Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Lebaran, Futsal Minggu Pertama Libur

[Artikel 100#, kategori futsal] Hari ini, Kamis (28/4) terakhir di bulan April. Waktu main lebih panjang dari kamis-kamis sebelumnya. Kami main sampai 3 jam, itu artinya sama seperti hari Selasa dan saya pulang di atas jam 10 malam. Mumpung beberapa hari lagi lebaran dan semua aktivitas diliburkan.

Tubuh sudah terasa lelah sambil melirik jam di ruang sebelah. Beberapa rekan futsal juga mulai pergi meninggalkan kami yang masih bermain. 

Entah kenapa, waktu malam ini terasa panjang. Sambil memegang rahang yang tadi terhantam, sangat sakit, kami mau tidak mau harus terus bertahan. 

Libur lebaran

Selasa pertama bulan Mei jatuh pada hari Lebaran. Itu artinya memang nggak bisa main, meski dipaksa pun, tempatnya yang tutup.

Hari Kamis? Tak afdol bila membiarkan kaki-kaki tetap berada di lapangan. Pada akhirnya, tetap diliburkan juga. Emang ada yang main futsal beberapa hari setelah lebaran? Mungkin ada, tapi bukan saya.

Istirahat panjang

Anggap saja libur lebaran sebagai liburan panjang. Kita bisa mendapatkan banyak jam istirahat yang berguna untuk pemulihan. Apalagi tubuh saya juga masih banyak yang cedera.

Mari ambil hikmahnya saja. Selamat lebaran buat teman-teman yang merayakan. Lewat halaman ini, saya mohon maaf lahir dan batin. Kembali ke nol lagi, ya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger