Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Aktivitas] Mengikuti Flash Blogging di Semarang
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 51#, kategori aktivitas] Seharusnya saya membuat video dari awal (depan hotel), sayangnya tamu hotel Santika yang terletak di jalan Pandanaran membuat saya lupa. Tamunya kebanyakan pejabat dan Polisi. Ah, fokus saya mencari di mana kamar mandi agar bisa berganti pakaian untuk acara hari ini, Flash Blogging.
Kamis pagi (13/7), saya beruntung bisa hadir di acara yang diselenggarakan Kominfo yang memberi jatah pada kota Semarang sebagai kota kedua, setelah sebelumnya acara yang serupa dilaksanakan di Makassar.
Acara ini sudah saya review di blog dotsemarang, silahkan klik linknya di sini. Acara yang menarik sebenarnya bila melihat pembicara yang hadir yaitu Ndorokakung. Nama yang tak asing di dunia perbloggeran, dan satu lagi tamu spesial yang menyempatkan diri hadir, meski di rundown acara memang bakal hadir, Menkominfo Rudiantara. Rasanya bertemu beliau tidak asing lagi, beberapa kesempatan sudah pernah bertemu.
Bertemu Mas Johan Budi di waktu momen yang tidak tepat
Sebelum masuk ke ruangan acara yang letaknya berada di dekat kolam renang, saya bertemu dengan Mas Johan Budi (staf khusus Presiden). Sayangnya waktu itu, kami berpapasan di Toilet hotel. Jangankan mikir selfie, saya baru saja ganti baju di sana. Ya sudahlah, belum tepat momennya pas beliau keluar.
Ternyata ada acara juga di ruangan yang lain. Oh..ini acara di mana tamu hotel yang didominasi pejabat dan Polisi dari luar tadi begitu ramai. Dan melihat Timeline setelah beberapa jam kemudian, ada Gubernur Jawa Tengah juga yang hadir di sana.
Tidak ikutan Live Blog
Saat sesi acara utama usai, panitia memberikan tantangan kepada peserta yang kebanyakan bloger Semarang ini untuk membuat postingan blog secara langsung, dan waktunya dibatasi.
Sungguh itu menyenangkan bagi peserta mengingat iming-iming hadiah yang lebih dari lumayan bisa traktir 10 orang lebih nantinya. Namun sayangnya, kemampuan saya untuk mengikuti tidak mengimbangi niat saya untuk memenangi.
Meski saya sudah membawa laptop, pesan panitia jauh-jauh hari, saya tidak ikutan live blog. Bila dipikir jika saya menang, hadiahnya tentu lumayan buat nambah hadiah Liga Blogger Indonesia. Tapi ya gitu deh, kemampuan saya menulis tidak sehebat dulu saat kepepet seperti acara begini.
Tidak menyenangkannya jadi koordinator
Saya berterima kasih sekali kepada mas Sofyan yang memberi kesempatan untuk bisa ikutan acara seperti ini. Karna saya tahu, saat ini di Semarang sangat banyak bloger yang terus bertumbuh. Dan sebagian besar yang mendominasi merupakan kaum perempuan, yang dikenal dengan emak-emak bloger.
Acara agak telat dari jadwal seperti yang sudah diberitahukan dalam rundown. Biasa, ini wajar menurut saya. Namun keterlambatan ini cukup banyak membuang waktu. Ternyata peserta yang sudah mendaftar, banyak yang tidak hadir.
Saya merasakan betul bagaimana tidak enaknya menjadi koordinator sebuah acara untuk menghandle orang-orang agar mau datang. Meski tujuan baiknya membantu panitia, kadang panitia sendiri juga yang tidak profesional. Tidak perlu menyalahkan siapa yang salah atau benar.
Yang saya rasakan adalah membantu itu kadang nggak enak hati saat orang-orang yang awalnya bersedia untuk datang, ada yang belum tiba dan malah nggak datang sama sekali. Mau marah, tidak enak. Tapi kalau dibiarkan, malah kasian panitianya yang memang bukan EO. *duh maju kena mundur kena.
...
Flash Blogging merupakan acara yang diinisiasi Kominfo kalau nggak salah. Tema untuk kota Semarang adalah Menuju 72 tahun RI, Kerja Bersama- Bersama Kerja. Materi yang dibawakan oleh pembicara pun lumayan berat, yaitu Pancasila dan Undang-undang. Intinya membangun mindset Nasionalisme.
Apa hubungannya dengan bloger? Saat ini, media sosial begitu gemuruh dengan berbagai sudut pandang yang tidak pas. Sedikit-sedikit, dikomentarin. Yang benar, bisa jadi salah dan salah malah sebaliknya.
Sebagai garda terdepan, bloger memiliki kelebihan dari sisi pendalaman konten yang akan dibuat. Ini berbeda dengan media online yang kadang asal comot, seperti yang diutarakan Kominfo disela-sela kehadirannya di ruangan.
Saya senang sekali bisa hadir di sini. Apalagi banyak bertemu orang baru dan teman-teman lama, yang tentunya bloger juga. Semoga inspirasi dan semangat yang saya dapat dari acara ini bisa terus saya bawa dalam dunia blogging saya dan kehidupan nyata.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Mungkin saja saya akan terhanyut tanpa kata-kata bila tidak membaca koran beberapa hari kemarin. Mengenal istilah Cinephile saat ini sepertinya membuat saya begitu bodoh dan entah dari mana aja selama ini. Padahal ini bukan baru buat saya. Terlambat sedikit tidak masalah, bukan? Ada yang baru tahu seperti saya ini???
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
[ Artikel 21#, kategori drama Korea ] Rasanya baru ini saya menulis film Drama Korea yang baru tayang, mengingat biasanya menulis setelah film selesai. Faktor pemain sepertinya menjadi penyebab saya sangat bersemangat menulis lebih awal. Money Flower membawa Jang Hyuk sebagai pemeran utama. Aktor pria yang paling saya kagumi untuk akting pria tanpa emosi. Dan ketebak, seperti apa film ini bercerita. Money Flower rilis bulan November 2017. Para pemerannya, seperti salah satunya saya sebut di atas, tidak sembarangan. Jang Hyuk berperan sebagai Kang Pil Joo. Untuk pengisi peran wanita, dimasukkan aktris cantik Park Se Young. Meski bukan aktris favorit, dia sudah sangat familiar di mata saya. Jangan berharap komedi dan romantis di awal Drama Korea yang berdurasi 60 menit lebih ini benar-benar rekomendasi dan saya sukai. Peran aktor prianya yang sangat dingin menjadi hal penting dari setiap cerita yang dibangun. Maka bila kamu mencari cerita film ini penuh dengan tawa dan r...
Komentar
Posting Komentar