Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bermasalah Lagi, Sepertinya sudah Waktunya Ganti Smartphone ?

[Artikel 17#, kategori ASUS] Semakin ke sini saya sadar bahwa saya orangnya tergesa-gesa. Ingin secepatnya menyelesaikan masalah biar tidak berlarut-larut. Saya baru menyadarinya ketika hari ini hape saya kembali bermasalah.

Tidak terasa sudah 4 tahun menggenggam Zenfone Max Pro M1 (2018). Betapa setianya saya terhadap sesuatu dan juga kamu. Sayangnya, waktu juga lah yang membuat perasaan itu akan berlalu.

Teman-teman di grup bloger ASUS pun pada menyarankan saya untuk mengganti handphone. Mereka beranggapan bahwa itu (hp) sudah terlalu lama. Apalagi melihat kondisinya sekarang ini.

Bermasalah lagi

Mereka tidak salah setelah saya curhat tentang kondisi hape yang kembali mati hidup mati hidup. Kesalahan diri saya sendiri sebenarnya yang tak belajar dari sebelumnya. Ya, hapenya kembali digunakan untuk WiFi tethering. Tidak heran, hapenya bermasalah kembali. 

Saya mulai kalut atau khawatir. Apalagi ada layar hitam bila hape mati. Termasuk saat di-restart, kondisinya tetap sama. 

Serba salah

Saya berada diposisi yang sulit ditawar lagi. Berharap hape tetap bisa digunakan untuk WiFi tethering, baterainya nge-drop. Dinyalakan dengan tetap memasang kabel charger, eh mesin hapenya kena. Makanya ada layar hitam seperti di dalam gambar.

Ketika pusing sendiri memikirkan bagaimana aktivitas saya tidak terganggu soal internet, datang kawan yang lebih mengerti soal hape.

Akhirnya keputusan diambil meski harus mengeluarkan isi tabungan yang seharusnya tidak boleh. Perjuangan yang sengaja disimpan, ludes dalam sehari.

Kini, hape saya kembali normal meski saya yakini ini juga tak akan lama. Mau beli hape baru, terganggu soal dana. Mau hemat, terganggu soal koneksi internet.

...

Pelajaran berharga hari ini yang seharusnya sudah menampar saya lebih keras. Jangan gunakan handphone-mu sebagai modem WiFi tethering! Nasibnya bisa seperti saya, baterai ngedrop. Saat bertahan dengan colokan kabel agar baterai tetap awet, malah kena mesin dalamnya.

Menghela nafas.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini