Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kena Suspend Twitter, Hati-hati Nyebarin Konten Ini


[Artikel 6#, kategori Twitter] Hari ini dapat surat cinta dari Twitter via email. Isinya bikin degdegan. Saya diperingatkan untuk tidak menyiarkan konten yang sensitif. Dan ketika saya baca surat tersebut, ternyata benar saja. Beberapa hari kemarin saya menyiarkan adu pinalti antara Portugal vs Chile. Duh, ada - ada saja.

Saya pikir ini akan berdampak pada akun Twitter saya, ternyata bukan. Akun yang dipermasalahkan adalah akun Periscope. Saat saya cek Periscope, memang benar saya tidak dapat mengakses alias membuka akun tersebut. Setelah sedikit mengutak - atik, akun saya kembali. Tapi. 

Ada tapinya nih. Semua upload video saya di sana hilang semua. Wah, saya kapok kalau begini. Ini jadi sebuah ungkapan bahwa orang baik itu memang sulit. Ya, pasti. Apalagi bicara hak cipta. Begini rasanya kena suspend, tapi untungnya akun saya sudah kembali.

Dalam email yang dikirimkan, FIFA lewat kuasa hukumnya memang mengirimkan sesuatu yang mengerikan dari kacamata hukum. Saya sampai kehabisan kata - kata untuk menggambarkan hal tersebut. *Setelah diterjemahkan pakai google translate.

Mungkin ini adalah pelajaran berharga yang saya dapat di awal Juli ini untuk tidak melakukan hal konyol meski tujuannya baik. Baik buat diri sendiri tapi belum tentu buat orang lain.

Kamu yang suka ingin berbagi, harus hati - hati tentunya. Jangan sampai, nasibnya seperti saya. Dapat email cinta. Dan kamu harus hati-hati terhadap konten yang berhubungan dengan pertandingan sepakbola, apalagi resmi dari FIFA. Jangan siarin secara live deh. Apes nanti. Siarin yang lain aja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini