Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Agustus 2022

[Artikel 106#, kategori catatan] Saya sangat bersemangat pagi ini mengawali bulan Agustus yang masih belum terisi cerita saya sebulan ke depan. Kekhawatiran yang begitu besar yang datang diperiode akhir bulan Juli kemarin menutup kegembiraan yang seharusnya saya bisa rayakan.

Saya berjanji akan lebih bekerja keras lagi. Wanita yang paling perkasa di dunia yang akhirnya tumbang menjadi beban pikiran yang rasanya saya memang bukan anak yang berbakti kepadanya.

Yang saya rencanakan bulan Agustus ini adalah bagaimana mendapatkan uang. Bukan berarti saya benar-benar harus punya, tapi setidaknya ada pemasukan yang bisa saya berikan kepada keluarga di rumah.

Rasa nano-nano

Banyak pertemuan terjadi di bulan Juli kemarin. Rasanya seperti permen nano-nano. Ada manisnya kala terasa bahagia. Ada sedihnya kala pertemuan yang seharusnya menjadi kisah romantis, malah dimanfaatkan untuk minta uang. Kasian saya, udah miskin masih juga dimanfaatkan.

Lembaran baru

Ketika kabar si wanita perkasa tumbang, pikiran saya agak nyeleneh. Seakan terinspirasi cerita dari komik yang di mana karakter utamanya punya sistem, saya mendadak berpikir menginginkan hal serupa.

Dengan sistem yang berupa layar berada di depan mata penggunanya, dan hanya saya yang bisa melihatnya, berharap ada kekuatan yang menolong saya. Kekuatan yang bisa membuat semuanya terasa lebih mudah. Kekuatan, kekuasaan dan uang yang banyak.

Yah, itu hanya pikiran naif belaka. Bulan Agustus, lebih baik buka lembaran baru lagi. Melakukan segalanya dan menaruhnya di halaman ini. Baik cerita suka duka maupun manis asem kehidupan.

Selamat datang bulan Agustus, saya harap lebih baik dari pak Agus. 😅

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini