Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Plot Twist : Izin Nikah

[Artikel 26#, kategori keluarga] Dari sekian kisah yang terjadi setahun belakangan, saya tidak menyangka akan mendapat kabar ini. Suara beliau yang awalnya nyaring lewat telepon, berubah pelan dan memohon izin. 'Bapak ingin nikah lagi, boleh ya?'

Seketika perasaan saya campur aduk, mengingat ini baru 100 hari almarhum Ibu. Namun dengan mudahnya saya mengatakan 'terserah Bapak'.

Plot Twist

Manusia tidak akan pernah bisa berubah, saya percaya itu. Sebaik apapun dia berjuang dan terlihat berbeda, nyatanya hanya menunggu waktu saja.

Tahun 2022 adalah tahun paling menyedihkan dalam hidup saya mengenai keluarga. Dua adik yang nggak jelas apa yang dilakukan, Ibu yang sudah berjuang tapi tetap harus berpulang dan sekarang, pria yang menjadi suami si Ibu mendadak izin nikah.

Apakah saya harus bahagia karena akan bertemu Ibu baru dan memiliki adek lain di umur sekarang? Entah apa yang dipikirkan si Bapak yang alasannya menikahi seorang wanita yang telah memiliki anak (janda).

Saya sangat menderita dengan perasaan yang tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak punya uang disaat genting, dan tidak berada di samping keluarga saat suasana penting.

Adik-adik saya terus berulah sampai berani berbohong kepada kakaknya yang sedang berjuang ingin melepas masa lajang dengan rajin menabung. Apalagi umur yang sudah tidak matang, ada saja yang kelakuan yang membuat pusing tujuh keliling.

Dari sekian situasi dan masalah yang silih berganti datang, kabar si Bapak yang menikah lagi seperti sebuah cerita film yang tidak disangka-sangka.

Tapi, sebagai laki-laki, mungkin berpikir itu wajar. Apalagi si Bapak mungkin menderita dan kesepian. Namun sebagai anak, entah kenapa keputusan tersebut terasa menyesakkan.

...

Andai saya diberi kesempatan kedua seperti cerita di komik-komik, saya ingin memutar waktu. Membawa informasi masa depan saat saya terbangun menjadi diri saya sewaktu kecil.

Saya tidak ingin kejadian di masa depan berulang kembali. Saya ingin membahagiakan Ibu dan adik-adik saya. Membuat jalan terbaik buat mereka.

Sayangnya, itu hanya imajinasi saja. Mari doakan si Bapak dan keluarga agar tetap bahagia. Sehat selalu buat kita semua.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini