Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Liga Champions Leg 1 Babak Perempat Final, Benzema Hattrick di Kandang Chelsea

[Artikel 17#, kategori Real Madrid] Real Madrid bertemu dengan Chelsea yang notabene juara Liga Champions musim 2021. Dan juga klub yang menyingkirkan Benzema dan kawan-kawan pada babak semifinal musim lalu. Namun sekarang sepertinya sebuah balasan, mari kita berpesta sejenak.

Ternyata saya menulis saat Real Madrid tersingkir di babak semifinal saat melawan Chelsea. Itu semacam cerita sambung dari masa lalu ke sekarang. Kali ini Madrid berjumpa kembali, Kamis dini hari kemarin (7/4/22).

Benzema

Rasanya baru kemarin mengelu-elukan nama Benzema yang mencetak 3 gol ke gawang PSG dan membuat Madrid lolos. Kini, nama itu kembali terdengar lebih nyaring. Madrid adalah Benzema.

Karim Benzema yang saat ini berusia 34 tahun kembali menggetarkan gawang dengan 3 golnya. Chelsea bukan saja dibuat tak berdaya, meski tampil dihadapan pendukungnya sendiri, melainkan juga mempertontonkan kekonyolan. 

Entah karena itu panik atau memang keberuntunganya Benzema saja yang selalu bagus, gol ketiga yang diraihnya didapat karena kesalahan kiper dan bek Chelsea.

Permainan yang efektif

Dari sekian kegembiraan karena tim favorit menang adalah bagaimana cara bermain tim yang kali ini lebih menarik dari biasanya. Puasnya sampai keubun-ubun.

Adalah bermain sampai ke belakang, menguasai dan mengontrol permainan. Lalu, mendistribusikan dengan cepat ke depan, seolah serangan balik yang mematikan.

Courtois, sang kiper banyak terlibat kali ini. Satu dua dengan para bek, mengingatkan saya pada skema permainan Barca atau Manchester City yang dilatih Pep. Entah, kesurupan apa pelatih menerapkan permainan seperti itu kali ini.

Yang jelas, saya menyukainya. Meski akhirnya kerja keras yang dibangun berhasil dibobol juga oleh Kai Havertz di menit 40. Apakah strategi ini kembali digunakan pertandingan leg kedua? Sesuai kebutuhan nantinya.

Highlights Pertandingan

Mari melihat lagi gol-gol Benzema yang membuat gairah pendukung selalu membuncah!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini