempat duduk pula. Terpaksa berdiri cukup lama.

Ban luar bolong

Kempes yang diderita sepeda ternyata dampaknya bukan saja karena bocor ban dalam saja, namun juga ban luar yang saat diperiksa malah bolong.

Bisa dikatakan ban luar memang sudah kondisi buruk. Entah kenapa saya baru menyadarinya. Saya memang buruk untuk merawat terhadap barang-barang yang cukup lama dipakai.

Kondisinya harus diganti

Bengkel yang sekarang berbeda dengan bengkel yang dulu. Semenjak tutup, andalan saya memang di sini. Si mbah, begitu sapaan saya setiap bicara. Dari segi umur memang bisa dikatakan sudah sangat senior, maka sapaan si mbah sudah seharusnya diucapkan.

Menurut si mbah, ban sepeda bisa diakali dulu. Namun setelah itu, segera diganti dengan ban luar yang baru.

Saat memikirkan uang yang dikeluarkan, saya jadi menyesal karena tidak pernah punya dana cadangan untuk sepeda. Jadinya pusing sendiri kala uang di saku sudah menjadi batu, alias uang logam keras yang tidak seberapa.

...

Ada-ada saja tantangan menjelang akhir bulan. Yang dipikir mulus, malah menjadi beban dari stimulus. Sudahlah, mari memikirkan dana darurat untuk kejadian di masa depan yang kurang lebih sama.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini