Catatan

Pria Tidak Berdaya

Gambar
Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat.  Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...

⚽ Merayakan Satu Tahun Guambo FC: Mini Soccer, Keringat, dan Sepiring Tumpeng di Pinggir Lapangan

[Artikel 26#, kategori mini soccer] Bagi sebuah komunitas hobi, konsistensi adalah barang mewah. Menyatukan kepala, mencocokkan jadwal, hingga memastikan kuota pemain selalu terpenuhi setiap minggu itu bukan perkara gampang. Namun, Senin malam kemarin (29/6), Guambo FC membuktikan bahwa mereka berhasil melewati ujian konsistensi itu. Tidak terasa, sudah satu tahun penuh tim mini soccer ini rutin bergulir setiap Senin malam.

Sebagai tim yang konsisten meramaikan jagat sepak bola malam, perayaan 1st Anniversary Guambo FC kali ini terasa sangat "Indonesia banget". Kalau biasanya perayaan tim bola identik dengan pesta barbeque atau sekadar makan-makan di kafe, Guambo FC memilih jalan kearifan lokal yang sarat makna: membawa tumpeng ke lapangan!

Syukuran Sederhana di Sela Lapangan Hijau

Melihat tumpeng nasi kuning lengkap dengan lauk-pauk dan hiasan sayur yang estetik bertengger di atas meja pinggir lapangan mini soccer adalah pemandangan yang unik sekaligus hangat. Hebatnya lagi, pengurus internal tim tidak tanggung-tanggung dengan menyiapkan dua tumpeng sekaligus malam itu.

Sebelum peluit pertama ditiup atau mungkin di sela-sela rehat pertandingan, prosesi potong tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur. Bukan cuma soal merayakan angka satu tahun, tapi lebih kepada apresiasi atas kebersamaan yang terus terjaga. Di lapangan ini, semua penat setelah seharian bekerja luruh bersama keringat.

Kebersamaan yang Terus Menyala

Momen puncak tentu saja saat seluruh punggawa Guambo FC merapatkan barisan di tengah lapangan. Dengan membentangkan spanduk khusus bertuliskan "Guambo FC 1st Anniversary", senyum sumringah terpancar dari wajah-wajah yang siap (atau setelah) bertanding.

Foto bersama ini bukan sekadar dokumentasi digital untuk grup WhatsApp. Ini adalah bukti visual dari sebuah komitmen komunitas yang berhasil merawat ruang sehat di tengah kesibukan harian.

Malam itu ditutup dengan manis. Setidaknya, langit cerah menaungi lapangan, melengkapi kehangatan syukuran sederhana penuh keringat ini.

Selamat ulang tahun yang pertama, Guambo FC! Semoga makin solid, tendangan makin presisi, kuota Senin malam selalu penuh, dan yang paling penting: kebersamaannya tetap awet sampai tahun-tahun berikutnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga Kopi Sachet Nescafe Classic Naik ?