Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Rambut yang Tidak Bisa Dibohongi

[Artikel 8#, kategori pria 34 tahun] Penampilan boleh menipu mata banyak orang. Namun rambut yang tampak berubah putih atau beruban, tidak dapat membohongi usia. Saya disadarkan oleh pemilik salon dekat rumah yang tiap bulan memangkas rambut saya. Meski ditemukan beberapa helai, saya semakin sadar bahwa wajah saya sudah tidak wajar.

Pekan kedua bulan Juni, akhirnya ada waktu untuk pergi ke salon. Belajar dari pangkas rambut bulan puasa kemarin, saya datang malam hari sekarang. Dan benar perasaan saya, ini jam-jam sepi dan itu menenangkan.

Langsung duduk dan dilayani seperti raja, pemilik salon bertanya model rambut apa kali ini. Saya yang sudah pakem dengan model rambut biasanya, hanya mengatakan 'seperti biasanya'. Apalagi hampir setengah tahun ini, saya potong di sini.

Rambut yang memutih

Saya kembali membuka postingan lama tahun 2017 tentang kekhawatiran saya soal rambut yang rontok. Kala itu, dengan usia 30 tahun, rambut saya terasa mulai tidak beres.

Namun bila melihat diri saya sekarang (34 tahun), rambut saya baik-baik saja. Ternyata benar, jika kekurangan protein bisa berdampak pada rambut. Baca artikel lawas saya di sini yang juga ada membahas soal protein rambut.

Memang benar baik-baik saja, tapi warnanya yang memutih beberapa helai seperti sebuah peringatan. Apakah ini berarti saya harus mewarnai rambut? Seharusnya menjadi hitam juga, bukan warna lain.

...

Menjadi pria berusia 34 tahun tanpa sadar, meski fisik saya baik-baik saja (bermain futsal), saya tidak bisa menghindar dari yang namanya tua.

Rambut memutih sudah wajar dan bisa diakali dengan semir. Yang terpenting, tetap sehat dan produktif. Kegalauan yang masih menemani di usia ini, saya harap tidak menjadi masalah.

Tetap muda meski usia berbeda!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini