Pria Tidak Berdaya
[Artikel 16#, kategori Produk] Padahal baru beberapa bulan lalu saya memberikan pujian, tapi nyatanya sekarang harga sudah berubah. Inikah yang disebut sebagai hukum ekonomi? Ketika permintaan terus mengalir tanpa henti, nilai sebuah produk pun perlahan naik. Rasanya agak sedih, meski kenaikannya tidak seberapa, namun bagi konsumen yang mengedepankan efisiensi anggaran, setiap rupiah tentu punya cerita.
Awal Januari 2026, saya kembali membeli beras SPHP. Pilihan saya jatuh pada sebuah warung sembako langganan. Tempatnya tidak besar, bahkan cenderung mungil, namun ia punya posisi yang unik karena berani berdiri tepat di depan sebuah minimarket modern (Indomaret).
Ada satu hal menarik yang saya apresiasi dari warung ini: adaptasi teknologinya. Sang penjual telah memperbarui metode pembayarannya menggunakan QRIS. Dulu, saat awal belanja, fitur ini sempat ada namun kemudian ditiadakan karena kendala teknis. Kini, QRIS kembali hadir melalui mesin GOPAY QRIS yang mulai jamak ditemukan di warung-warung. Setiap kali proses scan berhasil, mesin tersebut akan mengeluarkan notifikasi suara yang mengonfirmasi bahwa pembayaran sukses. Sebuah sentuhan modernitas di tengah kesederhanaan warung sembako.
Namun, kabar utamanya tetap soal harga. Harga beras SPHP naik.
Terakhir saya membeli pada bulan November lalu, satu sak ukuran 5kg masih dibanderol seharga Rp60.000. Namun, memasuki awal tahun ini, harganya sudah menyentuh Rp62.000. Selisih dua ribu rupiah mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tapi bagi saya yang berusaha serba hemat, kenaikan ini tetap menjadi catatan tersendiri.
Meskipun harga di warung ini mungkin sedikit lebih murah dibandingkan minimarket, saya pun sebenarnya tidak punya banyak pilihan. Bukan semata-mata karena misi sosial ingin membantu pedagang kecil, tapi rasanya sudah kepalang tanggung karena sudah terlanjur tawar-menawar di sana.
Tahun 2026 yang saya prediksi tidak akan berjalan mudah sepertinya memang harus dihadapi dengan mencari berbagai alternatif lain. Dari proses ini, saya belajar sebuah pesan moral sederhana dalam kehidupan: jangan terlalu jatuh cinta pada satu produk.
Bisnis tetaplah bisnis. Bahkan manusia yang dibekali perasaan saja bisa saling mengkhianati, apalagi hanya sebuah barang atau produk. Kesetiaan terkadang harus realistis mengikuti keadaan dompet dan pasar.
Doakan saja agar kita semua terus diberi kemudahan dalam mengarungi perjalanan di tahun ini. Saya sadar, semua orang sedang berjuang melewati masa-masa yang tidak mudah. Semoga kesehatan selalu menyertai kita semua. Amin.
Artikel terkait :
Komentar
Posting Komentar