Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Selamat Datang Romelu Lukaku di Manchester United
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 11#, kategori MU] Kabar baik datang Selasa dini hari saat saya terbangun pagi ini. Lukaku, pemain yang berkebangsaan Belgia ini resmi dimiliki klub Setan Merah atau MU. Lukaku akan menggunakan nomor 9, yang sebelumnya digunakan Ibrahimovic. Selamat datang di keluarga MU, Romelu Lukaku.
Senin tanggal 10 Juli, Lukaku dipastikan berseragam MU. Ini kabar baik ditengah spekulasi transfer pemain yang mengalahkan cerita Drama Korea. Meski sebenarnya saya masih berharap Morata yang datang ke MU.
Kedatangannya yang disambut suka cita timeline Twitter, juga harus dibarengi rasa sedih saat mengetahui kapten kami (MU) harus pulang kampung ke klub asalnya, yaitu Everton. Kapten yang sudah membela MU sejak umur 19 tahun ini dan berseragam MU selama 13 tahun, saya harap bisa melihatnya bahagia di sana. Terima kasih Rooney. Kami sedih mendengarnya tapi kami sangat bangga.
Lukaku pengganti Ibra
Dengan tinggi 1,91 m dan berat 94 kg, Lukaku dipastikan menjadi pemain yang diplot menggantikan Ibra yang terpaksa dilepas karna masalah cedera. Cederanya bakal pulih Januari 2018, mau tidak mau, kami harus menerimanya demi kompetisi baru yang siap berjalan musim ini.
Beberapa media yang sudah merilis berita kepindahan Lukaku sebagian masih sulit memprediksi harga transfer sebenarnya. Meski ada juga yang mengatakan harga Lukaku sekitar 75 juta pound.
Menariknya, tes medis yang dilakukan Lukaku berada di California, Amerika Serikat. Yang artinya mantan pemain Everton ini dipastikan bergabung dengan skuad MU untuk menjalani tour di sana. Saya sudah tidak sabar menanti pertandingan mereka. Jadwal MU Tour bisa dilihat di sini.
Selama berkostum Everton, Lukaku mencetak 87 gol dan 29 assist selama 166 penampilan. Sedangkan musim lalu, Lukaku mencetak 25 gol dalam 37 laganya di Premier League. Ini tentu sangat mengesankan bagi pelatih, tim, dan kami, para pendukung MU.
Selain menjadi pengganti Ibra, ada yang banyak cerita menarik dengan kedatangan pemain yang pernah bermain untuk Chelsea ini. Ya, Lukaku akan bereuni dengan pelatih, dan juga Mata. Sosok Mourinho yang disebut sebagai aktor kegagalan Lukaku, apakah ini akan berdampak buruk.
Tapi dengar-dengar, pelatih berkomentar bahwa Lukaku sekarang sudah berbeda dan lebih dewasa. Semoga saja dan selalu mendukung pelatih.
First of all i want to thank God for this opportunity. Delighted and blessed to be part of the greatest club in the world @ManUtdpic.twitter.com/dWrQjHkH5a
— R.Lukaku Bolingoli10 (@RomeluLukaku9) 10 Juli 2017
...
Mari menunggu kabar transfer berikutnya. Semoga ada kejutan lagi, mengingat baru 2 pemain yang dibeli secara resmi oleh Manchester United
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 32#, kategori keluarga ] Hujan mengguyur Kota Semarang seharian penuh hari ini, Rabu (22/4). Bagi sebagian orang, rintik air yang jatuh mungkin terasa menenangkan, namun bagi saya, ada trauma kecil yang menyelinap setiap kali langit mulai mendung. Benar saja, hujan kali ini kembali membawa pesan yang selama ini paling saya hindari: kabar duka. Suara dering telepon yang belakangan ini sering membuat saya waswas tiba-tiba memecah keheningan. Di layar ponsel, terpampang nama Bapak. Begitu tombol terima saya tekan, terdengar suara yang sangat familiar sedang bertanya tentang cara melakukan panggilan video. Tak lama, sambungan berganti menjadi video call . Melihat wajah Bapak dengan peci putihnya, perasaan saya mulai tidak enak. Jarang sekali beliau meminta panggilan video jika tidak ada hal yang sangat mendesak. Benar saja, dengan nada suara yang berusaha tenang, Bapak mengabarkan bahwa adik bungsunya—paman saya—telah meninggal dunia. Kalimat Innalillahi meluncur begitu saja. Sa...
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Komentar
Posting Komentar