Postingan

Menampilkan postingan dengan label Semarang

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Petualangan Pagi: Berburu Kerupuk Udang Finna yang (Ternyata) Langka di Semarang

Gambar
[ Artikel 22#, kategori Lucu ] Pagi itu, 3 Juni, saya tidak menyangka akan terjebak dalam drama berburu kerupuk udang merek Finna. Bukan sembarang kerupuk, tapi yang ukuran bungkus panjang, 380 gram, yang konon jadi primadona.  Ternyata, mencari barang ini di Semarang bukan perkara mudah. Dari minimarket sampai toko kelontong, stoknya kosong! Kalau ada pun, mereknya sama tapi ukurannya beda. Hari itu benar-benar menguras waktu dan tenaga, tapi kalau dipikir-pikir lagi, ceritanya kok lucu juga. Semua bermula dari kedatangan pemilik rumah, yang datang membawa "misi spesial." Sebagai pria muda paling senior di rumah—dan karena si bungsu sudah kabur ke kantor sejak subuh—saya lah yang kena tugas mulia ini.  “Cari kerupuk udang Finna,” katanya. Mudah, pikir saya. Tinggal ke minimarket, ambil, bayar, selesai. Ternyata, hidup tidak sesederhana itu. Dengan penuh percaya diri, saya meluncur ke minimarket terdekat. Finna? Ada! Saya pulang dengan senyum kemenangan, membawa kerupuk udang...

Perayaan dengan Bolang-baling, Jajanan Semarang

Gambar
[ Artikel 19#, kategori kuliner ] Akhirnya saya memutuskan memilih bolang-baling ketimbang kue ulang tahun yang pernah saya dapatkan dari dia untuk perayaan tahun ini. Saya pikir, saya perlu menghargai diri sendiri dengan sebuah apresiasi di umur yang bertambah. Bolang-baling merupakan jajanan favorit saya di Kota Semarang selain Lunpia. Harganya murah, cuma seribu perak meski ada juga yang sampai 5 ribu perak. Ketika menyantap jajanan ini, mood saya terasa lebih baik. Hanya saja, jangan berlebihan. Itu bisa buat eneg malahan. Di bulan spesial ini, saya ingin menikmatinya meski tidak perlu menunggu bulan Juli memakannya. Karena ada banyak pedagang kaki lima di sekitar yang mudah terjangkau lokasinya untuk dihampiri bila pengen. Menyesuaikan isi kantong Bertambahnya umur yang kini menjadi 38 tahun, saya berharap ada kemewahan dalam menikmatinya. Toh, perjalanan baru akan dimulai. Kenapa tidak memberi ucapan selamat dulu kepada diri sendiri agar lebih kuat dalam menyelesaikannya. Namun ...

Hari Terakhir Puasa di Kota Semarang, Cuacanya Adem

Gambar
[ Artikel 35#, kategori Semarang ] Semenjak awal puasa terjadi banjir karena hujan terus-menerus selama 3 hari, saya jadi memperhatikan cuaca Kota Semarang lewat blog. Saya ingin mengingatnya kelak agar punya data yang bisa dibandingkan. Menarik untuk melihatnya puasa mendatang. Tidak terasa puasa akhirnya berakhir, Rabu tanggal 9 April 2024. Jujur, puasa saya banyak bolong-bolong sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Di rumah suasananya ramai, jadinya puasa tidak kerasa sebenarnya.  Meninggalkan puasa, saya duduk di beranda teras rumah. Saya senang cuacanya dari pagi terasa adem. Cerah tapi tidak panas menyengat. Entah apakah maksudnya, sepertinya semesta merestui bumi. Sesuatu yang berkebalikan di awal dan di akhir. Saya harap itu adalah kebaikan dan doa-doa baik yang akan segera terkabul. Terima kasih puasa, semoga dapat menyapa kembali tahun depan. Dengan keadaan masih sehat dan baik-baik saja seperti sekarang. Tidak ada kekurangan satu pun dan dalam keadaan yang lebih baik tent...

Pertama Kali Mengalami Gempa di Kota Semarang

Gambar
[ Artikel 34#, kategori Semarang ] Semenjak tinggal di Kota Semarang dari tahun 2007, ini adalah pertama kalinya merasakan guncangan gempa di dalam kamar sendiri pada hari Jumat kemarin (22/3). Terkejut juga, sih! Sampai-sampai memikirkan apa yang harus dibawa keluar (laptop) dari kamar. Sejak pagi hari, berita tentang gempa yang terjadi di wilayah Jawa Timur, khususnya Tuban begitu ramai jadi perbincangan di lini masa X. Jika melihat jaraknya, tentu tidak akan merasa khawatir. Beberapa kali, bahkan yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang tidak berdampak apa-apa. Namun kali ini berbeda. Ada 2 kali guncangan rupanya. Yang pertama entah kenapa saya tidak merasakan langsung guncangannya, tapi kepala saya mendadak pening. Lalu yang kedua, ini benar-benar terasa. Monitor yang tidak terpakai di meja kerja saya bergoyang terus. Memang kurang dari 1 menit, tapi itu memberi kesan mengkhawatirkan. Apalagi posisi saya sedang tidur dan mendadak bangun. Beberapa barang juga ikut ber...

Kota Semarang yang Pagi Hari Masih Ditemani Kabut

Gambar
  [ Artikel 33#, kategori Semarang ] Semenjak kemarau melanda Kota Semarang, pemandangan kabut (entah apakah itu asap) pagi hari selalu menutup pemandangan yang biasanya terlihat 5 gunung. Paling besar adalah gunung Ungaran. Sekarang jarak pandang itu terbatas. Sampai kapan ini akan berakhir? Hari kedua di bulan November. Dinginnya udara pagi bak kemewahan yang sulit tertandingi apabila sudah masuk ke dalam kamar. Ibu Kota masih ditemani kemarau, meski sudah hujan beberapa kali. Kabut Saya sudah jarang bersepeda pagi hari. Perasaan malas yang saya takuti akhirnya menghampiri. Entah apa yang terjadi, kadang juga karena sudah tidak nyaman terutama pada lutut kaki. Rasanya semakin parah bila mengambil rute yang terlalu jauh. Dengan bersepeda, saya sering melihat pemandangan apabila melewati jembatan Citarum. Atau sedang berada di rumah saat menyerup kopi pagi hari di lantai atas. Sekarang, pemandangan itu tidak lagi terlihat. Semua tertutupi kabut putih. Rumah-rumah kecil yang bertump...

Hujan Mengguyur Kota Semarang Akhir Tahun 2022

Gambar
[ Artikel 32#, kategori Semarang ] Saat menulis halaman ini, hujan masih mengguyur Kota Semarang. Padahal sudah hampir menjelang jam 11 siang. Namun hujan yang sudah membasahi dari semalam ini semacam pertanda. Entahlah, yang pasti ini bakal membuat banjir di mana-mana. Hari ini, Sabtu tanggal 31 Desember 2022, langit Ibu Kota Jawa Tengah masih terlihat mendung. Seperti yang sudah diprediksi lembaga prakiraan cuaca, jika akhir tahun cuacanya bakal tidak ramah. Saya mencari jejak postingan yang menuliskan sama tentang hujan akhir tahun kemarin. Ternyata memang tidak saya tulis. Mungkin saya menulis ini sebagai catatan yang bisa saya buka lagi tahun depan. Semoga tidak hujan lagi, mengingat akhir tahun inginnya harapan lebih baik lagi. .. Hujan yang begitu lama dari semalam hingga siang saat ini, membuat kondisi rumah kemasukan air. Khususnya atap-atap yang bocor. Angin deras plus hujan, kombinasi yang cocok. Artikel terkait : Bunyi Sirine Mobil Ambulans yang Semakin Sering Terdengar Huj...

Bunyi Sirine Mobil Ambulans yang Semakin Sering Terdengar

Gambar
[ Artikel 31#, kategori Semarang ] Beberapa bulan terakhir, saya sangat memperhatikan mobil ambulans. Baik yang berpapasan atau pun mendengar sirinenya yang hampir setiap saat. Padahal dulu, saya jarang sekali mendengarnya. Mungkin kondisinya yang sedang pandemi jadi alasan mengapa saya begitu jadi perhatian sekarang. Dini hari tadi, bunyi sirine mobil ambulans sangat jelas masuk ke kuping saya. Meski angin kencang yang mengakibatkan suara-suara, saya hafal betul bunyi tersebut. Tapi kan ini jam berapa!  Saya menceritakan ini bukan sesuatu yang menganggu. Hanya saja perbedaan dulu dan sekarang jadi hal berarti seakan melihat seseorang bertumbuh tiap waktu. Beda dulu dan sekarang, kita harus tetap merasakan. Tidak bisa menolaknya dengan menutupi berbagai cara. Anggap saja seperti hujan yang datang saat musim penghujan. Saya berharap pasien yang berada di dalam mobil ambulans lekas pulih. Dan keluarga diberi ketabahan dan kesabaran. Musibah datang tanpa mengetuk pintu, sudah seharusn...

Hujan di Awal September

Gambar
[ Artikel 30#, kategori Semarang ] Setiap bulan September tiba dan hujan, pikiran langsung terbang dengan lirik lagu 'September Rain'. Apakah benar itu adalah lagu yang dibawain Green Day? Ternyata, bukan. Yang benar adalah Wake Me Up When September Ends. Kepleset sedikit rupanya. Sudah hari kedua atau tanggal 3 September. Kota Semarang malam menjelang, selalu hujan. Anggap ini adalah berkah, siapa tahu bulan kesembilan ini banyak memberi harapan. Ini bukan curhatan, hanya tentang masa depan. Terkadang saya suka melihat ke belakang lewat blog archive. Menjelajah mundur melihat tahun demi tahun. Kira-kira apa saja yang terjadi saat itu dari tulisan yang saya buat? Mungkin seperti saat kamu datang ke halaman ini, lima tahun ke depan. Semarang di awal bulan September rutin membasahi tiap sudut pandang. Twitter Lewat twitter @dotsemarang, saya selalu membagikan informasi hujan. Meski terkadang khawatir bila sedang ada acara di luar. Tapi tetap saya usahakan untuk konsisten. Hujan p...

Tips Mencintai Kotamu

Gambar
[ Artikel 29#, kategori Semarang ] Saat kamu lebih mengenal dia, di situlah kamu sedang jatuh cinta. Kamu merasakan perasaan tidak biasa. Tiap waktu yang kamu lewati penuh dengan sensasi. Menyenangkan, kecewa, tapi anehnya kamu tetap bertahan. Begitulah perumpamaannya. Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang lebih lama hidupnya mengenal Semarang. Mereka lebih fasih, tapi selalu berkata bahwa kota ini sudah biasa. Tak ada ketertarikan, kecuali momen tertentu. Saya selalu bilang bahwa Kotamu ini sangat indah dan keren. Banyak hal menarik yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tapi tetap saja, ini bukan seolah tidak mencintai, ini soal pengalaman. Melihat, bercengkrama dan menceritakan kepada orang lain. Dari sini saya mengerti bahwa tips mencintai tempat tinggal adalah menjelajahi tiap sudut dengan berbagai pengalaman. Mungkin hal sepele buat orang lain, tapi saat kembali diceritakan, itu menjadi nilai tambah yang tak pernah terpikirkan akan mendorong untuk terus melihat kembali. ...

Hujan di Bulan Februari 2020

Gambar
[ Artikel 28#, kategori Semarang ] Ini adalah kumpulan tweet-tweet dari Twitter @dotsemarang selama bulan Februari. Tidak ada yang istimewa sebenarnya bila hujan menjadi bagian penting Februari, mengingat bulan tersebut ada peringatan imlek.  Terakhir menulis kategori ' Semarang ' pada tahun 2018. Lumayan juga. Dengan halaman yang diperbarui ini, saya harap terus memperbarui halaman lainnya yang ada di blog ini. Twitter momen Beberapa waktu belakangan, kode tanam atau embed Twitter lebih sulit dari sebelumnya. Saya harus bekerja keras mencari solusi agar tetap diakses seperti yang dulu hanya lewat blog. Pada akhirnya saya menemukannya. Twitter momen berisi kumpulan tweet-tweet yang disatukan menjadi cerita yang bersambung. Masa depan Meski ini tidak penting buatmu, bagi saya info seperti cuaca ini sangat berguna di masa depan. Bisa jadi pembanding atau meramukan dengan konten yang sejenis atau berbeda sekalipun. Seperti apa hujan yang membasahi ...

dotsemarang Dibalik Layar Acara Semarang Night Carnival 2018

Gambar
[ Artikel 22#, kategori event ] Ketika masyarakat terus mengerubungi kawasan jalan Pemuda, lokasi Semarang Night Carnival , bloger undangan yang hadir dalam rangka Famtrip, dan semua orang yang terlibat dalam acara tahunan ini sedang bekerja keras untuk mensukseskan acara, saya sedang duduk di atas jembatan penyeberangan. Melihat sisi lain dari kemeriahan yang sudah dilakukan selama delapan tahun. Saya punya cerita yang gak enak. Selesai sudah peserta karnaval mengakhiri rute perjalanan mereka. Meski begitu, acara masih berlanjut dengan penampilan musisi tanah air yang sengaja dihadirkan guna memeriahkan, seperti God Bless dan Once. Nama terakhir kami tidak mengikuti performnya. Saya akhirnya bertemu dengan para bloger yang ikut menaikkan tagar SNC2018 menjadi nomor 1 Indonesia. Paling ingin saya temui adalah member bloger Asus yang beberapa minggu sebelum acara ini, kami sudah bertemu di Jakarta. Semacam menyambut tamu di rumah sendiri. Menyenangkan jadi bloger un...

Pertama Kali ke Sam Poo Kong Malam Hari

Gambar
[ Artikel 26#, kategori Semarang ] Semenjak saya tahu bahwa berkunjung ke Sam Poo Kong, salah satu tempat wisata Semarang, bisa dilakukan malam hari, semenjak itu saya terobsesi untuk berkunjung ke sana. Hari demi hari, bulan demi bulan, obsesi saya hanya sebuah wacana. Kapan saya bisa ke sana? Mungkin lewat postingan ini, tujuan saya tercapai. Minggu malam, 12 November 2017, kesempatan itu datang dengan balutan gerimis dan event Festival Kuliner. Saya sangat senang meski rencana ke sini ditemani gerimis setelah tiba. Hari ini saya tidak bersepeda seperti biasanya. Sempat bingung juga sebelum ke sini, kalau ingin maksimal di Sam Poo Kong, sebaiknya saya naik kendaraan via online saja. Saya memang tidak mau rugi meski akhirnya tetap bayar. Mulai dari driver Gojek hingga tiket masuk yang kemarin saat bayar sekitar 8 ribu rupiah. Ah biarlah, yang penting perasaan saya bahagia. Pikir saya. Setelah tiba di dalam, saya mengagumi suasana yang ada. Ditambah dikemas lewat acara...

Naik Bus Wisata Semarang Bareng Para Duta Wisata Semarang

Gambar
[ Artikel 62#, kategori aktivitas ] Akhirnya dapat kesempatan bagus juga buat naik bus wisata Semarang yang baru diluncurkan awal Oktober tahun ini. Ditambah, momennya juga yang sangat baik. Ada para duta wisata seperti Denok Kenang, Duta Museum dan beberapa lainnya. Sudah lihat bus wisata Semarang? Berawal dari ajakan via Twitter, saya berkesempatan bisa naik bus Wisata yang bertuliskan "Yuk muter-muter Semarang" hari Minggu siang (8/9). Ini kesempatan bagus buat saya, mengingat animo masyarakat yang mau naik sangat besar. Saking besarnya, ada yang nggak bisa naik. Ya, semenjak diluncurkan, untuk bisa naik bus ini terbilang sulit. Singkatnya, masyarakat yang mau naik harus pesan pagi-pagi. Jadwal bus yang hanya ada 4 kali berangkat muter-muter dalam sehari tidak dapat menampung jumlah masyarakat yang ingin naik. Plus, saat ini bus masih cuma ada 1 saja. Kapan bloger Semarang naik bus wisata bareng-bareng? Saya jadi tidak enak ketika membagi-bagikan statu...

Berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Mas

Gambar
[ Artikel 53#, kategori aktivitas ] Kali ini bukan dalam rangka tugas sebagai bloger dotsemarang. Saya diminta tolong untuk mewakili semacam perwakilan yang kantornya dari Jakarta untuk mengabadikan momen acara kerjasama antara Pelindo III dan BNI yang meluncurkan kartu bernama E-Port.  Ini adalah kali kedua saya diminta bantuin dari Jakarta untuk mengambil gambar sebuah acara. Dan syukurlah, ada kamera profesional yang bisa dipinjam. Kebenaran nggak dibawa pemiliknya. Saya sebenarnya ingin mengandalkan kamera Smartphone, mengingat cuma itu saja andalan saya. Pertama kali mencoba fasilitas baru  Rabu (2/8), saya sangat gembira sekali bisa mencoba terminal keberangkatan pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini yang sudah direnovasi semenjak Juli 2016 lalu. Katanya mirip fasilitas yang ada di bandara. Untuk menuju ke sini, saya tidak bersepeda. Namun menggunakan transportasi online, Gojek. Saya tahu kalau acara ini dihadiri orang-orang besar (jabatan) dan saya me...

Pertama Kali Mengunjungi ADA Setiabudi Semarang

Gambar
[ Artikel 23#, kategori Semarang ] Saya tidak menyangka lamanya tinggal di Semarang, baru kali ini berkunjung ke ADA Setiabudi yang merupakan salah satu Swalayan yang ada di Semarang dengan banyak cabang. Ada beberapa faktor sebenarnya, mengapa saya baru menginjakkan kaki di sana. Akhir pekan kemarin, saya punya kesempatan untuk melihat isi dalam swalayan yang berada di daerah Semarang atas ini. Kebenaran ini berhubungan dengan dotsemarang yang mendapat pekerjaan sebagai buzzer untuk sebuah event. Tak perlu saya ceritakan jika kamu mengikuti media sosial dotsemarang . Dalam perjalanan dengan bis Trans dari halte Simpang Lima, saya sedikit cemas. Nunggu bis arah Semarang atas lumayan memakan waktu. Saya berharap tidak terlambat, karena waktu tiba di sana harus maksimal jam 2 siang. Sedangkan jam di Smartphone saya sudah menunjukkan jam 1.30 siang. Akhirnya saya tiba, meski sedikit terlambat. Beberapa rekan bloger sudah berada di lokasi acara dan bahkan ada yang sudah pu...

[Aktivitas] Berkunjung ke Kampung Pelangi Semarang

Gambar
[ Artikel 50#, kategori aktivitas ] Di Semarang, beberapa bulan terakhir, ada Kampung yang sedang ramai dibicarakan. Bukan hanya ngehits di Instagram dan media sosial lainnya, tapi juga banyak dibicarakan di media-media Internasional. Sebagai bloger dan orang yang tinggal di Semarang, tentu ini santapan lezat buat konten blog. Tapi mengapa baru sekarang saya berkunjung? Minggu pagi (9/7), saya akhirnya berkunjung ke Kampung Pelangi yang berada tak jauh dari kawasan Tugu Muda. Karna lokasinya yang berdekatan, Kampung yang sebelum terkenal saat ini lebih dikenal Wonosari atau Brintik, Kampung Pelangi sangat laris dikunjungi pagi ini. Alasan saya baru berkunjung setelah benar-benar ramai dibicarakan saat ini lebih karna Instagram benar-benar mengalahkan blog dari segi konten. Begitu cepat, sampai-sampai Twitter yang dulunya populer dengan kecepatannya mampu disalip Instagram.  Selain itu, Kampung Pelangi merupakan sebuah proyek pemerintah yang menggunakan alokasi dana...

[Aktivitas] Berkunjung ke Transmart Semarang

Gambar
[ Artikel 48#, kategori aktivitas ] Sepekan belakangan, saya sepertinya hobi naik Bus Trans Semarang. Setelah dari Tempat Wisata, kini saya mencoba mengunjungi destinasi baru yang menjadi daya tarik masyarakat selama lebaran, bukan tempat wisata atau tempat ngehits, melainkan Transmart Semarang.  Halaman ini berisi video pendek perjalanan saya. Menyenangkan sebenarnya menggunakan moda transportasi umum ini selain tarifnya murah. Namun kekurangannya adalah kita harus berganti rute dengan bus lain untuk menuju lokasi berikutnya. Dan pergi ke Semarang atas, merupakan kali pertama dengan bus Trans yang berwarna merah ini. Saya sudah mengakumulasi waktu, apalagi hari Minggu ini (2/7), dimana sedang ramainya masyarakat libur lebaran. Kalau beruntung, saya bisa dapat tempat duduk di dalam bus yang berAC. Tapi kali ini, terpaksa saya harus berdiri. Bahkan sampai berganti bus di halte Balaikota hingga halte Setiabudi. Melelahkan? Saya harap bisa berkata demikian. Semena...