Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Rans Cilegon FC Lolos Liga 1

[Artikel 2#, kategori Rans Selamat tahun baru 2022. Tidak ada yang spesial momen awal tahun ini. Meski langit jam 12 malam berdentum saling-silang, saya tetap memutuskan memejamkan mata. Tidak seperti beberapa tahun silam, saya langsung melihatnya dan merekamnya.

Karena tidak ada yang menarik, saya memilih menulis Rans Cilegon FC yang lolos ke kompetisi tertinggi Tanah Air, Liga 1. Pencapaian yang luar biasa untuk klub bola yang baru dibangun belum genap 1 tahun.

Gairah

Semenjak Raffi Ahmad dan kawan-kawan akuisisi Cilegon FC, ada gairah dalam sepak bola Indonesia. Saya mengikuti perkembangan mereka. Bulan April 2021 bahkan, saya menuliskan tentang Rans Cilegon FC.

Ketika kursi pelatih berganti dari Banur ke Rahmad Darmawan, Rans Cilegon sepertinya memutuskan serius lolos ke Liga 1. Itu benar-benar tercium di sana. Karena sering kali, saat Raffi memberi motivasi, tim harus kompak dulu. Seolah Liga 1, jika tidak berhasil dikejar, tidak masalah. 

Kalah di final, tapi tetap lolos

Kepastian lolos Rans Cilegon FC sebenarnya sudah didapat setelah masuk ke final Liga 2 setelah berhasil menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0.

Kemudian, selang beberapa hari kemudian, tanggal 30 Desember 2021, Rans berhadapan dengan Persis Solo di final. 

Sayang Rans harus mengakui Persis dengan skor 2-1. Ada nama Irfan Bachdim yang mencuri perhatian buat saya karena 2 golnya. Eh dia, belum habis.

Sebenarnya ingin menyaksikan pertandingan, namun karena berbarengan dengan jadwal futsal, terpaksa direlakan. Sempat nonton sebentar, karna skor udah 2-0 buat Persis Solo, yasudahlah istirahat saja. Tubuh lelah sehabis futsal.

...

Ada kabar mengejutkan ternyata. Kursi pelatih Rans Cilegon FC ditinggal Rahmad Darmawan yang memilih hengkang ke klub lain. Sepertinya kontraknya hanya sampai meloloskan ke Liga 1 saja.

Selamat buat Rans Cilegon FC. Ditunggu kejutan-kejutan lainnya yang akan mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini