Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Hari Selasa, Cedera Tangan

[Artikel 89#, kategori futsal] Setelah sempat absen Selasa minggu lalu karena hujan, hari Selasa ini (18/1), terasa menggembirakan. Sayangnya, perasaan itu ternodai dengan pergelangan tangan yang cedera karena salah menahan bola.

Sempat hujan kembali mengguyur Kota Semarang sore hari. Semoga saja tidak berlanjut hingga malam hari. Khawatir, tentu saja karena Selasa kemarin sudah gak jadi main.

Tangan kanan

Semua baik-baik saja awalnya. Beberapa kali penyelamatan gemilang membuat saya tidak salah memilih posisi penjaga gawang meski sebenarnya posisi terbaik adalah bukan kiper.

Tendangan kencang berhasil diblok, sundulan yang sempat mengecoh, sudah berhasil diantisipasi. Termasuk gerakan penyerang yang posisinya selalu berada di depan. Tipe yang tidak banyak bergerak, namun punya peluang 80% untuk mencetak gol.

Praha akhirnya datang. Bola yang berhasil diumpan ke Pak Eko dari rekannya, langsung disosor dengan tendangan ujung sepatu. Argghh... sakit sekali. 

Saya sempat terkapar memegang pergelangan tangan yang sangat sakit. Bola memang bisa ditepis, dan permainan masih berlanjut, sedangkan saya meringis kesakitan.

Sebenarnya saya sudah antisipasi dari posisi yang tepat. Namun sepertinya tendangan begitu kencang yang jaraknya kurang dari 2 meter. 

Posisi tangan menapak ternyata membuat pergelangan saya nyeri sekali. Seharusnya itu ditindu atau dibuang ke samping. Kalau menulis ini tentu bisa mikir, tapi saat di lapangan? Apalagi dengan jam terbang saya yang masih bau kencur.

Gambar ini ilustrasi, bukan diambil saat hari Selasa kemarin. Ini foto bulan November 2021.

...

Tidak menyenangkan cedera. Tapi tetap bersyukur jari jemari masih bisa menulis seperti di halaman ini. Namun untuk memegang barang yang berat, sangat nyilu. 

Setelah hari Selasa, saya akan kembali bermain hari Kamis. Hanya ada 2 hari untuk menginstirahatkan tangan yang cedera. Semoga saja sudah baikan esok harinya.

Kamis dipastikan saya tidak akan mengambil posisi jadi kiper. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini