Postingan

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

👑 Laga Pekan Kedua Liga Champions: Saat DNA Remontada Mengubah Cerita di Olimpico

Gambar
[ Artikel 95#, kategori Real Madrid ] Pertandingan Matchday 2 Liga Champions antara AS Roma kontra Real Madrid Kamis lalu (15/10) sebenarnya jadi salah satu laga yang paling saya tunggu. Bukan cuma soal bentrok dua nama besar Eropa, tapi ada ikatan emosional tersendiri dari sosok Jose Mourinho yang kembali ke Stadio Olimpico untuk menghadapi mantan tim yang pernah dibawanya meraih trofi Eropa. Namun, alur pertandingan justru berjalan di luar dugaan dan sempat bikin makan hati. AS Roma tampil luar biasa dan memberikan pelajaran berharga buat skuad asuhan The Special One . Saat papan skor menunjukkan angka 3-1 untuk keunggulan tuan rumah lewat dua gol Donyell Malen dan Marten de Roon, jujur saja saya sudah pasrah.  Perasaan frustrasi membuat saya memilih mengalihkan pandangan dari layar kaca dan fokus mengetik draf tulisan saja. Maklum, kekalahan di laga derbi dari Atletico Madrid sebelumnya masih menyisakan rasa trauma. Antusiasme dan ekspektasi nonton Madrid belakangan memang agak ...

⚽ Satu Tahun Sanmaru: Dari Korban Padel, Kuliner Pinggir Lapangan, Hingga Tempat Menjaga Mental

Gambar
[ Artikel 28#, kategori mini soccer ]  Tidak terasa perjalanan Sanmaru sudah sampai di titik pertamanya, sejak pertama kali resmi menginjakkan kaki di atas rumput sintetis mini soccer pada bulan September 2025 lalu. Cerita awal transisinya dulu pernah saya tulis di artikel Babak Baru di Rumput Hijau Mini Soccer . Untuk memperingatinya, pengurus benar-benar bekerja keras. Mulai dari menyiapkan pemungutan suara untuk daftar pemain terbaik pilihan warga Sanmaru, sampai mendatangkan kuliner langsung ke pinggir lapangan. Wah, ini yang bikin saya suka. Kamis malam (24/9) kemarin, Sanmaru resmi genap berusia satu tahun. Buat pengurus dan kita semua, momen satu tahun ini rasanya memang istimewa banget. Sanmaru—yang awalnya merupakan gabungan dari dua komunitas futsal akibat lapangan futsal langganan tergerus jadi lapangan padel —bukan sekadar wadah tempat bermain bapak-bapak yang mencari keringat di tengah kesibukan. Buat saya pribadi, komunitas ini jadi tempat untuk tetap merasa "hidup...

🎖️ Kenapa Harus Berseragam?

Gambar
[ Artikel 3#, kategori Pralastic ] Beberapa minggu ini, perasaan saya tidak tenang. Memikirkan sesuatu yang sebenarnya bukan ranah saya, namun entah kenapa itu terus membayangi isi kepala. Seharusnya saya ikut bahagia melihat momen tersebut, namun ada pertanyaan dalam lubuk hati dari kacamata pria biasa yang kini tlah berusia 40 tahun. Dini hari ini, akhirnya saya menuangkannya juga dalam tulisan. Pikiran saya kembali mengingat tentang momen hubungan yang dibagikan lewat Instagram. Perempuan cantik, anggun, berkelas dan labelnya duta wisata. Di foto-foto pernikahannya, senyum kebahagiaan memancar jelas. Sebagian besar orang tentu akan ikut bersukacita melihatnya. Tapi di sudut kepala saya, ada sekilas ganjalan—bukan karena cemburu atau memendam rasa, melainkan karena pola yang rasanya dejavu. Pria yang berdiri bersampingan dengannya di pelaminan adalah seorang prajurit berseragam (kalau tidak salah dari angkatan laut). Kejadian ini langsung mengingatkan saya pada rekan sesama duta wisa...

☕ Coffeemix di Bulan Oktober 2026

Gambar
[ Artikel 7#, kategori kopi ] Di tempat biasa, sudut ruang yang biasa digunakan sebagai tempat menaruh botol-botol kosong, awal bulan ini terselip tumpukan kopi sachet. Melihat merek dan warna kemasannya, pikiran saya langsung mengarah pada Indocafe Coffeemix. Dan benar saja. Oktober kali ini punya ceritanya sendiri, terutama soal kopi. Padahal kalau mengingat kembali bulan Juli lalu, perjuangan menghemat kopi sebenarnya tak kalah memikat. Bahkan saat itu, ada sedikit solusi yang sempat saya tawarkan dari pengalaman yang ada. Kini, tak disangka saya kembali beralih menyeduh Coffeemix—kopi sachet yang sudah sangat familiar dan sebenarnya pernah jadi andalan saya dulu. 5 sachet Saya langsung menghampirinya, sekalian menyelesaikan tugas mengisi botol-botol yang ditaruh di sana, rutinitas kecil yang sudah saya jalani selama kurang lebih dua tahun terakhir ini. Di sana hanya ada lima sachet. Sedikit? Tentu saja, apalagi jika dihubungkan dengan rutinitas minum kopi harian yang biasanya dija...

🚴‍♂️ Perjuangan Main Bola Kamis Malam: Antara ASUS dan Mini Soccer

Gambar
[ Artikel 27#, kategori mini soccer ] Kamis minggu ini (17/9), tantangan main bola di lapangan mini soccer berbeda dari biasanya. Jika biasanya santai bisa langsung meluncur ke lapangan usai sholat Maghrib, kali ini saya sudah harus keluar rumah sejak sore hari. Alasannya sederhana: ada acara ASUS yang kembali datang ke Kota Semarang. Sebagai blogger yang tergabung dalam komunitas mereka, tentu momentum seperti ini sulit untuk dilewatkan. Alhasil, Kamis malam kemarin fokus dan konsentrasi harus terbagi dua antara menghadiri acara di Hotel Tentrem dan mengejar kick-off mini soccer di Lapangan Barito. Tidak mudah, dan jelas ada yang harus dikorbankan—terutama stamina dan manajemen waktu yang super mepet. Dilema makin terasa ketika pengurus tim memajukan jadwal main dari yang biasanya jam 7 malam menjadi jam 6 malam. Sungguh pilihan yang bikin kepikiran karena jeda waktunya makin terbatas. Undangan acara ASUS sendiri tertera jam 4 sore. Tapi ya kita tahu sendiri, acara jarang yang bisa...

🍂 Halo Oktober 2026: Antara Bayangan Rezeki, Ekspektasi, dan Realita di Lapangan

Gambar
Menutup September dan membuka lembaran Oktober tahun ini, rasanya ada helaan napas yang lumayan panjang. Di usia yang baru saja menginjak kepala empat kemarin, saya pikir pola pikir saya bakal makin tenang menghadapi dinamika lapangan. Tapi ternyata, September kemarin tetap sukses bikin saya elus dada berkali-kali. Dari luar, bulan kemarin kelihatan sibuk dan menjanjikan. Email masuk beberapa kali, menanyakan rate card , minta detail penawaran, dan ngobrolin potensi kerja sama. Bikin optimis? Jelas. Tapi polanya lagi-lagi sama: antusias di awal, minta informasi secepatnya, lalu mendadak lost contact alias ghosting begitu semua berkas dikirim. Rezeki yang dikira sudah di ambang pintu, nyatanya cuma mampir lewat sebagai bias. Tapi yang paling bikin kepikiran justru rentetan cerita dari dua event besar yang saya ikuti. Pertama, soal ASUS. Kehadiran acara mereka di bulan September jelas jadi kabar yang sangat saya nantikan, apalagi setelah kolaborasi di pertengahan tahun lalu. Di tengah...

🌿 Psyllium Husk: Cerita Pencernaan Lega dan Dompet yang Selamat dari Drama Hemat

Gambar
[ Artikel 58#, kategori kesehatan ] Perjalanan hidup hemat dalam dua tahun terakhir ini ternyata membawa cerita tersendiri. Siapa sangka, upaya menekan pengeluaran justru menuntun saya pada penemuan penting untuk kesehatan, khususnya urusan pencernaan. Bisa dibilang, ini adalah fase trial and error yang cukup panjang. Psyllium Husk, nama yang awalnya terasa asing di telinga, akhirnya benar-benar saya coba. Awalnya, nama itu sekadar melintas saat saya sedang berselancar di marketplace dan melihat label "baik untuk pencernaan". Waktu itu, saya sempat mengabaikannya begitu saja. Namun, seiring berjalannya waktu dan kebutuhan tubuh yang mulai mendesak, akhirnya jari ini check-out juga barangnya. Dari Sachet-an Sampai Drama Warteg Tutup Namanya juga mode hemat sudah diaktifkan secara maksimal, mau tidak mau keputusan itu berdampak langsung pada pola makan. Menu harian yang praktis dan ekonomis—seperti nasi dan tempe—membuat asupan serat harian praktis tersingkir dari daftar. A...