Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Barbershop Favorit Mendadak Naikkan Harga Pangkasnya

Selalu ada saja alasan untuk menjadi tidak menyenangkan saat merasa sudah nyaman. Saya pikir, sudah menetapkan hati karena kualitasnya membuat gaya rambut saya terlihat lebih baik. Sayangnya, mereka tidak melihat orang yang datang ke tempat mereka sebagai pelanggan. Lalu, apa?

Bicara bisnis, menaikkan harga karena ada permintaan yang banyak adalah hal biasa. Wajar, mungkin saja. Seperti rasa percaya diri karena dipikir mereka akan selalu dicari.

Tidak masalah awalnya

Saya ingin menempatkan diri saya sebagai pelanggan yang setia dan percaya bahwa di tempat tersebut adalah pilihan terbaik. Tidak masalah seperti gimana tempatnya atau karakter orang di dalamnya, toh hasilnya adalah keputusan yang juga sebagai penentu.

Pertama kali melihat harga promo masih 20 ribu, saya langsung klop. Apalagi melihat suasananya yang tidak cukup besar dan hanya mengandalkan rumah sebagai tempat bisnis.

Di dalamnya, banyak anak muda yang umurnya mungkin berada di bawah saya. Atau di atas saya, tidak jauh pastinya. Di usia mereka, saya angkat topi karena sudah bekerja dan menghasilkan uang.

Beberapa bulan kemudian, tarifnya naik. Perlahan tapi pasti, tidak begitu jauh waktu naiknya, mendadak saja harganya mirip dengan bisnis yang sudah punya nama dan banyak cabang.

Awalnya saya merasa tidak masalah. Toh, anak muda perlu didukung. Menunjukkan keseriusan mereka melayani pelanggan dan tidak membuang waktu saat di usia mereka yang seharusnya bersenang-senang.

2 bulan sekali

Karena harganya sudah begitu tinggi untuk ukuran saya, mau tidak mau sikap saya berubah. Dari yang awalnya mendukung, sekarang menjadi limbung. Hmm..limbung itu apa ya? Semacam terombang-ambing sepertinya.

Mereka tidak salah dalam sisi bisnis menaikkan harga. Yang jadi masalah adalah tipe konsumen atau pelanggan yang menginginkan harga murah tapi kualitas bagus. Ini yang ribetnya.

Pelanggan seperti saya ini yang mengikuti mereka dari harga promo, lalu naik dan naik, terasa membebani. Jika harganya mirip dengan merek sebelah yang sudah punya nama, mengapa saya tidak pergi saja.

Toh, yang diinginkan tidak begitu banyak untuk memangkas rambut. Apalagi gaya rambut saya itu-itu saja. Kenapa jadinya dihantam rata.

Akhirnya saya berdamai dengan diri sendiri sambil menunggu atau mencari-cari tempat lain sebagai alternatif. Bila jadwal pangkas rambut saya sebulan sekali biasanya, kali ini terpaksa diputuskan 2 bulan sekali.

Alasannya sederhana, saya ingin menghemat pengeluaran saya yang pendapatannya tidak seberapa. Perasaan sudah nyaman dengan merek tertentu untuk menggantinya rasanya sukar sekali. Tapi, keadaan keuangan memaksanya begitu. 

...

Saya mengerti mereka juga ingin berkembang dan maju. Namun caranya menaikkan harga yang sangat berdekatan waktunya itu tidak mengasyikkan. Apalagi saya sudah bertahun-tahun memakai jasa mereka.

Saya kira, hanya wanita yang perasaannya mudah berubah. Ternyata bisnis pun demikian. Tidak peduli seberapa loyalitas seseorang, karena pada akhirnya mereka pergi begitu saja. Semua ingin jadi lebih baik dan saya adalah bagian dari proses perjalanannya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini