Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

⚽ Pulang Bawa Beras: Apresiasi Tak Terduga di Lapangan Hijau

[Artikel 40#, kategori Dibalik Layar] Momen selesai merumput biasanya hanya menyisakan peluh dan rasa lelah yang melegakan. Namun, ada yang berbeda saat saya hendak melangkah keluar lapangan kali ini, Senin malam (16/3). Tanpa disangka, panitia menghampiri dan menyerahkan satu karung beras kemasan 5 kg.

Ternyata, apresiasi hari ini tidak hanya tertuju pada para pencetak gol yang atraktif. Posisi penjaga gawang atau kiper pun turut mendapat perhatian. Sebuah gestur yang sangat saya hargai, apalagi di tengah situasi yang menuntut kita untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran bulanan.

Perasaan saya tentu sangat bahagia. Ini bukan sekadar soal nilai materinya, melainkan tentang momen langka di mana hobi yang ditekuni bisa menghasilkan prestasi yang sangat praktis bagi dapur di rumah. Rasanya seperti mendapat anugerah yang patut disyukuri; kapan lagi pulang bermain bola bisa menenteng beras berkualitas?

Bicara soal kualitas, beras pemberian ini kabarnya bukan sembarang produk. Katanya, ini jenis beras pulen yang jika dimasak akan menghasilkan tekstur lembut dan lunak. Sangat kontras jika dibandingkan dengan beras yang biasa saya konsumsi sehari-hari, beras SPHP. Meski bagi saya yang terpenting adalah manfaatnya, kehadiran beras istimewa ini jelas menjadi kemewahan tersendiri.

Terima kasih saya ucapkan kepada panitia Guambo FC (Senin). Apresiasi ini sangat berarti bagi para pemain, terutama bagi saya pribadi. Selain beras, beberapa paket camilan dan minuman energi juga turut melengkapi "buah tangan" dari lapangan hijau hari ini.

Momen ini ingin saya abadikan sebagai pengingat bahwa semesta selalu punya cara untuk memberi restu. Di saat perjalanan hidup mungkin terasa sedang tidak baik-baik saja, hadirnya harapan kecil seperti ini adalah kebahagiaan yang sulit dijabarkan dengan kata-kata.

Sehat selalu untuk kita semua, dan biarlah hobi terus membawa berkah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini