Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keluarga

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

🌧️ Kabar Duka di Balik Rintik Hujan April

Gambar
[ Artikel 32#, kategori keluarga ] Hujan mengguyur Kota Semarang seharian penuh hari ini, Rabu (22/4). Bagi sebagian orang, rintik air yang jatuh mungkin terasa menenangkan, namun bagi saya, ada trauma kecil yang menyelinap setiap kali langit mulai mendung. Benar saja, hujan kali ini kembali membawa pesan yang selama ini paling saya hindari: kabar duka. Suara dering telepon yang belakangan ini sering membuat saya waswas tiba-tiba memecah keheningan. Di layar ponsel, terpampang nama Bapak. Begitu tombol terima saya tekan, terdengar suara yang sangat familiar sedang bertanya tentang cara melakukan panggilan video. Tak lama, sambungan berganti menjadi video call . Melihat wajah Bapak dengan peci putihnya, perasaan saya mulai tidak enak. Jarang sekali beliau meminta panggilan video jika tidak ada hal yang sangat mendesak. Benar saja, dengan nada suara yang berusaha tenang, Bapak mengabarkan bahwa adik bungsunya—paman saya—telah meninggal dunia. Kalimat Innalillahi meluncur begitu saja. Sa...

Bapak yang Tidak Berubah

Gambar
[ Artikel 31#, kategori keluarga ] Suara telpon via WhatsApp terdengar dengan nama yang tak asing. Saya pikir masalah uang yang dalam beberapa tahun melingkari keluarga ini sudah selesai. Eh, ternyata malah tetap saja.  Dalam ajaran Islam, orang tua diharuskan dimuliakan oleh anak-anaknya. Betapa bencinya seorang anak terhadap orang tua, kita tetap harus berupaya mentoleran sikap mereka. Namun saya tidak demikian. Semenjak Alm.Mamah pergi, saya pikir jalinan komunikasi dengan satu-satunya orang tua yang masih hidup, si Bapak sudah berjalan baik kembali. Sikapnya menunjukkan ia adalah orang tua seperti kebanyakan. Meski begitu, saya masih tidak move on dari sifatnya yang sejak dulu berdampak negatif kepada keluarga. Terutama saya sebagai anak tertua. Beliau baik, pekerja keras, berkorban untuk menuruti permintaan anak-anaknya dan banyak hal lagi yang saya sukai.  Namun suara telepon terbaru yang menghubungi dengan tujuan uang, saya pikir beliau memang tidak pernah berubah ...

Bapak si Tukang Parkir

Gambar
[ Artikel 30#, kategori keluarga ] Dibesarkan penuh dengan kasih sayang, namun malah tersesat menjelang umur 40'an. Hei, itu saya. Masa depan yang digadang-gadang seperti kebanyakan orang-orang ternyata tidak sesuai ekspetasi. Bahkan, penghasilan saya kalah telak dengan Bapak sendiri yang masih aktif bekerja meski hanya seorang tukang parkir. Semenjak kepergian almarhumah Ibu, Bapak memutuskan kembali kota di mana saya dibesarkan beberapa tahun lalu. Ya, Kota Samarinda. Sudah lama saya tidak pulang ke sana. Saya tidak menyangka di umur sekarang, saya membagikan kisah ini. Apakah itu memotivasi atau sekedar cari sensasi? Yang jelas, saya tidak meminta dikirimin uang hasil jerih payah beliau karena malu jika harus meminta di saat saya mengaku paling konsisten. Tukang parkir Akhir tahun lalu, beliau mengabarkan bahwa ia terkena asam urat yang membuatnya kesakitakan bagian lututnya. Entah harus sedih atau marah, apalagi sikapnya yang konsisten tidak menjaga kesehatan meski sudah dirusu...

Mengapa Ibu Harus Bekerja?

Gambar
[ Artikel 29#, kategori keluarga ] Sudah 2 tahun kepergian wanita terkuat di dunia. Saya kembali mengingat momen-momen beliau saat masih menjadi salah satu tulang punggung keluarga. Di umur sekarang ada sebuah pertanyaan melintas dalam pikiran, mengapa beliau harus turut bekerja saat beliau masih sehat dulunya? Saya bercermin dengan kehidupan yang sekarang saya jalanin sebagai pria yang sudah berumur 38 tahun. Dulu mikirnya sederhana, beliau adalah pahlawan. Dedikasinya untuk mensejahterakan keluarga adalah cambuk motivasi untuk anak-anaknya tumbuh menjadi kuat di masa depan. Bahkan, saya bermimpi seperti anak kebanyakan agar dapat membahagiakan beliau kelak dan tidak perlu harus bekerja keras lagi seperti saat sedang bekerja saat itu. Wanita dulu Menikah tidak sekedar menyatukan dua perasaan yang berbeda. Seiring waktu berlalu, ada buah hati yang terus bertumbuh dewasa. Sikap keras kepala hanya demi mempertahankan kebenaran jadi satu hadangan yang harus dilewati ketika anak-anak b...

Dibercandain Saudara Sendiri

Gambar
[ Artikel 28#, kategori keluarga ] Apa yang dikhawatirkan terjadi juga. Meski resikonya sudah diminimalisir, tetap saja dibercandain saudara sendiri sangat menyakitkan. Apalagi sudah menaruh harapan tinggi. Jika saudara sendiri melakukannya, lantas harus siapa lagi harus dipercaya.  Saya, awal bulan April sudah sangat menyedihkan. Ibarat pepatah, sudah jatuh masih ketiban tangga. Saya menuai kesalahan yang tidak pernah saya lakukan hanya karena masih satu darah. Kejam sekali untuk orang normal seperti saya yang hanya berdiam di rumah sepanjang waktu. Dibercandain Maksud hati menolong karena sebagai anak pertama yang ingin hidupnya baik-baik saja, saya menuruti pikiran saudara saya yang sedang terjerembab masalah. Toh, apabila masalah dibiarkan berlarut-laraut , mau tidak mau nanti saya ikut terjerat karena dianggap bertanggung jawab. Saya pikir masalahnya sudah beres ketika saya mengambil pinjaman online untuk dibayarkan. Ternyata hari h yang sudah disepakati antara saudara s...

Kedutan Mata Kiri

Gambar
[ Artikel 27#, kategori keluarga ] Mendadak saja mata kiri saya kedutan saat sedang berada di depan laptop (rumah). Perasaan saya mengatakan seperti ada sesuatu yang akan menghampiri. Apakah itu buruk atau baik, saya belum tahu. Hingga suara telpon itu datang. Hanya hitungan jam dari kedutan mata, perasaan tidak enak itu ternyata beneran datang. Bukan saja memberi kabar kurang menyenangkan, tapi berujung ingin pinjam uang. Rasanya sulit sekali menabung beberapa tahun terakhir ini meski sudah sangat konsisten. Ada saja alasan untuk digunakan dan kali ini datang dari orang yang katanya tengah berjuang. Saya berterima kasih kepadanya karena telah membesarkan saya. Tapi, saya tidak akan pernah memaafkan sikapnya yang sejak dulu terhadap saya dan keluarga kecilnya. Terus terang, saya tidak bisa bilang saya menyukainya. Hidup memang tidak adil dan tidak bisa diprediksi. Semoga saja ini yang terakhir kalinya. Artikel terkait : Plot Twist : Izin Nikah Mahalnya Biaya Kematian Hujan Turun Mendad...

Plot Twist : Izin Nikah

Gambar
[ Artikel 26#, kategori keluarga ] Dari sekian kisah yang terjadi setahun belakangan, saya tidak menyangka akan mendapat kabar ini. Suara beliau yang awalnya nyaring lewat telepon, berubah pelan dan memohon izin. 'Bapak ingin nikah lagi, boleh ya?' Seketika perasaan saya campur aduk, mengingat ini baru 100 hari almarhum Ibu. Namun dengan mudahnya saya mengatakan 'terserah Bapak'. Plot Twist Manusia tidak akan pernah bisa berubah, saya percaya itu. Sebaik apapun dia berjuang dan terlihat berbeda, nyatanya hanya menunggu waktu saja. Tahun 2022 adalah tahun paling menyedihkan dalam hidup saya mengenai keluarga. Dua adik yang nggak jelas apa yang dilakukan, Ibu yang sudah berjuang tapi tetap harus berpulang dan sekarang, pria yang menjadi suami si Ibu mendadak izin nikah. Apakah saya harus bahagia karena akan bertemu Ibu baru dan memiliki adek lain di umur sekarang? Entah apa yang dipikirkan si Bapak yang alasannya menikahi seorang wanita yang telah memiliki anak (janda). S...

Mahalnya Biaya Kematian

Gambar
[ Artikel 75#, kategori motivasi ] Andai tahu situasinya begini, saya akan berusaha menabung sejak dini. Tidak masalah dimulai dari seribu sehari, apalagi saya membayangkan diri saya adalah anak SD. Bila dihitung waktu ke masa depan ( saya yang sekarang ), bukannya saya punya puluhan juta. Mungkin saya tidak akan pusing mikirin uang hari ini. Bukan saja terpukul dengan kehilangan  orang yang saya cintai, tapi juga dihadapkan dengan dilema dan kenyataan tentang biaya setelahnya.  Tidak berguna Benar kata guru SD saya bahwa menabung itu sangat penting di usia muda. Sayangnya guru SD yang bicara tentang itu tidak pernah memberi gambaran kepada saya tentang bagaimana uang itu berguna di masa depan. Yang saya tahu, semakin uang disimpan, saya punya banyak uang yang kemudian bisa digunakan saat tertentu. Bukan 10 tahun kemudian atau saat saya menginjak usia 30-an. Jujur, saya sangat gagal menjadi kakak buat adik-adik saya. Sebagai anak pun mungkin, tapi entah apakah ucapan mereka (o...

Hujan Turun Mendadak

Gambar
[ Artikel 24#, kategori keluarga ] Hujan tiba-tiba saja memecah kesunyian saat tubuh berkata ingin lekas tidur. Apalagi ada Real Madrid main dini hari nanti. Seperti sebuah pertanda, hujan kali ini tidak biasa. Lalu, mendadak suara telpon berbunyi.  Saudara menelpon jika wanita terkuat itu akhirnya tidak merasakan sakit lagi. Suaranya yang rintih dan terdengar beberapa tangisan disebelahnya, seperti alur yang mudah ketebak karena hujan yang mendadak tadi. Semacam feeling. Saya tidak bisa menangis, aneh sebenarnya. Namun perasaan saya malah lega karena wanita terkuat itu kini tidak perlu merasakan sakit lagi. Kata ikhlas adalah kunci dari perasaan malam itu. Baru saja pulang dan berharap akan dapat kabar baik, terpaksa kembali lagi. Saya sudah setuju dan memberi izin kepada pendampingnya yang ingin segera mengebumikan. Saya memikirkan bagaimana keadaan saudara-saudara lainnya, khususnya si bungsu (kandung). Mungkin dia paling terpukul dengan kejadian ini. Rasa sayang yang luar biasa...

Sekali Lagi, Wanita Terkuat Itu Kembali Berjuang

Gambar
[ Artikel 23#, kategori keluarga ] Bulan Agustus seharusnya disambut dengan penuh semangat, akan tetapi malah kabar yang kurang enak hati. Wanita yang paling kuat di bumi, kembali harus berjuang untuk kesekian kali. Saya mohon, Tuhan mau kembali membuatnya sehat dan senyum kembali. Akhir pekan ini saya kembali melihatnya dengan selang dan kabel melilit tubuhnya. Kasian, tapi itulah cara merawat orang yang sedang sakit. Tubuhnya lemas dan terkulai kurus. Syukurlah saat tiba, matanya masih bisa melihat saya. Meski akhirnya ia kembali tidur karena beban tubuh yang sulit digerakkan. Saya tidak tahu kapan beliau sembuh. Apalagi saya punya keterbatasan waktu. Melihat saudara-saudara yang begitu sigap, saya merasa malu sendiri seakan tidak berguna menghampiri mereka. Semoga saja, keinginannya untuk sembuh bisa membuat tubuhnya kembali sehat. Kami semua mencintainya, apalagi saya sebagai putra pertamanya. Artikel terkait : Dengan punya uang, Segalanya Jadi Mudah Bercerai Bayarin Hutang Orang L...

Dengan punya uang, Segalanya Jadi Mudah

Gambar
[ Artikel 22#, kategori keluarga ] Andai saya bisa kembali saat SMA namun dengan pikiran sekarang, saya akan nabung terus. Rasanya inilah hikmah yang bisa dipetik saat usia 30 tahun lebih. Uang adalah segalanya. Saya yang tidak merokok, tidak berjudi dan miras hingga konsumsi narkoba. Pekerjaan saya juga terlihat santai, makanya duitnya tidak besar.  Saya sudah mengurangi interaksi bertemu orang untuk sekedar haha hihi atau menginspirasi dari kata dan perbuatan. Namun, masalah tetap saja datang menghampiri yang tak pernah dibayangkan. Andai waktu bisa diulang Wanita hebat itu kembali tumbang, seolah mengulang kejadian tahun 2015. Apesnya yang dibutuhkan adalah uang yang banyak untuk membawa beliau ke rumah sakit.  Dengan pekerjaan utama sebagai bloger, tentu saja kesulitan. Ditambah yang lain juga sama saja, baik saudara sendiri maupun si pendamping wanita hebat tersebut. Jika ini adalah ramalan masa depan, saya ingin kembali mengulang waktu. Kalau bisa pada jaman SMA saat kam...

Bercerai

Gambar
[ Artikel 21#, kategori keluarga ] Rasanya kepulangan waktu itu adalah kesia-sian belaka. Tak ada hujan atau badai, kabar yang disembunyikan awalnya terdengar juga akhirnya. Pasti tidak mudah mengambil keputusan itu. Andai saya ada di sana. Seseorang sudah mengambil langkah lebih awal dari mereka yang masih berjuang. Sayangnya, langkah tanpa kematengan adalah sikap terburu-buru yang berdampak buruk. Bahkan, keputusan yang diambil tidak mengindahkan perasaan orang-orang yang berada disekitarnya. Seolah patung, tak mendengar atau pun melihat. Perjodohan Kata perjodohan sempat saya benci kala orang tua menyodorkan pilihan wanitanya kepada saya. Namun sekarang, rasanya saya menginginkannya. Bukan saya tak mampu, hanya saja ada rasa percaya diri yang hilang kala berpikir ke jenjang pernikahan. Itu yang terjadi pada seseorang yang ingin saya banggakan. Kepulangan waktu itu hanya untuk demi memberi restu kepadanya yang mendadak mengabarkan akan segera menikah. Tentu saya pulang karna ingin me...

Bayarin Hutang Orang Lain

Gambar
[ Artikel 20#, kategori keluarga ] Saya tak pernah berharap dan tidak ingin berhutang dengan kondisi apapun saat ini. Bahkan, 5 tahun belakangan saya bebas hutang. Namun entah kenapa memasuki tahun 2022, malah saya bayarin hutang orang lain. Begitu mudah sekali uang yang saya simpan itu melayang. Padahal hasil jerih payah dari blog. Apalagi tidak mudah mendapatkan penghasilan dari blog yang tidak begitu mengandalkan adsen. Mau gimana lagi, demi keluarga. Bayarin hutang Saya mengerti mengungkapkan ini terasa buruk dimata orang lain. Tapi, tujuan saya menulis ini untuk mengingat kembali saat saya sudah berada di masa depan. Halo, saya dari masa depan. Perjuanganmu hari ini semoga terbalas dan kamu baik-baik saja. Tidak apa-apa, lagian ini juga demi keluarga. Apa yang terjadi? Saya mau nggak mau bayarin hutang yang tidak saya lakukan. Marah sekali rasanya pada diri sendiri. Saya pikir hidup saya aman karena tidak terbelenggu hutang, eh malah tetap saja saya yang ikut berjuang. Tahu gitu d...

Mengkhianati Kepercayaan

Gambar
[ Artikel 19#, kategori keluarga ] Saya bukan tipe orang yang dendaman, tapi kalau udah terlanjur malas sama seseorang, saya lebih memilih mengurangin interaksi sama dia. Atau bahkan gak terlibat komunikasi sama sekali. Cuma nggak mau saja rasa sabar terbuang sia-sia. Paragaf di atas saya temukan di Shopee Video. Mewakili perasaan saya hari ini yang begitu kecewa terhadap dirinya. Apalagi masih satu darah.  Kalau orang lain, saya terbiasa dan akan mendiamkan sampai mereka minta maaf. Kalau situasi seperti ini, rasanya seolah ditusuk berkali-kali dari belakang. Saya manusia, yang menaruh kepercayaan di atas segalanya. Apalagi menyangkut keluarga sendiri. Namun ketika rasa itu dikhianati, yasudahlah. Tidak ada yang salah, mungkin saya saja yang terlalu berlebihan. ... Pelajaran yang bisa dipetik adalah kepercayaan itu mahal, bila dikhianati berkali-kali itu namanya kurang ajar. Mau orang lain, teman dan bahkan, keluarga sendiri. Tolong jagalah, seburuk apapun situasimu. Jangan pernah...

Level Sulit Mengubah Kebiasan, Kecanduan

Gambar
[ Artikel 18#, kategori keluarga ] Saya pikir, seseorang dapat berubah karena sering berbagi kisah. Ternyata saya tidak belajar yang sudah-sudah. Kebiasaan memang bisa diubah, namun saat sudah kecanduan?  Rasanya susah. Antara marah dan sedih, saya berada dalam situasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Marah, itu percuma. Mau nangis, rasanya ia tidak bergeming. Orang-orang yang sudah berada pada level tinggi sulit mengubah kebiasaan menurut saya, ternyata disebut kecanduan. Orang-orang ini sebenarnya berusaha mengubah, namun tetap kalah. Pikirannya seolah buntu dan mudah menyerah. Sekeras apapun mulut berkata, hanya ada waktu berbeda. Maksudnya sesaat saja ketika ia mengaku ingin berubah, esok harinya ia kembali pada kebiasaan. Menyedihkan memang orang-orang seperti ini. Latar belakang yang keras dan buruk tak mempengaruhi kebiasaan mereka melakukan hal itu lagi dan lagi. Percuma sukses dan punya banyak uang jika semuanya kembali ke semula tanpa arah. Seolah kecanduan adalah...

Pelupa

Gambar
[ Artikel 17#, kategori keluarga ] Bagi saya, dia adalah wanita hebat. Bertahan hingga sekarang dari suami yang masih tak sempurna. Banyak pengalaman pahit yang saya rasakan saat bersamanya. Entah, sejak kapan saya mengaguminya untuk menjadikan patokan calon istri saya di masa depan. Namun kondisinya sekarang, ia menjadi pelupa. Semoga tidak bertambah parah. Dalam sebuah perjalanan menggunakan kendaraan bersama ibu tuan rumah, beberapa bulan lalu , kami berbincang tentang perempuan yang menjadi istri. Era sekarang memang berbeda dengan jaman ibu saya dulu yang tlah memutuskan menikah muda dengan Ayah saya. Ketika perempuan dulu sanggup bertahan dengan pasangannya meski banyak konflik, mereka tetap bertahan. Saya sudah melewati berbagai macam penderitaan sebagai anak, tapi anehnya keduanya tetap bertahan. Berkaca dengan diri sendiri yang beberapa kali memiliki hubungan, meski sebatas pacaran, jangankan berperang mulut, cemburu saja sudah ditinggalkan.  Perasaan ditinggalkan tersebut...

Jogja

Gambar
[ Artikel 15#, kategori keluarga ] Tahun baru ini sebenarnya penuh dengan tantangan karena Corona. Tapi keluarga sepertinya tidak terpengaruh. Pergantian tahun, mereka pergi ke Jogja. Syukurlah, tidak terjadi apa-apa dengan mereka hingga tulisan ini saya buat. Jogja, bukan sesuatu yang membuat penasaran lagi. Kota ini sudah sering kali dikunjungi, meski 5 tahun terakhir rasanya sudah tidak lagi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya lebih memilih menikmati malam pergantian tahun lebih nyaman di rumah sendiri (Semarang). Apalagi tidur di awal malam dan bangun di tengah malam.  Seperti tidak ada hal istimewa terjadi, tapi suasana yang tenang dan tidak diribetkan berbagai hal semisal suasananya ramai bersama keluarga adalah kemewahan yang saya dambakan. Saya kembali menolak ajakan ikut sama seperti tahun lalu di malam pergantian tahun baru, saat itu keluarga memilih Dieng. Entah apakah keajaiban atau panggilan diri, beberapa bulan kemudian, saya juga ke Dieng.  Hanya dengan 1...

Pekerja Keras

Gambar
[ Artikel 14#, kategori keluarga ] Saya cemburu dengan mereka. Masih muda sudah bekerja. Dibandingkan saya saat seusia mereka, saya malah berfoya-foya dengan waktu dan hubungan manusia. Bila ada panggung yang menginginkan mereka mendapatkan penghargaan, saya adalah orang pertama yang akan bertepuk tangan. Saya heran dengan mereka yang muda sekarang. Atau memang mungkin sudah jamannya. Dibalik terselubungnya niat mereka mendapatkan penghasilan, mereka belajar menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung orang lain. Dunia kerja itu kejam, menjadi baik dan nurut saja tidak cukup. Salah sedikit, langsung mempengaruhi pikiran dan perasaan. Para pekerja keras ini mungkin memang harus ditempa, layaknya membuat pedang yang terus dipukul agar menjadi berkualitas dan tajam. Mereka tidak mengeluh karena harga perasaan mereka setimpal dengan bulanan yang didapat. Bila ada pun, mungkin waktu mereka bersantai yang jadi alasan para pekerja keras ingin segera berganti tempat kerja. Mereka hanya ingin di...

Pulang

Gambar
[ Artikel 13#, kategori keluarga ] Tidak ada keraguan seperti sebelum-sebelumnya saat ajakan pulang selalu jadi bahan utama tiap berbicara. Sepertinya kata pulang diumur sekarang lebih tentang keluarga. Meninggalkan harta (kesepian) yang begitu dibanggakan dan memberikan senyuman kepada mereka yang sedang menunggu. Hanya butuh beberapa jam memutuskan keluar dari zona nyaman yang biasanya sulit ditinggalkan. Rasa khawatir dengan apa yang biasanya dilakukan di rumah juga tak dapat menahan diri untuk pergi.  Duka yang menjadi suka cita Tidak banyak waktu persiapan seperti pergi saat berwisata. Malam ini kabar duka datang. Salah satu keluarga ada yang berpulang. Umur manusia memang tidak dapat ditebak. Suara itu bukan saja memberi kabar sedih, tapi juga tentang makna berkumpul kembali. Ada momen di atas orang-orang yang sedang bersabar karena ditinggal. Entahlah, apakah ini benar atau salah. Tapi niat pulang memang lebih tentang bagaimana memberi kekuatan kepada mereka yang diting...

Mas, Aku Mau Menikah

Gambar
[ Artikel 12#, kategori keluarga ] Tidak menyangka, si Bungsu lebih dulu akan menikah dari kakak-kakanya. Kabar baik sebenarnya. Setidaknya, orang tua ikut bahagia karenanya. Harapan menimang cucu, bakal terwujud beberapa waktu ke depan. Hanya saja. Sebagai pria, kita perlu sebuah kekuatan yang menopang masa depan. Kekuatan yang terbungkus harta dan jabatan, sangat penting menjaga mahligai agar tidak mudah roboh. Benar, segerakan menikah bila melihat dari sisi agama. Namun tulisan ini adalah pikiran saya sebagai pria. Saya tidak ingin melihat kesenangan dahulu dan akhirnya menderita kemudian.  Berharap yang terbaik Ketika saya mengomentari anak muda sekarang yang lebih cepat menikah, khususnya di bawah 25 tahun, saya malah berhadapan dengan keluarga sendiri. Tahun 2019, saya sudah sempat berpikir serius dengan seorang wanita yang berusia di bawah 25 tahun yang ingin kami menikah. Saya ingin mengenalnya dulu, tidak ingin buru-buru. Tapi takdir berkata lain, ia pergi tanpa berta...