Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Cedera Lama Kambuh Lagi

[Artikel 101#, kategori futsal] Baru saja selesai liburan (satu minggu karena lebaran), malah cedera kambuh lagi dibagian engkel kaki. Nasib, padahal baru main beberapa puluh menit. Terpaksa menepi dan membiarkan waktu selesai.

Selasa malam (10/5), futsal pertama di bulan Mei, perasaan menggebu-gebu ingin bermain sangat besar. Tiba lebih awal, bukan berarti tak ada pemain yang lebih dulu datang. Beberapa rekan ternyata sudah ada di dekat lapangan.

Setelah memakai semua peralatan, ada perasaan yang mengganjal. Bagian pergelangan kaki kenapa terasa nyeri. Karena main jadi kiper, saya menghiraukan rasa nyeri itu.

Cedera lama

Akhirnya setelah beberapa kali bermain, bagian kaki yang nyeri tadi sangat terasa sakit. Lokasinya tepat di bawah mata kaki, di mana cedera ini pernah kena dan sempat bengkak lama. Tapi kenapa malah datang lagi.

Apakah karena nyeri ini, main saya kurang optimal? Dari tadi, bola terus masuk tanpa terhalang. Salah satu rekan juga mengatakan hal yang seolah saya kurang konsentrasi.

Setelah permainan usai, saya memutuskan menepi dan melepaskan kaos kaki. Ya, itu benar-benar terasa nyerinya. Waktu main padahal masih 1 jam, andai tidak cedera, saya merasa menyia-nyiakan waktu saja.

...

Pada akhirnya saya memutuskan rehat dulu. Hari kamis besok, sepertinya tidak main dulu. Beberapa orang juga menganjurkan saya istirahat selama 1 bulan. Lemes langsung kalau benar-benar 1 bulan. Apakah harus awal bulan Juni saya kembali ke lapangan?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini