Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Juni 2021, Saya Pulang

[Artikel 91#, kategori catatan] Bulan Juni disapa dengan sebuah keputsan yang sebenarnya jika harus memilih, saya lebih baik nyaman di rumah saja. Namun dengan membawa alasan keluarga, mau tidak mau saya harus keluar dari kemewahan yang sudah dianggap surga di langit ketujuh, rumah.

Tidak ingin ribet dan lagi tidak ada uang adalah alasan besar mengapa di umur sekarang pergi ke luar kota seperti sedang pergi ke neraka. Lebih nyaman di kamar, menyapu halaman, kasih makan kucing atau berpeluh keringat membersihkan isi rumah.

Tanpa bla bli blu, setelah mendapat restu pemilik rumah, saya segera memesan tiket Kereta Api. Ini adalah perjalanan terdekat dalam setahun belakangan. Biasanya saya benar-benar jarang pulang hingga bertahun-tahun.

Pernikahan 

Bila hampir setengah tahun lalu alasan pulang karena keluarga yang berpulang, maka kali ini keluarga utama yang sedang berbahagia. Si bungsu akan melangsungkan pernikahan.

Sebagai kakak, saya ingin melakukan yang terbaik dan menjadi inspirasi. Sayangnya, saya yang belum sempurna selalu menjadi beban kala akan pulang.

Hari ini, tepat tanggal 2 Juni atau awal bulan yang jatuh pada hari Rabu, saya menghabiskan waktu di stasiun Semarang. Masalah utama bepergian adalah tes covid-19. Terlalu banyak khawatir bila hasilnya tidak sesuai harapan.

Lalu, dalam perjalanan juga harus duduk selama 4 jam di dalam kereta. Dan perjalanan ke rumah yang juga hampir 2 jam lebih. Benar-benar seharian di jalan.

Rumah sedang ramai

Sudah beberapa hari ini rumah (Semarang) sedang ramai-ramainya. Penghuni rumah pada datang ke rumah semua. Tidak enak meninggalkan mereka sebenarnya. Apalagi rutinitas pagi yang sering dilakukan.

Pulang selalu memberikan rasa khawatir mendalam. Terutama warga Cancer yang mencintai rumahnya yang tidak ingin keluar rumah atau keluar kota.

...

Selamat datang bulan Juni. Semoga bulan ini semua berjalan lancar semua. Selalu diberi kesehatan dan terhindar dari Covid-19. Dipermudah semua kegiatan dan dibukaan pintu rejeki. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini