Mengenal Pekerjaan yang Bernama Community Manager dan Social Media Manager


Tiba-tiba saja saya tertarik dengan Community Manager dan Social Media Manager saat melihat timeline beberapa hari lalu. Dan kebetulan juga, usai menonton film Ada Apa Dengan Cinta 2, saya melihat Manajer Media Sosial. Sesuatu yang sebenarnya sudah basi buat orang-orang yang bekerja di agency, tapi masih cukup menarik untuk saya ketahui.

Satu situs akan jadi referensi saya dipostingan ini. Artikel ini sangat menarik bila melihat apa yang terjadi di lapangan (baca kenyataan) yang saya temui di Semarang. Memang sebagian sudah paham, tapi sebagian lagi ada yang masih juga harus diberi masukan.

Pengertian & perbedaan

Social Media Manager secara khusus berfokus pada social media melalui posting dan penyebaran konten yang sesuai dengan tujuan branding dan pemasaran perusahaan, memantau dan membantu meningkatkan engagement di jaringan social media serta membuat laporan ROI berdasarkan perhitungan data tertentu. Social media manager biasanya membuat posting yang sesuai dengan tujuan pemasaran untuk mencapai target tertentu.

Community Manager bertugas untuk mendengarkan dan menanggapi pendapat pengguna, berperan sebagai duta sebuah brand dan juru bicara perusahaan kepada komunitas online. Di Indonesia sendiri, Community Manager lebih sering digunakan oleh perusahaan game, khususnya publisher game online. Saat ini, hampir semua publisher memiliki CM yang didominasi oleh kaum hawa, dengan anggapan hal ini dapat menarik minat gamer yang sebagian besar adalah lelaki tentunya.

Meski social media secara umum adalah bagian dari Humas, social media manager dan community manager masing-masing menggunakan ilmu tersebut dengan cara yang berbeda. Social media manager bertanggungjawab menyebarkan konten berkualitas yang diinginkan untuk tujuan pemasaran dan branding perusahaan dan juga menentukan letak demografi target yang sesuai. 

Sementara Community Manager memantau pembicaraan, berinteraksi dengan pengguna secara online dan bertugas sebagai customer-service jika diperlukan, menjadi juru bicara yang berfokus di forum online dan jaringan social media.

Singkatnya : Social media manager harus memiliki keahlian khusus pada jaringan social media dan konten yang dikelolanya, sedangkan Community manager harus memiliki keahlian untuk menangani orang yang berada dalam jaringan tersebut.

Ini sebuah pekerjaan

Semarang rutin tiap bulan selalu ada yang buat job fair. Bukan maksud saya sekedar bicara, tapi memang itulah kenyataanya. Menurut saya, Social Media Manager & Community Manager adalah pekerjaan yang sangat menarik di era sekarang.

Apalagi yang suka online dan berhubungan dengan media sosial, pekerjaan ini tambah menyenangkan. Saya sempat membaca dari sebuah majalah bahwa pekerjaan ini paling disukai, termasuk remaja yang mungkin cari tambahan uang saku. Nyambi lah maksudnya.

Beberapa media sosial yang ada pada perusahaan, lembaga, instansi (pendidikan atau sebagainya), hotel, restoran dan lainnya, banyak yang kurang fokus pada pekerjaan tersebut. Meski bagian humas, pekerjaan ini harus tetap dipisahkan dan dikelola dengan sangat baik.

Dibutuhkan oleh siapa?

Seperti yang saya sebut diatas, semuanya butuh. Termasuk perumahan yang ada disekitar rumah saya. Serba internet sekarang memang semuanya harus dipindahkan ke media sosial, termasuk promosi.

Masih ada yang belum melek sebenarnya. Memang, itu benar sekali. Tapi segmentasi sekarang yang didominasi remaja hingga dewasa semua sudah menggunakan internet. Bahkan, Presiden dan jajaran menterinya pun di negeri kita sudah menggunakan.

Seberapa penting?

Pekerjaan di atas memang punya kategori khusus, terutama yang mengandalkan promosi, hubungan interaksi, pemasar dan sebagainya. Jadi kalau dibuat untuk propaganda, nyebarin info yang bersifat pribadi, saya sarankan pikir dulu deh. Kecuali Anda adalah artis atau tokoh penting.

Saya melihat disekitar saya beberapa tempat makan kini sudah memanfaatkan promosi lewat media sosial. Tidak heran, promosi yang digunakan lewat spanduk sekarang ini tertera akun-akun medsos mereka.

Kenyataannya, akun-akun tersebut tidak terisi dengan baik. Semisal adapun juga tidak terformat dengan semestinya. Termasuk hubungan dengan komunitas, blogger, dan orang-orang yang berpengaruh di media sosial yang ada disekitar.

Ini sangat penting, menurut saya. Masa sudah ditaruh di spanduk, saat cek medsosnya malah gak ada isinya atau tidak nyambung. Jaman sekarang, semua ingin serba instan. Itu baru mau cek, bagaimana saat ditanya lewat medsos? Sudah adakah orang yang bersedia menjawab secara cepat?

...

Ketika anak komunikasi mengambil job ini, saya yakin mereka sudah paham. Setidaknya cara berkomunikasi dan menggunakan media sosial. Bila belum, waduh...

Saat menulis ini saya memikirkan adik saya yang paling bungsu. Ini bukannya sebuah pekerjaan yang bisa ia ambil sebenarnya, asal ia mau dan mengerti. Anak sekolah saja sudah tahu media sosial, pasti diatas setingkat anak sekolah lebih mengerti.

Beberapa orang disekitar saya juga bahkan masih bingung mencari pekerjaan. Padahal, pekerjaan seperti postingan yang saya buat ini sangat menarik. Bila perusahaan tidak tertarik, cobalah menarik perhatian mereka. Perlu kerja keras, sih. Mengingat pekerjaan ini belum pilihan dan punya resiko tinggi terutama soal pencitraan.

Semoga orang-orang yang belum mendapat pekerjaan membaca ini dan mencobanya. Saya sendiri tertarik karena pekerjaan sehari-hari memang di depan layar. Saya malah baru sadar dengan apa yang saya kerjakan hingga sekarang. Ternyata saya sudah melakukan semuanya dari dulu.

Sebagian besar (tidak semua) perusahaan membutuhkan 2 individu berbeda untuk menangani kedua profesi yang berbeda ini untuk dapat memanfaatkan social media semaksimal mungkin. Kedua profesi ini saling berhubungan dan membantu untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan.

Sumber asli klik di sini.

Artikel terkait :


Komentar

  1. Work From Home Positions Available Now!

    YES! Check out 1000s of companies hiring social media managers now!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nonton Film Pengabdi Setan