Postingan

Menampilkan postingan dengan label lifestyle

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Potong Rambut: Dari Sekadar Potong Jadi Cerita Hidup

Gambar
[ Artikel 4#, kategori lifestyle ] Dulu, potong rambut itu simpel. Tinggal jalan ke salon terdekat, duduk, potong, bayar, selesai. Tapi sekarang? Beda cerita, bro. Banyak pertimbangan yang harus dipikirin, apalagi soal harga. Maklum, tahun 2025 ini dunia saya beneran terbalik gara-gara kesulitan keuangan. Akhirnya, setelah hampir setengah tahun, saya memutuskan untuk potong rambut lagi di pertengahan Juni kemarin. Topi Jadi Penutup “Krisis” Rambut Saat main futsal atau mini soccer, saya selalu pakai topi . Bukan buat gaya-gayaan, tapi murni karena rambut depan yang udah panjang banget sampe ganggu mata.  Bayangin, tiap nendang bola, rambut ikut nari-nari di depan muka!  Pakai topi terbalik sih emang kelihatan keren, kayak branding diri di lapangan. Tapi jujur, itu cuma akal-akalan biar rambut nggak bikin ribet.  7 Bulan Tanpa Cukur Blog ini ternyata berguna banget buat nyatet momen hidup, termasuk kapan terakhir potong rambut. Dari catatan, terakhir saya cukur itu Oktober...

Akhirnya Potong Rambut

Gambar
[ Artikel 3#, kategori lifestyle ] Akhirnya potong rambut juga setelah hampir 4 bulan terbelengkalai karena alasan tidak punya uang. Sebenarnya rejeki ada aja sih, tapi pioritas lebih memilih isi perut ketimbang hidup lebih elegan (rambut). Tujuan potong rambut kali ini punya misi khusus sebenarnya. Penasaran? Senin terakhir di bulan Oktober (28/10), pulang futsal sore langsung saya teruskan menuju tempat potong rambut yang kebenaran satu jalur pulang. Niat potong rambut kali ini begitu bar-bar karena sudah tidak ketahan lagi. Konten Saya sebenarnya sudah cukup mampu menahannya untuk tidak potong rambut. Bahkan saya mengakalinya dengan memakai topi apabila sedang bermain futsal. Namun kali ini ada misi yang diemban, yaitu buat artikel untuk blog dotsemarang. Era pembayaran non tunai lewat QRIS rupanya juga sudah menggrogoti tempat potong rambut. Bukan hanya tempat yang eksklusif, tapi juga yang biasa. Saya sangat tertarik dengan cara pembayaran tersebut. Dengan misi tersebut, dali...

Harga Potong Rambut di Barbershop Langganan Tahun 2024 Naik

Gambar
[ Artikel 2#, kategori lifestyle ] Sudah coba setia dengan tempat baru usai tempat satunya sudah tidak kunjungi karna harganya naik, eh sekarang malah naik juga harga potong/pangkas rambut tempat barunya. Dilema buat orang yang ingin hemat tapi ingin grooming (menjaga penampilan). Saya sudah mendapatkan jadwal resmi keberangkatan ke Jakarta untuk acara ASUS Indonesia tanggal 6 Maret besok. Beberapa hari sebelumnya, saya pikir untuk membenahi penampilan saya dari sisi rambut yang sudah sebulan lebih tidak dipangkas. Tempatnya ada di sekitaran rumah, terbilang dekat untuk naik sepeda menuju lokasinya. Tidak ada perasaan apa-apa saat tiba dan membuka pintunya yang saat itu ada beberapa pelanggan yang sedang potong rambut juga. Eh, ada pengumuman kalau harga pangkas di sini harganya naik. Sepanjang tahun 2023 harganya konsisten di angka 25 ribu. Sekarang menjadi 35 ribuan. Apakah menyamakan dengan harga normal barbershop yang ada di seluruh Kota Semarang? Mendadak dilema karena saya da...

Barbershop Favorit Mendadak Naikkan Harga Pangkasnya

Gambar
Selalu ada saja alasan untuk menjadi tidak menyenangkan saat merasa sudah nyaman. Saya pikir, sudah menetapkan hati karena kualitasnya membuat gaya rambut saya terlihat lebih baik. Sayangnya, mereka tidak melihat orang yang datang ke tempat mereka sebagai pelanggan. Lalu, apa? Bicara bisnis, menaikkan harga karena ada permintaan yang banyak adalah hal biasa. Wajar, mungkin saja. Seperti rasa percaya diri karena dipikir mereka akan selalu dicari. Tidak masalah awalnya Saya ingin menempatkan diri saya sebagai pelanggan yang setia dan percaya bahwa di tempat tersebut adalah pilihan terbaik. Tidak masalah seperti gimana tempatnya atau karakter orang di dalamnya, toh hasilnya adalah keputusan yang juga sebagai penentu. Pertama kali melihat harga promo masih 20 ribu, saya langsung klop. Apalagi melihat suasananya yang tidak cukup besar dan hanya mengandalkan rumah sebagai tempat bisnis. Di dalamnya, banyak anak muda yang umurnya mungkin berada di bawah saya. Atau di atas saya, tidak jauh pas...