Postingan

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

⚽ Satu Tim, Dua Generasi, Satu Pelaminan: Cerita Kondangan "Jersey" ala Sanmaru

Gambar
[ Artikel 26#, kategori mini soccer ] Sabtu malam Minggu, 20 Juni lalu, menjadi momen yang cukup berbeda buat saya. Bukan sekadar menghadiri undangan pernikahan biasa, tapi ini adalah hajatan besar dari salah satu keluarga komunitas mini soccer kami, Sanmaru FC. Undangan spesial ini datang dari Om Kris, rekan satu tim kami. Uniknya, yang berdiri di pelaminan malam itu sebagai mempelai pria adalah Ariel, yang tak lain adalah anak kandung Om Kris sendiri. Ya, di Sanmaru, bapak dan anak memang kompak berada di satu lapangan hijau yang sama. Dan malam itu, lapangan hijau seolah sengaja dipindahkan ke atas panggung megah berlatar putih minimalis dengan aksen kayu dan taburan bunga merah yang cantik. Misi "Perbaikan Gizi" yang Terancam Sebelum cerita soal keseruan di pelaminan, ada satu pengakuan dosa yang harus saya tulis di sini. Beberapa hari sebelum acara, tepatnya pada hari Kamis malam yang merupakan jadwal rutin Sanmaru bermain, saya terpaksa absen. Alasannya klasik tapi meny...

⚽ Merayakan Satu Tahun Guambo FC: Mini Soccer, Keringat, dan Sepiring Tumpeng di Pinggir Lapangan

Gambar
[ Artikel 26#, kategori mini soccer ] Bagi sebuah komunitas hobi, konsistensi adalah barang mewah. Menyatukan kepala, mencocokkan jadwal, hingga memastikan kuota pemain selalu terpenuhi setiap minggu itu bukan perkara gampang. Namun, Senin malam kemarin (29/6), Guambo FC membuktikan bahwa mereka berhasil melewati ujian konsistensi itu. Tidak terasa, sudah satu tahun penuh tim mini soccer ini rutin bergulir setiap Senin malam. Sebagai tim yang konsisten meramaikan jagat sepak bola malam, perayaan 1st Anniversary Guambo FC kali ini terasa sangat "Indonesia banget". Kalau biasanya perayaan tim bola identik dengan pesta barbeque atau sekadar makan-makan di kafe, Guambo FC memilih jalan kearifan lokal yang sarat makna: membawa tumpeng ke lapangan! Syukuran Sederhana di Sela Lapangan Hijau Melihat tumpeng nasi kuning lengkap dengan lauk-pauk dan hiasan sayur yang estetik bertengger di atas meja pinggir lapangan mini soccer adalah pemandangan yang unik sekaligus hangat. Hebatnya ...

📝 Halo Juli 2026: Kepala Empat, Lembaran Baru, dan Harapan yang Membumi

Gambar
[ Artikel 165#, kategori catatan ] Setiap kali mengetik kata "Halo" di awal bulan, selalu ada rasa magis yang hadir. Seperti membuka lembaran putih baru yang masih bersih. Namun, sebelum benar-benar mengayuh pedal di bulan Juli ini, saya rasa saya perlu duduk sejenak di keheningan dini hari, menarik napas dalam-dalam, dan melihat kembali apa yang ditinggalkan oleh Juni. Jujur saja, Juni kemarin rasanya seperti naik roller coaster tanpa sabuk pengaman. Naik-turunnya begitu cepat, menguras emosi, fisik, dan isi dompet secara bergantian. Baru saja membuka bulan dengan terkapar empat hari karena diare, hari kelima saya sudah harus memaksakan diri datang ke pernikahan teman setim bola. Sulit menolak undangan yang datang dari jauh-jauh hari, meski tubuh saat itu sebenarnya masih sibuk berkompromi dengan rasa lemas. Insiden Lapangan dan Pukulan Mental Setelah semua tampak membaik, saya sempat bersorak dalam hati. Akhirnya bisa comeback di lapangan hijau. Bagi saya, bermain mini so...

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger

Gambar
[ Artikel 26#, kategori Keuangan ] Bulan Juni ini membawa saya pada sebuah titik yang tidak pernah saya duga sebelumnya tahun ini. Untuk pertama kalinya, tagihan bulanan saya resmi menembus angka di atas 1 juta rupiah. Angka yang bagi sebagian orang mungkin terdengar kecil, namun bagi seorang konten kreator independen yang arus kas masuknya sedang seret di tahun 2026 ini, angka tersebut terasa begitu menekan dada. Ini adalah keputusan pinjaman tunai ketiga saya melalui SeaBank sepanjang tahun ini. Sebuah langkah darurat yang terpaksa diambil. Siklus Berkejaran dengan Angka Jujur saja, pinjaman ketiga ini hadir bukan untuk memenuhi keinginan, gaya hidup, atau barang-barang tersier. Mayoritas dari dana ini langsung dialokasikan untuk menutup tagihan dari pinjaman bulan-bulan sebelumnya—sebuah siklus klasik yang jamak disebut "gali lubang tutup lubang". Namun, di balik kepedihan siklus tersebut, ada rasa syukur karena dana ini juga yang memastikan kebutuhan premier saya tetap te...

⚽ Akhirnya Kembali Merumput Setelah Seminggu Dijajah Diare

Gambar
[ Artikel 25#, kategori mini soccer ] Bagi sebagian orang, melewatkan seminggu tanpa olahraga mungkin hal yang biasa. Namun bagi saya, absen selama satu pekan dari lapangan hijau rasanya seperti ada sebagian jiwa yang hilang. Maklum, jadwal main bola—atau tepatnya mini soccer —sudah menjadi rutinitas wajib dua kali seminggu. Kalaupun terpaksa absen, paling banyak hanya sekali dalam setahun, itu pun biasanya karena ada urusan keluarga yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan. Namun, minggu lalu rekor kehadiran saya rusak total. Bukan karena cedera otot atau kesibukan pekerjaan, melainkan karena musuh tak terlihat yang sukses membuat saya pasrah tanpa daya: diare. Tragedi ini dimulai pada Senin pagi, 15 Juni. Padahal, malam harinya adalah jadwal rutin saya untuk merumput. Alih-alih melakukan pemanasan di lapangan, hari Senin saya justru habis untuk bolak-balik ke kamar mandi. Panggilan alam yang satu ini benar-benar tidak bisa dinegosiasi. Jadwal main Senin malam pun gagal total. Yang me...

🚽 Mengaitkan Diare 4 Hari, Momen Tahun Baru Hijriah, dan Mitos Tulang Wangi

Gambar
[ Artikel 57#, kategori kesehatan] Saya tidak menyangka bisa jatuh sakit dalam durasi yang lumayan lama dari biasanya. Padahal, belum lama ini saya sempat berseloroh dalam hati saat perjalanan pulang bermain bola. Saya membatin agar jangan sampai sakit dalam waktu dekat. Maklum, selain status masih single , kondisi ekonomi juga sedang pas-pasan. Namun, takdir berkata lain di bulan Juni ini. Datangnya penyakit ini bahkan bertepatan dengan momen spiritual Tahun Baru Hijriah pada tanggal 16 Juni kemarin, hingga membuat saya otomatis mengaitkan kedua hal tersebut. Di saat orang-orang sibuk menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah dengan penuh khusyuk—mungkin ada yang ikut pawai obor, refleksi akhir tahun, atau sibuk membuat resolusi mulia—saya justru punya cara spiritual yang sangat... radikal. Bukan duduk bersila di atas sajadah sepanjang malam, melainkan bolak-balik dengan langkah seribu menuju sebuah ruangan kecil berukuran 2x2 meter. Ya, kamar mandi. Diare 4 hari kemarin sukses mengura...