Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hujan Turun Mendadak

[Artikel 24#, kategori keluarga] Hujan tiba-tiba saja memecah kesunyian saat tubuh berkata ingin lekas tidur. Apalagi ada Real Madrid main dini hari nanti. Seperti sebuah pertanda, hujan kali ini tidak biasa. Lalu, mendadak suara telpon berbunyi. 

Saudara menelpon jika wanita terkuat itu akhirnya tidak merasakan sakit lagi. Suaranya yang rintih dan terdengar beberapa tangisan disebelahnya, seperti alur yang mudah ketebak karena hujan yang mendadak tadi. Semacam feeling.

Saya tidak bisa menangis, aneh sebenarnya. Namun perasaan saya malah lega karena wanita terkuat itu kini tidak perlu merasakan sakit lagi. Kata ikhlas adalah kunci dari perasaan malam itu.

Baru saja pulang dan berharap akan dapat kabar baik, terpaksa kembali lagi. Saya sudah setuju dan memberi izin kepada pendampingnya yang ingin segera mengebumikan.

Saya memikirkan bagaimana keadaan saudara-saudara lainnya, khususnya si bungsu (kandung). Mungkin dia paling terpukul dengan kejadian ini. Rasa sayang yang luar biasa membuatnya mengorbankan segalanya.

🕘 21.05 wib

Thanks, Mah! 
Allah lebih mencintaimu. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini