Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Laptop Mendadak Layar Biru

[Artikel 5#, kategori laptop] Laptop yang saya gunakan sejak tahun 2020 merek ASUS ini mendadak saja layarnya jadi biru. Untungnya tidak sedang beraktivitas serius, seperti nulis. Ada apakah? Padahal saya tidak menggunakannya untuk pekerjaan berat, seperti edit video atau main game. Hanya menulis sambil edit foto. Apakah ini tanda-tanda laptop harus dikembalikan?

Beberapa hari sebelum lebaran (27/4/22), rutinitas saya sedikit terganggu. Dampaknya bisa besar bila terus berlanjut. Apalagi segala aktivitas, terutama pekerjaan utama saya menggunakan laptop.

Membayangkan zaman kala internetan ke warnet jam-jam dini hari, saya tidak ingin mengulanginya. Sudah cukup situasi seperti itu yang saya rasakan.

Hari Raya

Beberapa hari terlewati dan suara takbir sudah terdengar nyaring. Karena belum waktunya untuk sholat ied, saya seperti biasa mengerjakan pekerjaan rutin dahulu.

Jleb, layar kembali biru. Saya panik, sekaligus bingung. Beberapa teman-teman yang saya tanyain di grup WhatsApp, dari sekian jawaban, tidak banyak solusi yang didapatkan.

Entahlah, saya pasrah jika harus laptop bermasalah. Mungkin sudah seharusnya laptop pinjaman ini dikembalikan, tapi tidak rela. Bagaimana nasib saya tanpa laptop? Terbelengkalai?? Saya ingin memakainya dulu.

Mau beli laptop pun mungkin dapatnya yang second. Atau mengganti layar dari laptop lama yang sebelumnya. Saya menuliskannya tentang biaya yang harus ditanggung bila mengganti layar. Lumayan juga. Nanti bisa dilihat di bawah.

Ketika sebagian besar orang-orang, khususnya mereka yang beragama islam merasa bahagia. Di sini, saya merasa menderita. Memikirkan ke depannya tentang apa yang berikutnya akan saya lakukan tanpa laptop.

Bila bermasalah pun, bagaimana mempertanggung jawabkan kepada pihak ASUS atas produk yang saya gunakan. Maju kena, mundur kena.

...

Saya tidak tahu apa yang terjadi, laptop mendadak layarnya jadi biru. Segala aktivitas di layar, tidak bisa diakses. Andai saja saat itu sedang nulis di note, mungkin saya akan nangis. Ya, laptop harus dihidupkan ulang atau restart.

Ada-ada saja tantangan bulan puasa menjelang lebaran. Semoga saya baik-baik saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini