Postingan

Menampilkan postingan dengan label Media Sosial

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Aktif di Timeline, Tapi Malas Balas DM

Gambar
[ Artikel 43#, kategori wanita ] Akhir-akhir ini di media sosial, khususnya X , saya menemukan hal unik terkait pengguna perempuan. Pengalamannya akan berbeda, jadi anggap ini hanya sebagai informasi saja. Tidak perlu menuduh atau berpikir buruk. Tertarik, mari lanjut. Pernah dengar akun di X dengan user name menfees? Akun ini banyak digunakan untuk menyamarkan pengguna aslinya dengan tujuan menarik banyak perhatian.  Salah satu yang menarik saya untuk ikut berinteraksi adalah postingan mengajak DM-an atau berkirim pesan via DM. Tentu, saya bukan satu-satunya pengguna pria yang tertarik. Singkat cerita, saya akhirnya menemukan pengguna dibalik postingan menfess tersebut karena jumlah followers di X saya bertambah satu.  Etdah, akunnya memang perempuan dan ternyata itu pun masih pakai akun kedua. Bukan akun asli. Yaelah, gini banget era sekarang. Komunikasi Karena pengguna tersebut hanya mem-follow tapi tidak berinteraksi, mau tidak mau saya lah yang berinisiatif mengetuk ...

[TikTok] Menggiring Positif, Malah Jadinya Kembali Negatif

Gambar
[ Artikel #21, kategori Media Sosial ] Semenjak terinspirasi dengan pemasaran, saya menjadikan saluran media sosial sebagai alat untuk menarik perhatian. Tidak terkecuali TikTok yang punya ladang pemirsa dengan segmen umur 14-22 tahun. Mereka adalah generasi Z. Beberapa kali saya bicara dengan orang-orang pemasaran, seperti hotel. Kesan negatif yang terekam dalam pikiran mereka memang sudah tertanam jauh saat aplikasi ini hadir awal-awal. Saya berusaha keras untuk meyakinkan mereka meski akhirnya ditolak mentah-mentah. Orang-orang pemasar memang butuh banyak informasi agar mereka mengerti keadaannya yang dulu dan sekarang sudah berbeda. Bermaksud menggiring lebih baik Januari 2020, TikTok mendadak buming kembali. Orang-orang banyak membicarakannya dan akhirnya memutuskan membuat.  Saya adalah orang yang cukup senang dengan melihat pertumbuhan ini disekitar. Apalagi jumlah pengguna TikTok yang terus mengerjar Facebook dan memepet Istagram. Cukup bagus untuk ...

Tsunami Content

Gambar
[ Artikel #20, kategori Media Sosial ] Tahun 2019 ini, semua orang rasanya menjadi penyebar informasi. Bahkan, lembaga-lembaga pemerintahan juga melakukannya. Satu sisi ini menjadi jembatan yang menghubungkan satu sama lain. Namun sisi lain, berdampak pada kurangnya minat terhadap mereka yang sudah berjalan sejak dulu. Istilah 'Tsunami Content' yang saya gunakan ini saya ambil dari majalah Mix.co.id pada bulan Juli 2019 dengan artikelnya yang membahas Tips Indra Menghadapi Tsunami Content . Menjadi lebih baik Bagi saya, melihat fenomena ini yang datang dari lembaga pemerintahan tentu saja itu baik. Setahun ini di Semarang, dinas-dinas pemerintah Kota sangat luar biasa mengelola informasi yang disebarkan lewat media sosial.  Tak heran, semua aplikasi digunakan dan bahkan arahnya menjadi media sendiri dengan konten yang dijual Kota Semarang. Ketika semua dinas membuat akun, harapannya tentu saja masyarakat mendapatkan informasi langsung dari akun resmi. ...

Semakin Kreatif Menggunakan Media Sosial, Jenjang Karir Pun Meningkat

Gambar
Ada kabar baik dari saudara saya yang bisa dijadikan motivasi untuk kamu atau kalian. Khususnya para pekerja yang berada di perusahaan atau semacamnya. Baginya menjadi dirinya dalam menjalani tugasnya, membuatnya bahagia.  Saya senang dan turut bahagia dengan pencapaian yang diraih hari ini. Setiap Dia bercerita kepada saya, ia sedang mempertimbangkan dan mendapatkan dukungan dalam mengambil keputusan. Dari sisi pengalaman, tentu saja saya tidak dapat memberi masukan banyak. Terkait pekerjaan, mengingat saya bekerja sendiri. Namun dalam hal pengembangan konten, saya punya banyak hal untuk bisa didiskusikan. Mengulik media sosial dengan sisi kreatif Saya tahu bekerja itu tidaklah mudah. Banyak target yang harus dicapai dan menghormati beragam aturan dari tempat yang memberi gaji tiap bulan. Namun bukan berarti kita bisa tunduk dan menjadi manusia biasa yang ikut tenggelam di sana. Seseorang dapat mengembangkan diri untuk lebih kreatif. Satu-satunya mendapatk...

Media Sosial Pemkot Semarang Semakin Kreatif

Gambar
[ Artikel 18#, kategori media sosial ] Semakin ke sini, saya seperti kehilangan jalur yang sudah dibuat bertahun-tahun. Apakah jalan kami akan semakin berbeda karena semua sudah memahami era sekarang (medsos). Atau masih ada kesempatan yang membuat kami tetap bersama. Saya sedang tidak mengkritik. Saya malah memuji dari apa yang saya pantau selama ini. Pemerintah Kota semarang bagian yang mengurusin media sosial menurut saya semakin kreatif dan sukses menghadirkan konten-konten yang keren, seperti di Instagram, Youtube dan lainnya. Tak sekedar menarik, tapi tahu cara mengemas dan menyajikannya secara efik.  Saya benar-benar kalah kelas untuk urusan ini (ngemas dan menyajikan). Entah sejak kapan saya tertinggal jauh. Padahal visi mengenalkan Semarang lewat Internet yang dilakukan dotsemarang masih saya pegang erat. Tidak butuh bloger Seiring waktu berjalan, bloger di Kota Semarang semakin banyak yang baru. Bahkan sekelas pencari berita resmi juga memiliki bl...

Sales Menjadi Admin Instagram

Gambar
Bahwa benar, untuk mengurusi sebuah akun media sosial sebuah perusahaan, dibutuhkan seorang yang ahli. Setidaknya, memahami. Kalau cuma mengerti dan tahu, anak Sekolah juga bisa lebih baik dalam update konten di media sosial, seperti Instagram. Saya tertarik dengan pemandangan yang saya temukan di Instagram, sebuah hotel. Awalnya saya hanya ingin datang dan mengambil jepretan dari sana.  Setelah berhasil melobi admin hotel tersebut, beberapa hari kemudian, saya sudah bertemu dengan bagian pemasar hotel tersebut. Saya senang atas sambutan dan kami bicara panjang lebar. Penting Admin yang memahami media sosial Saya mendengarkan, lalu memberi pendapat tentang Instagram yang dikelola oleh mereka. Untuk usia akun 2 tahun terakhir yang dikelola dengan  serius,  melihat jumlah followers-nya dari sisi itu, saya melihat kurang keren. Saya tidak bermaksud buruk bahwa ada yang salah dengan admin tapi dengan rentang waktu 2 tahun, seharusnya sudah melebihi harapa...

Di Era Media Sosial, Konten adalah

Gambar
[ Artikel 16#, kategori media sosial ] Konten adalah? Saya tak bicara tentang pengertiannya di halaman yang kamu baca ini. Tentu saja, apa yang kamu bagikan di media sosial, mulai dari gambar, teks, suara dan video itu disebut konten. Tapi saya bicara hal lain tentang konten itu sendiri. Saat ini, saya memikirkan tentang perbedaan konten dulu dan sekarang dari apa yang saya lakukan. Dulu, saya harus mencari konten dengan prinsip asli atau original. Apalagi label sebagai bloger, pengalaman adalah kunci bagaimana konten dibuat. Namun sekarang, konten benar-benar seperti sampah bertebaran di mana-mana. Sangat banyak diproduksi tanpa perlu dicari-cari setengah mati. Meski ada sebagian konten yang tetap harus dicari dengan sangat kerja keras. Pertanyaannya adalah banyaknya konten yang bertebaran tersebut, apakah cuma dibiarkan begitu saja. Memang bloger butuh user experience, namun saat mereka memiliki keterbatasan, di sinilah peran konten yang tersebar acak itu bisa dimanf...

Manajemen Media Sosial, Sangat Penting dan Itu Butuh Kerja Keras dan Cerdas

Gambar
[ Artikel 15#, kategori media sosial ] Ketika bicara media sosial dalam hubungannya sebuah pekerjaan, maka sangat diperlukan aktivitas manajemen di sana. Karna tanpa manajemen yang baik, media sosial yang dikelola bakal sulit mengalami kemajuan. Makanya tidak heran, ada perusahaan yang memperkerjakan manajer media sosial dengan gaji yang menggiurkan.  Apakah bahasa saya di atas terlalu sulit dimengerti? Mungkin iya, saya saja sampai bingung sendiri membacanya. Apalagi buat kamu yang hanya memanfaatkan media sosial untuk eksistensi diri dan sekedar berbagi.  Mengatur jadwal Buat apa kita mengatur jadwal, terutama jadwal tayang postingan seperti Twitter atau Facebook. Buat yang bekerja dengan memanfaatkan media sosial, ini sangat penting. Tanpa manajemen, media sosial yang dikelola bakal tidak berjalan baik. Kecuali kamu adalah artis atau publik figur yang sekali tweet langsung disamber. Bagi organisasi, pekerja di depan komputer, perusahaan dan instansi, me...

Berharap Melupakan Mantan Tetapi Tetap Berteman di Instagram (Media Sosial)

Gambar
[ Artikel 14#, kategori Media Sosial ] 1 berbanding 10 pria , maka saya adalah orang paling buruk menyikapi persoalan mantan. Katanya sebagai manusia silaturahmi itu penting. Mengapa saat kita putus, silaturahmi tidak mau. Meski di media sosial masih berteman dan selalu melihat semua apa yang dibagikan si mantan. Kalau begini jadinya, bagaimana mau lepas dari mantan. Saya tidak bicara bagaimana saya adalah pria yang termasuk belum move on. Bukan - bukan. Dan melihat mantan sudah update dengan gebetan baru dan bahkan sudah siap menikah. Nangis dipojokan . Tulisan ini tiba - tiba terlintas begitu saja dan membuka perasaan saya tentang kisah saya yang dulunya begitu bahagia. Sebagai pria, saya merasakan momen bodoh saat berani memutuskan hubungan tapi kemudian merasa sedih. Beberapa bulan, tahun, saya sendiri yang memakan akibatnya. Malam minggu seolah hanya untuk menonton siaran sepakbola saja. Sebagai kekasih, saya juga ingin berharap menjadi yang terbaik. Tapi tetap sa...

Selain Update Blog, Ini yang dilakukan Bloger

Gambar
[ Artikel 70#, kategori blogger ] Menjadi bloger itu mudah, tentu begitu faktanya. Karena hanya mengupdate blognya kemudian sudah. Sama seperti kamu mengupdate postingan di media sosial semacam Twitter dan lainnya. Tidak butuh waktu lama, bukan? Tapi mengapa bagi sebagian orang yang mengaku bloger terkadang ngeblog aja seperti tidak ada waktu? Saya ingin menceritakan sisi lain bloger dari diri saya sendiri, silahkan disimak.

Dulu, Informasi Sangat Mahal

Gambar
[ Artikel #12, kategori Media Sosial ] Saya berhenti pada satu halaman website yang menarik untuk dibaca. Isinya tentang informasi. Ya, tentang informasi. Dulu, sebuah informasi sangat mahal layaknya barang atau jasa. Apalagi bila berhubungan dengan intelejen, duh berat pembahasan. Tenang dulu, ini santai kok.

Wah, Buzzer Akan Dikenai Pajak!

Gambar
[ Ini adalah artikel ke-11 kategori media sosial ] Padahal belum juga sukses menjadi buzzer, ini malah dapat kabar Ditjen Pajak akan mengejar pajak pemilik akun yang menjual jasa atau barang di media sosial dan pemilik akun yang mendapat penghasilan dengan mempromosikan produk tertentu.

5 Cara Berbagi yang Menginspirasi Lewat Twitter

Gambar
[ Ini adalah artikel ke-3 kategori Twitter ] Banyak cara bermain twitter yang mengasyikkan selain berbagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah tweet-tweet yang menginspirasi. Lalu, seperti apa kicauan yang menginspirasi untuk dibagi.

Ini 4 Alasan Pria Jarang Posting Tentang Hubungan di Media Sosial

Gambar
[ Ini adalah artikel ke-30 kategori priaseksi ] Kebingunan saya akhirnya terjawab saat dulu, pasangan (mantan) selalu ngambek dan marah nggak jelas. Doi tahu saya adalah pria yang aktif di socmed. Tapi mengapa, katanya saya tidak pernah menunjukkan hubungan kami saat aktif di socmed. Ada pria yang mengalami hal seperti saya dulunya.

Mengenal Pekerjaan yang Bernama Community Manager dan Social Media Manager

Gambar
Tiba-tiba saja saya tertarik dengan Community Manager dan Social Media Manager saat melihat timeline beberapa hari lalu. Dan kebetulan juga, usai menonton film Ada Apa Dengan Cinta 2 , saya melihat Manajer Media Sosial. Sesuatu yang sebenarnya sudah basi buat orang-orang yang bekerja di agency, tapi masih cukup menarik untuk saya ketahui.

Bahkan, Klub-klub Liga Inggris Memantau Pemain yang Diburunya Lewat Media Sosial

Gambar
Masih bilang media sosial nggak penting? Penting di sini mungkin tentang apa yang kita sebarkan, kalau positif dan menginspirasi sih, nggak masalah. Tapi kalau negatif mulu, sepertinya perlu dipertimbangkan.

Pengguna Twitter Generasi Tua?

Gambar
Meski disatu sisi Twitter sangat dimanfaatkan berbagai brand, dan lembaga, termasuk memanfaatkan jasa blogger setiap acara , microblogging dengan logo burung biru ini tahun ini seolah dianggap yang menggunakan hanya generasi tua. Saya kok jadi gimana gitu? Penasaran juga untuk menggali konten ini.

Pengalaman Menggunakan Periscope di Sebuah Event

Gambar
Gara-gara sebuah kalimat yang terpublish di sebuah situs berita, saya jadi termotivasi sendiri. Masa sih, jaringan 4G hanya digunakan buat Fb saja. Duh payah nih, pikir saya. Mumpung kuota masih banyak, kenapa nggak gunain buat live streaming video Periscope saja.

Manfaat Membangun Reputasi Online

Gambar
Sebentar lagi tahun 2016, seperti apa nantinya semua orang masih menebak-nebak. Bagi mereka yang sudah merencanakan, tentu tinggal menjalankan. Apakah tahun 2016 nantinya teknologi semakin 'wah'? Apakah kita siap menghadapinya? Coba saya pikir dulu.

10 Juni Diperingati Hari Media Sosial??

Gambar
[ Artikel 3#, kategori media sosial ] Tidak ngeh sebenarnya apakah ada hari media sosial atau tidak? Dan tujuannya apa? Namun bila harus ada pun ini setidaknya merupakan kabar baik. Seperti hari blogger Nasional, apakah hari media sosial juga sebagai sesuatu yang menarik? Informasi ini saya dapatkan pertama kali di linimasa twitter. Akun yang saya follow tentang marketing mentweet berseri bahwa ada hari media sosial pada tanggal 10 Juni. Rasa penasaran tentu membuat saya ingin mencari tahu. Laman google memberitahu ada 2 website yang menjelaskan tentang lahirnya hari media sosial. Handi Irawan, sang Pencetus Wajah beliau ternyata tak asing rupanya. Saya sering melihatnya di majalah Marketing dan merupakan founder dari majalah tersebut. Menurut situs digita.co.id , Hari Media Sosial di Indonesia diperingati setiap tanggal 10 Juni dan dicetuskan oleh Handi Irawan D. pada tahun 2015. Pada hari ini, setiap masyarakat umum atau pelaku usaha dapat menyampaikan berbagai ...