Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pria 32 tahun

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Masih Bersepeda di Umur 33 Tahun

Gambar
[ Artikel 8#, kategori Pria 32 Tahun ] Hal yang membuat nyaman di umur sekarang (32 tahun) adalah masih menjadi diri sendiri. Menikmati udara dan angin dalam satuan jarak yang juga ditemani suara kendaraan. Melaju pelan ke depan perlahan-lahan. Tanpa berpikir keringat sudah bercucuran. Selasa sore (7/5), setelah berhasil keluar dar jerat ketidaknyamanan karena sakit, akhirnya bisa menginjak pedal sepeda yang sudah menemani beberapa tahun. Mata tanpa sengaja memandang lengan yang biasanya tak begitu peduli. Tidak ada jam tangan di sana. Jam tangan yang dapat sedikit meninggikan kelas seorang pria dimata wanita. Apalagi merek mahal, nilai saya tentu lebih berharga. Roda terus berputar meski kendaraan lain terus melewati. Maklum saja, ini naik sepeda, pikir saya sambil memperhatikan perempuan ngegas mendahului saya. Tiba-tiba perasaan itu datang dengan gamblang yang membuat galau.  Sebagai pria, bagaimana bisa saya berkencan kalau terus bersepeda seperti ini. Kaos ...

Ketika Pasanganmu Minta Nikah?

Gambar
Kita nikah yuk, akhir tahun? Ajakan yang sebenarnya mudah untuk mengatakan iya, tapi ternyata sulit bila yang terjadi selama masih pacaran, si pacar terlalu dewasa setiap mengambil keputusan. Dikit-dikit putus. Dikit-dikit kesel, dan dikit-dikit pergi dari percakapan. Begini ya rasanya dilema pria yang akan menginjak umur 33 tahun. Dari segala hal, saya siap. Umur pastinya. Waktu sudah tidak dapat ditawar. Mau sampai kapan melihat pasangan suami istri muda di mal-mal sudah membawa anak dan saya berpikir masih mengulur waktu. Kendala  Jujur saya bukan orang kaya yang bergelimang harta dan pria baik yang peduli dengan keluarga. Sudah jarang pulang, saya juga jarang berkomunikasi. Saya ingin sekali menikahi seorang perempuan, terutama kekasih. Namun saya belum punya rasa percaya diri untuk melamar dengan kekuatan finasial saya saat ini. Menjadi bloger tidak seperti bayangan orang. Benar, rejeki akan datang setelah menikah. Pikiran itu memang hal baik, tapi ken...

Pria Membosankan

Gambar
[ Artikel 6#, kategori Pria 32 Tahun ] Kaitannya paling kuat adalah soal hubungan dengan pasangan. Apalagi menjalin hubungan dengan perempuan yang lebih muda dan tidak banyak pengalaman soal asmara. Pengen rasanya cuek dan mengabaikan, tapi kadang takut juga andai ditinggalkan. Ketika cinta bersemi, semua tampak lebih indah dari biasanya. Perlahan tapi pasti, waktu mengajarkan arti sebuah senyuman. Tidak peduli dewasa atau sedang menuju dewasa, cinta adalah anugerah yang terindah. Namun, ada kalanya waktu tidak berpihak pada kedewasaan. Aktivitas yang sudah diprogram untuk tepat waktu, konsisten, bertanggung jawab harus memilih, membahagiakan dia atau memilih idealisme. Sudah benar-benar sulit diubah kebiasaannya. Di saat itu, rasa bersalah menghantui. Apakah ini yang dinamakan pria membosankan? Diajak jalan, malah memberi alasan segudang. Dibilang rindu, seolah hari kemarin tidak terjadi apa-apa. Diminta waktu menemani, ada pekerjaan yang harus diselesaikan karena lama ...

Aku Jatuh Cinta, Tuk Kesekian Kali

Gambar
[ Artikel 5#, kategori Pria 32 Tahun ] Baru kali ini kurasakan, cinta sesungguhnya. Tak seperti dulu. Kali ini ada pengorbanan. Cinta bukan sekedar Kata-kata, indah. Cinta bukan sekedar buaian, belaian, peraduan.  Sepegal lirik dari lagu Dewa yang diambil dari album Bintang Lima yang dirilis tahun 2000-an sangat cocok dengan gambaran keadaan yang saya alami sekarang. Bagaimana rasanya kembali jatuh cinta, apalagi umur sekarang? Saya benar-benar bahagia. Meski saya tahu bahwa ini tidak akan mudah seperti saat saya muda. Saya berharap tetap mempertahankan hubungan ini. Banyak perbedaan dalam kisah ini. Terutama umur yang bakal membuat emosi naik turun. Mencintai itu memang menyakitkan #anime — Asmari (@ASMARIE_) 3 Februari 2019 Mari lanjutkan saja lirik lagu Dewa tersebut dalam video di bawah ini.  ... Saya ingin bercerita suatu saat tentang kisah kebetulan dalam satu lokasi yang akhirnya terhubung dikesempatan yang akan datang setela...

Tidak Terlibat Dengan Urusan Orang lain

Gambar
[ Artikel 4#, kategori pria 32 tahun ] Dulu mungkin atas nama pertemanan atau persahabatan, kita dapat bicara tentang hal-hal baik untuk membawa pikiran kita kepada mereka. Kami peduli, kami sayang, maka itu kami ingin memberi perhatian. Sekarang? Tidak. Di umur saya yang sekarang ini (32 tahun), melakukan hal itu hanya akan membuang waktu dan percuma. Perasaan itu sebenarnya ada (peduli), namun semua orang sudah dewasa (orang-orang disekitar). Mereka tahu mana yang benar dan salah. Fokus pada hal besar Terlihat egois memang dan rasa sepi yang dilihat orang lain. Padahal hidup dalam satu lingkungan, di mana pun dan saya tahu media sosial membantu memonitor semua aktivitas yang saya lakuin. Saya pernah berpikir tentang bagaimana saya andai berasal dari orang berada. Orang tua saya memiliki perusahaan atau hanya jabatan, namun dianggap sangat berharga. Tentu, saya tidak perlu repot memikirkan masa depan. Orang tua atau keluarga saya sudah membuka jalan kepada ana...

Berkencan dan Menikah adalah Kemewahan

Gambar
[ Artikel 3#, kategori pria 32 tahun ] Bagi spesies seperti saya, judul halaman ini benar-benar menggambarkan apa yang sedang saya alami sebagai pria berumur 32 tahun. Kalimat itu terinspirasi dari drama Korea. Apakah sudah sampai titik ini kehidupan asmara saya? Ternyata tidak mudah memproduksi cerita di umur sekarang. Terakhir saya menulis tentang kategori pria 32 tahun itu pada bulan Juli dan halaman ini merupakan yang ketiga. Sangat kehilangan ide meski saya sendiri yang menjalaninya. Kemewahan  Saya bukannya kehilangan krisis percaya diri terhadap lawan jenis atau berpikir tentang saya sebagai jomblo yang terlalu penakut mendekatin wanita. Sebaliknya, saya masih di dalam lingkaran para perempuan. Masih berbicara, bertemu dan bahkan makan malam di sebuah kafe yang baru buka. Ini masalahnya. Kecocokan memang masih menjadi pilihan untuk melangkah lebih jauh. Namun saya tetap mencoba dengan siapa saja tanpa memperdulikan apakah kami cocok atau tidak. Berkencan beg...

Sepi adalah Kemewahan

Gambar
[ Artikel 2#, kategori pria 32 tahun ] Begitu saya menganggapnya, sepi itu sebuah kemewahan. Saya bisa berbuat apa saja. Tidak peduli dengan apa yang terjadi di luar area saya. Saya benar-benar menikmatinya.  Jangan menganggap sepi itu negatif atau dihubungkan dengan dunia mistis. Ini lebih tentang menjalani hidup yang diinginkan. Jika kita terpengaruh, maka tulisan ini tidak berguna bila kamu mengatakan sepi itu membuatmu lelah dengan kehidupan. Saya saat ini sedang menikmati pria yang baru berumur 32 tahun. Pria yang sudah seharusnya memiliki pasangan dan bermain dengan putra atau putri yang berpegangan erat dengan seseorang yang mau mengabdi menjalani hidup bersama. Sayang, saya tidak seberuntung itu. Bukan menolak atau menjadi jomblo ngenes, saya sedang tidak berada di sana saja sekarang ini. Sepi adalah kemewahan Saya bebas melakukan apa saja. Nonton film, berselancar, istirahat, keluar sekedar jalan-jalan atau memasak apa saja yang dianggap bisa dimak...

Pria Kesepian

Gambar
Sepi bukan berarti depresi. Sepi juga bukan tentang kesedihan. Sepi adalah tentang melihat diri sendiri ditengah kerumunan dan hiruk pikuk serta kasih sayang yang melintas di depan mata. Apa yang diraih, diimpikan dan sudah dilakukan, bergunakah itu semua? Selamat datang pria kesepian yang menganggap waktu di dunia lebih cepat berjalan. Seperti biasa, pikiran saya begitu tajam saat bersepeda. Memikirkan segala yang sudah dilakukan dan pencapaian yang didapat, sungguh itu luar biasa. Masa muda (umur 30 tahun kebawah) memang mengasyikkan. Teman, persahabatan, orang yang disayang hingga pasangan, semua berada digenggaman.  Waktu itu benar-benar indah bila dipikir, sebelum berhenti mengayuh sepeda saat di lampu merah. Saya melihat diri saya sendiri sekarang, dibawah lampu jalanan yang terlihat hanya sebuah bayang-bayang pria kesepian. Ya, saya memang pria kesepian. Lembaran baru Saya berharap ada tangan yang menolong saya, seperti film anime dimana tokoh utama ...