Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Perayaan dengan Bolang-baling, Jajanan Semarang


[Artikel 19#, kategori kuliner] Akhirnya saya memutuskan memilih bolang-baling ketimbang kue ulang tahun yang pernah saya dapatkan dari dia untuk perayaan tahun ini. Saya pikir, saya perlu menghargai diri sendiri dengan sebuah apresiasi di umur yang bertambah.

Bolang-baling merupakan jajanan favorit saya di Kota Semarang selain Lunpia. Harganya murah, cuma seribu perak meski ada juga yang sampai 5 ribu perak. Ketika menyantap jajanan ini, mood saya terasa lebih baik. Hanya saja, jangan berlebihan. Itu bisa buat eneg malahan.

Di bulan spesial ini, saya ingin menikmatinya meski tidak perlu menunggu bulan Juli memakannya. Karena ada banyak pedagang kaki lima di sekitar yang mudah terjangkau lokasinya untuk dihampiri bila pengen.

Menyesuaikan isi kantong

Bertambahnya umur yang kini menjadi 38 tahun, saya berharap ada kemewahan dalam menikmatinya. Toh, perjalanan baru akan dimulai. Kenapa tidak memberi ucapan selamat dulu kepada diri sendiri agar lebih kuat dalam menyelesaikannya.

Namun nasib memang tidak ada yang tahu. Ketika orang-orang sudah sukses di usia kepala 30-an, diri saya malah sebaliknya. Lewat jajanan ini, ingin saya wakili bagaimana kehidupan yang saya jalani sekarang.

Saya adalah pria miskin. Target umur 40 tahun untuk keluar dari zona nyaman (rumah) dan memiliki finansial bagus sebagai bekal hari tua sepertinya sedikit mengendur.

Apa yang terjadi? Memang saya hidup apa adanya dan tidak begitu jatuh sebagai manusia, namun sebagai pria? Saya hanya bisa diam dalam kehampaan dan kenyamanan di kesunyian sudut ruangan.

...

Ketika satu gigitan bolang-baling terasa, perasaan nyaman dan tenang datang menghampiri. Sepertinya yang saat ini dibutuhkan memang hanya itu dulu, nyaman dan tenang. Sisanya adalah keberuntungan.

Terima kasih sudah bertahan hingga sekarang buat diri saya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini