Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Puasa Hari Pertama, Adaptasi

[Artikel 16#, kategori puasa] Bismillah, tahun ini puasa kudu berkah. Jangan sampai seperti sebelumnya yang selalu putus di tengah-tengah. Puasa hari pertama identik dengan adaptasi, mencari cara gimana semua baik-baik saja.

Tahun 2022, polemik puasa hari pertama masih berbeda. Sebagian sudah menjalankan satu hari sebelumnya, dan saya mengikuti anjuran pemerintah yang memulai puasa hari pertama hari Minggu atau tanggal 3 April 2022.

Mundur 2 tahun ke belakang, ternyata bulan Puasa selalu dilaksanakan bulan April. Apakah tahun depan akan berbeda? Katanya ada tahun kapan di masa depan, puasa akan dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun. Entah kapan, semoga saya selalu panjang umur.

Adaptasi

Puasa datang, itu artinya tidak ada gelas kopi pagi hari. Aktivitas yang dibatasin dan bersepeda yang terpaksa dikurangin. Banyak hal yang harus dipikirkan. 

Apalagi beberapa kegiatan semacam undangan buka puasa silih berganti datang. Tantangan tentunya, semoga saya bisa bertahan.

Tidak sendiri

Meski pemilik rumah tidak datang awal puasa seperti tahun lalu, rumah tidaklah sesepi yang hanya ada saya seorang. Ada orang bawah yang tinggal beberapa hari di sini.

Saya sudah menceritakan di halaman sebelumnya saat menyapa bulan April. Namun kami tidak pernah ketemu saat sahur. Saya tetap makan sendiri seperti hari-hari biasanya.

...

Hari pertama puasa, tempat bukanya di masjid dekat rumah. Entahlah, kenapa kepikiran ke sana. Bukan karena mengejar takjil atau menu buka puasa di sana, saya hanya ingin menaruh semangat saya tinggi-tinggi untuk puasa tahun ini.

Doakan saya puasa full tahun ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini