Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Lauk Telur Asin

[Artikel 13#, kategori kuliner] Telur asin entah sejak kapan jadi salah satu makanan favorit, apalagi teman untuk nasi. Rasanya yang asin tidak perlu diperdebatkan. Namun entah kenapa sensasinya selalu berbeda bila sekedar makan yang sama-sama rasa asin.

Minggu ketiga bulan Mei, saya memutuskan membeli telur asin untuk teman sehari-hari lauk makan saya. Selain sudah lama tidak makan juga, mode hemat saya berjalan lagi.

Sehari 5 ribu dan seminggu 35 ribu, saya harus memutar otak agar bisa komit dengan apa yang saya tanamkan beberapa tahun belakangan.

10 ribu 

Rencananya pagi ini, mumpung libur eh selalu libur (16/5), saya akan membeli telur asin. Tempat yang saya cari adalah tempat sayur, bukan minimarket meski lebih komplit biasanya.

Harga telur asin entah kenapa lebih mahal dari mie bungkus. Saya beli 10 ribu rupiah hanya dapat 3 butir telur asin. Sedangkan kalau beli mie bungkus, saya bisa dapat 4 bungkus. Ya, begitulah. 

Dengan 3 butir telur asin ini, saya ingin menikmatinya selama 3 hari ke depan. Satu butir dibuat 2 kali makan, artinya satu telur dibagi separuh.

...

Entah kenapa saya melihat diri sendiri seolah menderita. Saya tahu itu, tapi saya menikmatinya dan terus berusaha untuk terus kreatif. Memanfaatkan apa yang ada dan bersyukur bahwa saya masih ada di dunia ini.

Bersyukurlah kalau kamu lebih baik dari saya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini