Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pompa Air Rusak

[Artikel 30#, kategori rumah] Entahlah, apa yang dipikirkan pekerja saat itu yang sedang memasang alat penangkal petir di rumah. Pompa air yang tidak bersalah kena imbas, akhirnya tidak menyala. Pelakunya seolah tidak bersalah karena mereka pikir sudah memperbaiki.

Selasa pagi (29/6), berniat menyalakan pompa, malah tidak menyala. Padahal orang-orang di rumah sedang banyak-banyaknya karena ada pekerja yang sedang memperbaiki.

Kaget ketika melihat bentuk pompa yang kabel-kabelnya berantakan. Siapa yang melakukan? Bahkan tutup kabel yang biasanya terlihat, entah di mana kotaknya?

Setelah bertanya-tanya, ternyata itu dilakukan oleh pekerja yang sebelumnya sedang memasang penangkal petir. Mereka mencari tanah untuk menetralkan dengan menancapkan kabelnya ke dalam tanah.

Karena letak tanah dekat dengan pompa dianggap strategis, dipilihlah. Dan hasilnya seperti judul halaman ini. Air tak mengalir dan orang-orang mengantri untuk mandi.

Diakali

Bersyukur bahwa ada pekerja yang mengerti perkabelan. Sementara diakali dulu katanya dan pompa kembali menyala. Di umur yang muda, saya pikir pengalamannya sangat berharga untuk kejadian seperti ini.


...

Orang-orang tidak mengerti ketika sesuatu terjadi dan dampaknya pada orang lain. Di sini kalang kabut, dan mereka sudah pergi.

Semoga tidak ada kejadian lagi yang tidak disengaja yang berdampak membuat khawatir orang lain. Mereka harusnya meminta maaf karena melakukan salah, meski itu tidak disengaja sekalipun.

Pelajaran hari ini!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini