Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Media Sosial & Cinta] Review Film Like for Likes (2016)
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Film ini punya 4 cerita sebenarnya, tapi yang benar-benar dikisahkan dengan detail hanya 3 cerita. Film yang mengisahkan bagaimana sebuah hubungan terjalin dengan bumbu-bumbu media sosial sebagai penyambungnya.
Beberapa pemain sangat saya kenal banget terutama aktornya. Maklum, rasa bosan melanda yang membuat saya sering nonton film Korea. Tapi untuk aktrisnya malah nggak begitu kenal. Aih..saya benar-benar baru untuk menggemari film dari Korea ini.
Media sosial
Era media sosial sekarang ini benar-benar digandrungi masyarakat, maka tak heran lewat film Like for Likes berdurasi 2 jam ini, tren tersebut dimasukkan dan menjadi bagian penting bagaimana cerita ini dikisahkan.
Facebook dan Instagram sepertinya paling banyak dilihatkan beberapa bagian film ini. Semuanya memberi fungsi masing-masing untuk diceritakan. Seperti foto yang diunggah, bagaimana memanipulasi seseorang lewat foto dan berbagi tentunya.
Alur maju
Genre yang dibawa adalah drama romantis plus komedi. Tapi bagian komedinya nggak begitu banyak. Para pemain yang semuanya punya paras good looking sudah menutupi bagaimana kisah mereka yang berjalan maju.
Satu persatu dipertemukan. Ada 3 pria dan 3 wanita yang memiliki permasalahan sendiri. Dari waktu ke waktu, penonton seolah sudah diberitahu kemana jalannya cerita sebenarnya. Mudah ketebak tentunya.
Gambar : Google
Cerita
Like for Likes sendiri adalah film yang diproduksi tahun ini (2016). Masih seger banget rasanya untuk ditonton. Dengan bumbu asmara, ceritanya sebenarnya sudah sangat mudah ditebak. Tapi malah dibuat sulit. Semacam perjuangan untuk mendapatkannya.
Dimulai dari sebuah rumah makan, saya jadi ingat film seri soal tempat makan juga, ceritanya dimulai. Pemiliknya (Kim Joo-hyuk) merupakan pria paling senior dari kedua pria lainnya yang akan diceritakan.
Sebagai pemilik dan juru masak, ia bertemu dengan wanita cantik saat akan mengontrak sebuah rumah. Pertemuannya berlanjut hingga disaat ia naik pesawat dan si wanita (Choi Ji-woo) ternyata seorang pramugari. Persamaan keduanya adalah sama-sama single dan sudah berumur diatas 30 tahun.
Cerita kedua tentang pria ganteng dan pencipta lagu tapi memiliki kekurangan pada pendengaran. Pria ini (Ha-neul Kang) terkadang merasa minder untuk mendekati si wanita. Dan saya suka cerita bagian ini karena si wanita (Esom) yang lebih agresif.
Cerita ketiga adalah seorang artis yang dipuja-puja. Ternyata malah punya bayi dengan si penulisnya yang mengorbitkannya sebagai artis waktu dulu. Si pria (Yoo Ah In) benar-benar punya banyak masalah terutama tekanan batin apakah ingin karirnya lanjut atau mengakui bayi milik si wanita (Lee Mi-yeon). Ceritanya jadi pria muda jatuh cinta dengan wanita paruh baya.
Terakhir, meski tidak begitu banyak dieksplor, cerita si anak yang kangen dengan ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya adalah penyambung dari semua cerita di atas. Benang merah dalam bahasa review film biasanya.
Semua memiliki kadar konfliknya masing-masing. Bagaimana setiap permasalahan dapat diselesaikan adalah momen kesenangan sendiri bagi penonton.
Pada akhirnya, semua merasa bahagia setelah menyelesaikan satu persatu permasalahan. Cerita pria pertama, yang selalu menjodohkan wanita dengan dokter akhirnya mengakui bahwa ia menyukainya.
Begitu pun selanjutnya, pria yang punya masalah dengan pendengaran akhirnya berdamai dengan perasaannya sendiri. Terakhir, sang artis yang memilih menanggalkan kebanggaannya lebih memilih bayi dan wanitanya.
...
Bagaimana dengan si anak? Sudah dibilang, ceritanya sebagai pelengkap saja. Porsinya sedikit. Yang dapat dipetik dari film ini menurut saya adalah keberanian pria mengungkapkan perasaannya dan berjuang melawan kekurangannya.
Kadang ada wanita yang sudah agresif, pria kurang peka. Setelah mendapatkan dan pria malah jadi mundur, wanita terus memberikan harapan karena mengerti masalahnya.
Ya, perjuangan cinta pada akhirnya tetap pria yang harus pertama berusaha dan menanggalkan rasa takutnya yang berlebihan. Apakah ada yang takut ditolak? Nonton Streamingnya DI SINI.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 4#, kategori kopi ] Sebagai peminum kopi sachet yang berharap dapat harga lebih murah, saya tercengang bulan ini karena harganya naik. Dulu, saya bisa mendapatkannya hanya Rp6.500 saja. Sekarang? Harganya naik jadi Rp8.800. Beberapa tempat mungkin berbeda, bahkan lebih mahal. Kopi andalan dengan merek Nescafe Classic ini biasanya saya minum 2x sehari. Sekarang kudu mikir lagi. Nilai tukar rupiah melemah Saya sempat bertanya kepada pemilik warung kelontong di dekat tempat tinggal alasan harga kopi ini jadi naik harganya. Katanya itu dampak dari nilai tukar rupiah sedang melemah. Sebagai orang yang bukan dari kalangan ekonom, tentu saya tidak terlalu mengerti. Nilai rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat ternyata sangat berdampak dengan kondisi barang-barang yang jadi naik katanya. Nilai rupiah sekarang, saat tulisan ini saya posting , berada di angka 16 ribuan lebih untuk nilai 1 dollar-nya. Sepertinya itu tinggi sekali, bukan? Tidak ada ampas Ada banyak merek sebenarn...
[ Artikel 3#, kategori manajement ] Mendengar istilah split, pikiran saya tertuju pada fitur video editor yang sering digunakan untuk membuat potongan video. Namun kali ini sedikit berbeda. Istilah ini merujuk pada jadwal atau absensi karyawan, terutama tentang hotel. Tulisan ini bukan tentang pengalaman saya yang sedang bekerja di hotel. Bukan, bukan. Saya masih tetap seorang pemilik blog saja atau bloger. Istilah ini saya dengar dari Dia. Sistem shift Saya benar-benar tidak mengerti awalnya ketika dia bercerita dan menderita karena sistem shift ini. Sebagai anak trainee, ia sebenarnya juga bukan kali ini memiliki pengalaman seperti ini. Hanya saja, saya yang ikut mendengarnya merasakan betapa tidak menyenangkan ketika dia mendapatkan jam split dalam kurun waktu tertentu. Dan sekarang saya sudah mengerti. Dan mencoba memahami segala aktivitasnya ketika ia mendapat giliran jam kerja seperti ini. Dari blog exxotel.wordpress.com , saya menemukan durasi waktu untuk jam split sep...
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
sip, thanks gan atas review film romantis nya, cukup memberi informasi
BalasHapus