Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Titik Terendah Tidak Punya Uang, Makan dengan Royco

[Artikel 16#, kategori kuliner] Pernah makan nasi pakai bumbu penyedap rasa seperti Royco selama beberapa hari? Saya pernah haha..Pakai kecap pernah. Keju plus kecap pernah. Saya tidak menyangka kehidupan saya segitunya hari ini.

Perjalanan hidup saya sungguh luar biasa yang ingin menjalani sebagai bloger. Selama masih ada nasi, saya baik-baik saja. 

Saya bukannya tidak punya uang sama sekali. Hanya saja semenjak harus bayar cicilan kredit di aplikasi Shopee, saya benar-benar harus hemat.

Apa yang bisa diandalkan dari pekerjaan seorang bloger yang hanya menjual sudut pandangnya saja di dalam tulisan? Adsense? Ah, saya tidak pakai trik. Sungguh sulit ngarep kalau hanya murni tulisan.

Penyedap rasa

Saya akan selalu mengenangnya kelak, kemudian hari. Tak perlu dikasihani karena perjalanan seseorang berbeda-beda. Saya menderita, itu benar. Semua orang pun mengalaminya.

Makan hanya dengan penyedap rasa 'Royco' hanyalah bagian dari lika-liku kehidupan yang saya jalanin. Setidaknya, nasi yang saya makan ada rasanya. Tidak hambar dan cukup mengeyangkan.

Jika harus memilih, tentu saya akan mengambil mie bungkus saja. Namun entah kenapa stok juga lagi pada kosong. Memang harus Royco? Adanya saat itu hanya itu saja.

...

Saya tahu bahwa menjalani kehidupan itu tidak mudah. Bahkan, ada yang lebih menderita dari saya. Jangankan makan setiap hari, bisa dapat makanan sekedar pengganjal perut saja mungkin sulit bagi seseorang.

Tapi ini cerita saya, bukan orang lain. Beberapa tahun lagi jika blog ini tetap ada, cerita hari ini akan terasa luar biasa. Entah apakah saya bisa bertahan atau jadi orang yang lebih baik. Setidaknya, saya punya sejarah yang bisa saya ceritakan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini