[Aktivitas] Berkunjung ke Transmart Semarang


[Artikel 48#, kategori aktivitas] Sepekan belakangan, saya sepertinya hobi naik Bus Trans Semarang. Setelah dari Tempat Wisata, kini saya mencoba mengunjungi destinasi baru yang menjadi daya tarik masyarakat selama lebaran, bukan tempat wisata atau tempat ngehits, melainkan Transmart Semarang. 

Halaman ini berisi video pendek perjalanan saya. Menyenangkan sebenarnya menggunakan moda transportasi umum ini selain tarifnya murah. Namun kekurangannya adalah kita harus berganti rute dengan bus lain untuk menuju lokasi berikutnya. Dan pergi ke Semarang atas, merupakan kali pertama dengan bus Trans yang berwarna merah ini.

Saya sudah mengakumulasi waktu, apalagi hari Minggu ini (2/7), dimana sedang ramainya masyarakat libur lebaran. Kalau beruntung, saya bisa dapat tempat duduk di dalam bus yang berAC. Tapi kali ini, terpaksa saya harus berdiri. Bahkan sampai berganti bus di halte Balaikota hingga halte Setiabudi. Melelahkan? Saya harap bisa berkata demikian.


Semenarik apa?

Tujuan utama saya berkunjung tak lain tak bukan adalah karna aktivitas blogging saya saja sebenarnya. Kalau tidak merasakan langsung, dan hanya membaca, itu semacam dosa besar. Maka yang membedakan tulisan bloger sebenarnya dan bloger yang punya pengalaman adalah cara mereka menyajikan konten.

Sampai di sana, suasana sangat ramai. Imajinasi saya mengatakan bahwa kini masyarakat yang tinggal di Semarang atas rasanya tak perlu harus sampai ke bawah, mengingat semua hiburan dan kebutuhan ada di sini. Mau nonton bioskop, ada. Mau belanja, ada. Mau bermain, juga ada. Dan ada semua.

Selain mendapatkan pengalaman berkunjung ke Transmart itu sendiri, saya ingin melihat seperti apa bioskop yang ada di sini. Bioskop milik jaringan Cinema XXI ini merupakan bioskop keenam yang ada di Semarang.

Lalu, tentu saja adanya Trans Studio Mini Semarang. Mungkin ini jawaban sementara tentang belum jadinya Trans Studio yang sempat ramai dibicarakan dan menjadi polemik karna masih banyak yang kurang setuju soal lokasi.

Masuk Trans Studio Mini yang berada di lantai paling atas Trans Semarang ini gratis rupanya. Berbeda dengan saat saya masuk Trans Studio Bandung yang dikenakan biaya 200 ribu (Itu sudah lama sekali).

Melihat ramainya pengunjung ke sini, membuat pikiran saya melayang membayangkan wahana lain yang ada di Semarang bawah. Ini akan jadi perang tarif, mengingat Trans Studio tentu lebih punya daya pikat sendiri meski wahana lain pun kurang lebih sama.

Postingan tentang Transmart Semarang sudah saya publish di blog dotsemarang, atau klik di sini. Saya rasa tulisan di sana tidak begitu detail seperti di sini. Saya hanya melihat di blog dotsemarang bahwa seperti itu saja saat ini.


...

Mungkin ada yang belum mengetahui istilah ini, Semarang atas dan bawah. Semarang bawah bisa dikatakan Semarang sebenarnya karna itu merupakan pusatnya ibukota Jawa Tengah. Makanya saya sangat sedikit menulis tentang Semarang atas yang identik dengan Kabupaten Semarang.

Kultur geografis Semarang memang menarik. Ini karna Semarang terdiri dari dataran rendah, tinggi dan lautan. Bila berada di Semarang atas, kita bisa melihat lautan yang memisahkan daratan Semarang.

Hadirnya Transmart Semarang sepertinya menjadi angin segar bagi warga khususnya daerah atas dan sekitar. Karena masih baru, euforianya masih ramai. Bagaimana denganmu, sudah mencobanya?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wah, Tri Luncurkan Paket Sahur Alias Paket Malam yang Aduhai